Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 178


__ADS_3

"Jadi kau sudah memberikan undangan itu untuk Wilona ?" tanya Marcel dan Gio mengangguk.


"Mungkin setelah pemotretannya selesai dia akan kemari, "jawab Gio dan Marcel mengangguk.


"Baguslah, ku dengar dia memang sudah memulai karirnya lagi, dan sifatnya pun sudah berubah," ucap Marcel.


"Benar, itu yang ku laporkan pada mu bukan, jika dia sudah terlihat berubah, namun kau ingin melihat dan memastikannya lebih dulu," ucap Gio dan Marcel mengangguk.


"Tentu, karena aku selalu berhati hati, aku tidak ingin istriku harus mengalami hal yang buruk lagi," balas Marcel.


"Baiklah, kita tunggu saja, Reno kapan dia kembali ?" tanya Gio.


"4 hari lagi, itu cukup bukan untuk menyiapkan semua keperluan panti asuhan,"


"Hmm, itu sudah lebih dari cukup," jawab Gio.


"Mengenai keluarga Reno, apa kau sudah memberitahu mereka?"


"Sudah, dan mereka tidak mau ikut tinggal di bogor, karena adik Reno akan kuliah di jakarta, jadi mereka memilih untuk tinggal di apartemen Reno, namun soal peresmian mereka akan di pastikan hadir di Bogor nanti, " jelas Gio.


Marcel tersenyum, "baiklah, kita tunggu mereka segera kembali, aku tidak sabar mendengar cerita Reno megenai bulan madunya," Gio pun ikut tersenyum tipis, bukan membayangkan Reno dan Citra melainkan dirinya dengan Sisca saat bulan madu.


Wilona datang dan masuk kedalam perusahaan Admaja COMPANY, di temani oleh Seni, Wilona terlihat menegang karena dia tahu jika dirinya banyak salah, juga mengingat saat dirinya dulu sempat menggoda Marcel.


"Kau takut?" tanya Seni yang melihat Wilona terlihat menentang.


"Tidak !" jawab Wilona membuat Seni tersenyum tipis.


"Itu bagus kalau kau takut, itu tandanya kau sadar akan dosa mu," ucap Seni membuat Wilona mendelik kesal.

__ADS_1


Seni adalah teman baru Wilona, yang tak segan mengatakan jika Wilona salah, namun itu yang membuat Wilona suka, karena Seni pula lah yang membuat Wilona sadar.


Wilona ingat, saat pertama Seni mengatakan hal yang membuat Wilona bungkam.


"Hey, seharusnya kau senang, bukankah dia masih memberikan mu tempat tinggal, bahkan aset keluarga mu yang seharusnya ikut di miliki olehnya, tapi dia tidak mau, malah dia memberikannya untuk, kau tahu hukum bukan, jika tahu mungkin saja seharusnya kau ikut terseret masuk ke dalam penjara, dan bisa saja Nara itu mengumumkan pada semua orang jika kau menikahi pria beristri dua bahkan sudah tua!"


Seni yang mangatakan semua itu pada Wilona, membuat Wilona berpikir, jika memang Nara masih memikirkan bagaima hidupnya jika semua yang kini ia miliki di ambil Nara, mungkin saat ini ia hidup terlunta-lunta, dan Wilona masih memikirkan balas dendam ?


Tidak, saat ini dia tida mau membalaskan dendam apapun lagi pada Nara, benar hidup tenang dengan tanpa rasa iri pada siapapun dan fokus pada hidup sendiri, itu membuat nya merasa tenang, namun satu yang ingin ia lakukan sekarang, ingin meminta maaf pada Nara.


Marcel didalam ruangan bersama dengan Nathan, duduk di hadapan Wilona juga Seni, Marcel memperhatikan Wilona yang terus menunduk tidak berani menatapnya.


"Seperti nya kau memang sudah berubah ?" Marcel yang mengawali mereka berbicara membuat Wilona menatap Marcel namun setelah itu ia kembali menunduk.


"Iya, aku hanya sudah sadar jika apa yang semua aku lakukan itu adalah salah, bisakah aku menemui Nara, aku ingin meminta maaf langsung padanya," ucap Wilona membuat Marcel tersenyum tipis.


