Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 131


__ADS_3

Erick dengan pandangan mata yang menusuk, bersamaan dengan amarah yang membakar semangat nya, ketika ia di hubungi untuk memulai rencana, karena ini adalah sebuah perintah yang sangat ia tunggu, terlebih Wilona yang sudah sangat ingin melihat penderitaan Nara.


Jeno mengangguk, karena dia hanya seorang bawahan yang hanya mampu menjalankan perintahnya, namun dalam hati nya ia merasa ragu dan resah.


Ragu, akan bisa merobohkan benteng kokoh yang menjaga Nara. Pertahanan yang di berikan keluarga Admaja, bagi nya tidak akan mudah untuk dia tembus, dan ia yakin jika semua rencana yang Erick miliki bersama dengan orang di belakang nya tidak akan berjalan dengan lancar, dan dia sebagai bawahan hanya bisa pasrah jika nanti nya akan menjadi tumbal bagi mereka, karena keluarga nya yang menjadi pegangan Erick untuk terus setia padanya.


"Bagaimana dengan istriku Jeno, apa dia bisa keluar secepat nya. ?" Tanya Erick kemudian yang mengingat Anaya yang masih di balik jeruji besi.


"Kurang dari seminggu dia akan bebas tuan, meski dengan bebas bersyarat, maaf tuan nyonya menanyakan anda, mengapa tidak datang menjenguk nya?"


"Ck, bukan kah dia akan segera keluar, lalu untuk apa aku menjenguk nya, sudah lah kau pergi dan selidiki semua yang sudah ku perintahkan!" Ujar Erick pada Jeno.


Jeno mengangguk dan berbalik meninggalkan Erick yang berada di ruangannya, duduk di kursi kebesarannya, seorang CEO di perusahaan yang masih dalam perkembangan.


Disisi lain, seseorang tengah tersenyum menyeringai, setelah mendengar sesuatu dari ear phone yang terpasang di telinga nya.


"Lakukan apa yang akan ingin kau lakukan, kita lihat, apa semua akan berhasil ?" Ucap nya dengan senyum seringai yang tajam dan menusuk.


Marcel dan Nara yang tengah berada di dalam kamar, karena hari sudah larut malam, Nara yang sudah membersihkan diri dan Marcel yang menghampiri nya di atas ranjang dengan membawa beberapa berkas di tangan nya.

__ADS_1


"Sayang, aku lupa mau memberikan ini padamu, ini semua hadiah dari ayah dan ibu untuk mu. " Jelas Marcel dan di serahkan pada Nara.


Nara merasa bingung namun tetap menerimanya. "Hadiah, dalam rangka apa hubby?" Tanya Nara sambil terkekeh, karena ulang tahun nya saja masih berjalan 3 bulan kedepan, lalu hadiah apa ini. Pikir Nara.


Marcel tersenyum. "Mungkin sebagai hadiah karena sudah mau menjadi menantu keluarga Admaja." Jawab nya sekena Marcel.


Nara tersenyum. "Tidak ada wanita yang akan menolak menjadi istri mu, bahkan ada juga yang rela menjadi istri kedua mu bukan? suamiku ini sudah kaya, tampan lagi bahkan romantis, paket komplit. "Balas Nara membuat Marcel tersenyum dan terkekeh.


Marcel mengelus Rambyt istrinya cantik dengan gemas. "Benar, tapi tidak ada wanita yang mampu menyingkirkan namamu di hati ini, meski di luar sana banyak wanita cantik dan sexy, tapi hati ini hanya ada pada mu, hanya ada namamu, Nara Agnia Admaja."


Nara terseyum." Jangan sampai ada yang


menggeser nya, jika ada aku akan menghilang dari bumi." Ucap Nara membuat Marcel menggelengkan kepalanya tegas.


Nara pun mengangguk dan melihat semua berkas yang sudah ada di tangan nya, berkas yang berupa sertifikat atau akte tanah, yang sudah bertuliskan nama nya, bukan hanya satu tapi ada ada beberapa dan itu membuat Nara terkejut dan menatap Marcel.


