Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 160


__ADS_3

Sementara itu di luar ruangan, Arya, Reno dan Ye Joon sedang berbicara, membicarakan perihal kecelakaan yang mereka alami.


"Maaf kan aku, karena kelalaian ku, mereka mengalami kecelakaan seperti ini."Ucap Ye Joon yang sangat menyesali apa yang sudah menimpa mereka


"Ini bukan salah anda tuan, jangan menyalahkan diri, saat ini kita lebih baik mencari pelaku utamanya, bicara soal lalai, kita hanya manusia, yang kadang salah dalam memprediksikan sesuatu. " Ucap Arya membuat Ye Joon tersenyum, ternyata Arya pemilik dan pendiri Admaja Company adalah orang yang sangat bijak, karena tidak mementingkan emosi nya.


Begitupun dengan Reno yang ikut mengagumi Arya, ayah dari Marcel, meski ia tahu jika Arya mungkin sangat marah karena hal ini terjadi, siapa ayah yang kuat jika melihat anaknya terluka bukan?


"Jika boleh, saya ingin mengambil kasus ini untuk menyelidikinya!" Ucap Arya kemudian membuat Ye Joon mengangguk.


"Silahkan, kami akan membantu dari belakang, kami akan menyetujui keputusan apapun, dan jika anak ku adalah dalangnya, saya izinkan anda untuk menghukumnya!" Ucap Ye Joon dengan yakin.


Arya pun tersenyum, ia berjanji akan mencari mereka para pelaku yang sudah merencanakan hal ini, menyakiti anak dan menantunya berarti sudah menyakiti dirinya juga.


Gio dan Sisca sudah tiba di di korea mereka pun langsung bergerak ke rumah sakit, Gio disini sangat di butuhkan untuk mencari kebederadaan orang yang sudah menabrak Marcel dan Nara.


Gio hanya sebentar untuk melihat keadaan Marcel dan Nara, ia cukup bersyukur karena mereka masih bisa selamat, walau mungkin punya banyak luka di tubuhnya, namun mungkin tidak bagi Kayla dan Kendrik yang keadaan nya saat ini kritis.


Gio, Reno, paman Drax dan juga Arya tengah mendengar kan laporan dari anak buah nya Ye Joon yang sudah mencari tahu paska kejadian tabrakan nya tersebut.


"Mobil itu di tinggal begitu saja, apa da sidik jari dan yang lainnya?" Tanya Gio.

__ADS_1


"Ada, hanya saja sidik jari yang tertinggal aadalah milik mobil yang menyewakan mobilnya." Jawab nya.


"Ini berarti mereka memang sudah di rencanakan, tapi tida mungkin bukan jika meteka bisa menebak jika Marcel dan Nara akan pergi ke kediaman Kim Ye Joon." Reno yang mengutarakan pendapat nya.


"Itu, maaf karena ini juga yang di curigai oleh tuan besar, Kim Do Yun anak pertama dari tuan besar yang mengetahui jika mereka akan datang, dan dia orang yang sangat menentang keras jika Nona Nara akan mendapatkan bagi waris dari Kim Ye Joon. " Kelas nya membut mereka paham.


"Bukan itu saja, tapi Kim Do Yun juga dalang dari semua ini, hingga Nara menjadi menderita, karena dia bekerja sama dengan Erick Wijaya, tapi apa mungkin dia ada disini ?" Arya yang mengingat semua perkataan yang sudah di katakan oleh Ye Joon sebelumnya.


Gio mengangguk paham. "Aku akan mencoba mencari data Erick Wijaya, jika benar dia ada disini dan itu tandanya mereka memang bekerja sama untuk menyingkirkan Nara !" Geram Gio, ia begitu lengah dan ceroboh, karena tidak mendapat informai dari Erick Wijaya, seharusnya itu menjadi tugas dia.