"Tapi aku sungguh ingin menemuinya, tolong izin kan aku," mohon Wilona yang benar-benar ingin meminta maaf pada Nara.


Marcel terdiam, "baiklah, aku akan izinkan, kau bisa datang ke bogor, 4 hari lagi, disana aku akan meresmikan sebuah panti asuhan, kau bisa menemui istriku disana, dan juga istriku akan menawarkan pekerjaan untukmu nanti, "ucap Marcel yanh kemudian memutuskan untuk Nara sendiri menawarakan pekerjaan untuk Wilona di korea.


"Pekerjaan ?" tanya Wilona.


Marcel mengangguk," biar istriku yang jelaskan, dan itu sebuah pekerjaan yang mungkin akan menbuat karir mu melesat di Asia !"jawab Marcel membuat Wilona semakin penasaran.


"Aku hanya ingin kau akan benar-benar berubah dan tidak lagi menyakiti istriku," lanjut Marcel.


Wilona mengangguk mantap,"tenang lah, aku tidak akan mengganggu kalian, terutama Nara, hanya saja seperti yang aku katakan, jika aku ingin bertemu dan meminta maaf padanya, setelah itu aku ianii, aku tidak akan muncul lagi di hadapan kalian," ucap Wilona bersungguh sungguh.


Marcel mengangguk puas, "baiklah, datang dan temui istriku nanti, kau bisa pergi sekarng !" ujar Marcel.

__ADS_1


"Baik, terimakasih sudah mengundangku kemari, aku paham, kau ingin melihat aku berubah atau tidak, namun aku pastikan, aku benar-benar sudah tidak memiliki dendam apapun," ucap Wilona sekali lagi.


"Kau tidak perlu berjanji dan menjelaskan apapun, buktikan saja kedepannya, karena janji dengan ucapan akan mudah kau langgar, aku menunggu kau akan benar- benar berubah, sayangi hidupmu Wilona!" ucap Marcel dan Wilona mengguk kan kepalanya.


"Baik, kau dan Nara akan melihat aku yang baru, bukan Wilona yang kalian kenal !" tekad Wilona membuat Marcel tersenyum puas.


"Aku pamit, terimakasih," pamit Wilona kemudian pergi bersama dengan Seni.


"Pak CEO bilang kamu bakal di kasih kerjaan, Asia, apa ya?" tanya Seni pada Wilona yang juga ikut berfikir.


"Entahlah, kita tunggu saja nanti saat aku menemui Nara, apa aku ada pemotretan lagi ?" tanya Wilona pada Seni yang menjadi sahabat juga asiten pribadinya.


"Tidak, kau bisa pulang !" jawab Seni dan Wilona mengangguk.


"Baguslah, badan ku lelah, aku ingin segera istirahat, oh ya, persiapaknan kepergian ku ke Bogor nanti!" ujarnya pada Seni.


"Ya aku tahu kau tidak perlu khawatir, " jawab Seni membuat Wilona tersenyum tipis.


"Kau tidak ingin menemui ayah dan ibu mu ?^ prime prime tanya Seni.


Wilona terdiam sambil menatap samping kaca jendela mobil, dengan Seni yang menyetir," nanti saja setelah aku menemui Nara, ku rasa aku akan datang dengan berita baik, agar mereka juga meresa tenang, mereka juga mendesakku untuk meminta maaf bukan ?" jawab Wilona.


Seni tersenyum, "benar, haah semoga mereka juga membuat orang tua mu bebas secepatnya," ucap Seni.


Wilona terdiam, "entahlah, dosa keluarga sungguh banyak, aku tidak mau banyak berharap, yang terpenting Nara bisa memaafkanku dan juga orang tuaku," jawab Wilona, meski dia pun berharap ayah dan ibunya bisa berkumpul kembali di rumah, bersama dengan nya, memulai lagi hari yang baru.


Empat hari berlalu, Reno dan Citra sudah pulang dari acara bulan madu mereka. Mereka di sambut oleh kedua keluarga, keluarga Reno dan juga Citra.


Reno cukup heran mengapa masing-masing dari keluarga mereka menyambutnya, dan bahkan saat ini mereka langsung menuju ke Bogor.

__ADS_1


__ADS_2