"Hubby ini ?" Tanya Nara tidak percaya.


Marcel mengangguk. "Hmm itu semua adalah hadiah dari ayah dan ibu, semua aset yang berada di bogor ini adalah milik mu, termasuk Villa ini. "

__ADS_1


"Hubby apa ini tidak salah, ini sangat banyak? Hubby, bagiku, aku yang sudah di terima baik oleh mu juga ayah dan ibu mu, aku sudah sangat senang, dan ini, ini sangat berlebihan untuk ku. "Ucap Nara, karena memang benar adanya, bagaimana bisa ayah dan ibu nya memberikan semua aset yang ada di kota bogor ini menjadi milik nya.


Nara bagi dirinya sudah sangat senang dan bahagia, karena keluarga Admaja sudah menerima nya dengan baik, bahkan tidak mempermasalah kan, masalah yang menimpanya, hingga mereka harus ikut campur dalam masalah dirinya dan bahakan melindungi nya dengan bergabai cara.


"Tolong di terima, ayah memberikan nya pada mu karena kau suka berada di bogor, lagi pula ini hanya sebagian kecil yang di mikiki ayah, selebihnya yang lain bahkan perusahaan juga itu akan menjadi milik mu kelak, karena kau menikahi satu-satu nya pewaris aset yang di miliki Admaja." Ucap Marcel membuat Nara meneteskan air matanya.


"Sayang mengapa mengais hmm, apa aku salah bicara." Ucap Marcel khawatir dan terkejut karena malah melihat Nara menangis.


Nara menggelengkan kepalanya dan lalu mengahapus air mata yang mengalir di wajah cantik nya. " Tidak Hubby, aku hanya bersyukur karena sangat beruntung bisa menikah dengan mu, kau tahu hubby, setelah apa yang aku lalui dulu, ternyata berbuah manis pada ku saat ini, hubby, aku sudah memiliki mu saja itu sudah menjadi hadiah terindah dari tuhan untuk ku, kau suami yang sempurna, jika kau pun tidak memiliki apa- apa, aku tidak masalah, karena kau suami sempurna ku, suamiku yang menyayangiku dan mencintai ku. "Ucap Nara panjang lebar dan lalu memeluk Marcel dengan erat.


Marcel mengelus punggung Nara."Jika boleh aku hanya minta agar kau terus menurut padaku, juga terus menyayangi dan mencintai ku, dan yang terpenting jangan tinggalkan aku!" Ucap Marcel yang membuang Nara melepas pelukan nya.


"Aku janji, aku tidak akan meninggalkanmu, dan akan menuruti semua yang kau katakan, jika itu memang baik untuk ku, aku tidak akan mneinggalkan mu, jika kau tidak mengecewakan ku, hubby kau tahu bukan bagaimana rasanya di kecewakan ?"


Marcel mengangguk." Tidaka akan, sayang aku tidak akan mnegecewakan mu, walaupun nanti aku berbuat salah, aku harap kau akan menegurku dan mengingatkan aku." Nara pun mengangguk.


Di lain tempat di villa ini, Gio yang menerima telepin dari seseorag terlihat tersenyum menyeringai, karena anak buah nya telah mendapatkan informasi yang cukup bagus.


Gio pun juga berdiskusi dengan paman Drax melalui telepon, dengan apa yang sudah mereka dapatkan dari informasi yang di berikan olah anak buah nya, anggota Bodyguard The Admaja.

__ADS_1


Gio. :" Baiklah, aku hanya tinggal mengawasinya saja bukan, ch Erick benar-benar bodoh karena mempunyai rencana yang murahan, baiklah paman terimaksih, aku akan mengabari paman lagi nanti. "Ucap Gio setelah berdiskusi pajang lebar dengan paman Drax.


Paman Drax.: "Paman percaya padamu, paman tungu kabar selanjut nya, dan mengenai Kendrik dia sudah berangkat menuju Korea, dan akan mengabari kian secepat nya jika dia sudah mendapatkan informasi apapun itu."


__ADS_2