"Hmm seleisakan dengan cepat, ajak polisi korea untuk bekerja sama, agar semua menjadi mudah dan cepat, Reno kau bantu Gio.


Untuk Kim Do Yun, ayahnya sudah meberikan izin, jika dia bersalah akan di jebloskan ke dalam pennjara dan di hukum sesuai hukum yang berlaku !" Jelas Arya membut mereka mangangguk.


"kami dari pihak Tuan besar Kim Ye Joon juga akan membantu, katakan lah apapun pada kami ?" Ucap salah satu pengawal Kim Ye Joon dan mereka semu pun mengangguk.


"Dia masih belum bangun ?" Tanya Arya lirih karena juga takit membangunkan Nara yang terlelap, karena sudah memimun obat dan juga karena kondisi nya yang belum benar-benar pulih.


"Hmm, dia masih betah dalam mimpinya, Sisca, maaf Gio mesti bekerja, padahal, kalian mungkin akan berbulan madu." Ucap Safira saat Ny yang ikut duduk bersama mereka setelah keluar dari toilet.


"Tidak apa nyonya, saya mengerti, lagi pula ini jauh lebih penting, saya juga khawair dengan keadaan mereka ." Jawab Sisca membuat Safira dan Arya tersenyum.

__ADS_1


"Jangan panggil nyonya ibu saja, bukan kah ibu pernah bilang?"


Sisca terkekeh." Saya lupa dan masih merasa canggung." Safira pun tersenyum.


Disisi lain, Kim Do Yun dan Erick Wijaya tengah berbicara dengan serius, mereka terlihat kesal dan masih belum puas dengan apa yang sudah mereka lakukan, karena ternyata target mereka masih bisa bernafas.


Mereka lah yang tentu melakukan semua ini, bukan dengan tangan mereka, namun di dengan tangan oang lain, ia menyuruh orang lain, dan meminta untuk tidak meninggalkan bukti apapun. Bahkan sewaktu kejadian mereka membawa seorang pria yang terluka parah dengan hanya menggunakan motor dan di hanya di rawat di tempatnya.


"Lalu apa kau ingin aku membunuhnya langsung!" Ucap Erick pada Do Yun.


"Bukan kah ini ide mu, lalu siapa lagi yang harus melakukan nya hah, lagi pula aku sedang tidak bisa menemui ayahku, karena mungkin dia akan mengurung ku dan memaksa ku membuka mulut !" Jelas Do Yun membuat Erick menatap nya tajam.


Takut, mungkin jika bisa ia ingin mengatakan hal itu, karena saat ini Bodyguard The Admaja mungkin sangat waspada. Lebih siaga lagi dari sebelum nya.


Erick pernah mencoba mencelakai Nara, pada saat itu, namun sangat sulit karena Nara di jaga ketat oleh The Admaja, dan di korea ia berani memberikan ide ini, karena mungkin penjagaan tidak seketat itu,


Tapi saat ini, penjagaan semakin di perketat, terlebih adanya Arya dan Safira, otomatis The Admaja banyak yang berdatangan ke korea selain menjaga Nara dan Marcel, juga untuk menjaga mereka.


"Aku akan pikirkan caranya, hanya saja aku minta kau untuk menyembunyikan keberadaanku !"Jelas Erick membuat Do Yun berdecak..


"Kau pikir aku sebodoh itu membiarkan mereka tahu kau ada disini, dengar, saat mereka tertabrak mungkin saat ini mereka sedang mengincar kita, maka kita harus bergerak dengan hati-hati !" Ucap Do Yun.

__ADS_1


Do Yun ia merasa sedikit tenang karena ia pikir jika Ye Joon tidak akan setega itu jika Ye Joon tahu ingin mencelakai Nara.


Di Rumah Sakit kini merek tengah merasa bahagia juga merasa sedih, bahagia Karena Marcel sudah sadar dan sedih karena mereka harus kehilangan Kendrik.


__ADS_2