Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 74


__ADS_3

Nara tersenyum dan mengangguk setuju. "Kita mau kemana lagi, ah bukannya kau mau membeli pakaian ?"


"Kau benar, aku sudah lama tidak Shopping, kau juga mau membeli pakaian ?"


Nara menggelengkan kepalanya "Tidak, Marcel sudah banyak memberikan barang termasuk pakaian, dan bahkan belum aku pakai semuanya !"


Citra mendelik, la lupa jika Marcel suami dari temannya sangat kaya, bahkan sangat royal pada Nara


"Aku harap aku juga bisa mendapatkan pria yang seperti suamimu!" Gumam Citra yang terdengar Nara yang terkekeh Gemes.


"Sudah ayo, kita cari toko yang bagus !"Ajak Nara pada Citra dan mereka pun melangkah memasuki sebuah toko pakaian yang cukup mahal.


Di pintu utama mall, terlihat satu pasangan yang berjalan dengan santai, si wanita terlihat girang dan bersemangat setelah tadi pagi di buat kesal dengan suatu keadaan, dan kini kekasihnya mengajaknya berbelanja, hal yang sangat dia sukai, salah satunya mereka akan membeli sebuah perhiasan.


Sebelumnya di pagi hari, ketika Amara dengan sangat terpaksa harus terusir dari perusahaan Admaja Company, yang bahkan dia masih berniat untuk mengejar Marcel hingga ke ruangannya dan untuk memaksa agar dia bisa bekerja disana, sebagai sekretaris pribadi Marcel.


Amara terus menggerutu kesal, bahkan dia menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar yang kebetulan berada disana. Amara tidak merasa malu, bahkan tidak peduli dengan orang-orang yang mencibirnya, karena dalam pikirannya, jika dia sudah berhasil mendapatkan Marcel maka semua orang pun akan bungkam dengan


sendirinya.


"Apa kau akan terus mempermalukan dirimu seperti ini ?"


Deg..


Amara terkejut mendengar suara pria yang sangat ia kenali, namun setelah itu ia memasang wajah biasa dan berbalik menatapnya, terlebih pria itu memang sudah mengetahui rencananya.


"Mengapa kau ada disini, bukankah kau sedang berada diluar kota ?" Ya, Amara heran, karena melihat Alex, kekasihnya ada didepannya saat ini, bahkan di depan perusahaan Admaja Company.


"Aku sudah kembali tadi malam, aku kesini karena ingin membawamu bertemu dengan kedua orang tuaku !"


Amara terdiam mendengar penuturan Alex. Menemui kedua orang tuanya, apa dia sudah gila? Pikir Amara.


"Kau gila, untuk apa membawaku ke hadapan kedua orang tuamu?" Berang Amara, yang masih tidak habis pikir dengan Alex yang sangat ingin menikahinya.

__ADS_1


"Aku kira kau sudah tahu jawabannya, kita akan menikah di bulan depan !" Tukas Alex.


"Aku tidak mau menikah denganmu, aku hanya ingin Marcel, dia yang lebih pantas dengan ku !" Tolak Amara tegas.


Alex berdecak kesal dan berjalan menghampiri Amara dan menarik lengannya untuk membawanya masuk ke dalam mobil Alex. Tenaga Amara yang tidak sekuat Alex akhirnya pasrah dibawa oleh kekasihnya masuk ke dalam mobil.


Alex terpaksa membawa Amara pergi dari lingkungan perusahaan Admaja Company, yang akan membuatnya malu, karena sudah menjadi pusat perhatian mereka yang ada disana.


Amara yang mendengus kesal karena Alex selalu bertingkah semaunya, dan anehnya ia tidak pernah bisa menolak.


Alex sambil menyetir bertanya pada Amara yang terlihat sedang kesal " Kau tidak membawa mobilmu?"


"Tidak, aku bosan dengan mobil itu !" Jawab Amara, yang padahal bukan itu alasan utama nya.


Amara sengaja tidak membawa mobil karena dia berniat akan menebeng dengan Marcel untuk bisa mendekatinya, namun Alex dia percaya begitu saja dengan perkataan Amara hingga ia akan menawarkan mobil baru untuknya.


"Baiklah, jika kau bosan aku akan membelikanmu mobil baru!" Tawar Alex yang membuat mood Amara kembali baik.


Alex mengangguk " Tapi kau harus berjanji beberapa hal untuk ku?


Amara berdecak. " Apa?"


"Pertama, berhenti mendekati Marcel, yang kedua kau harus patuh padaku dan juga menikahlah denganku !" Amara terdiam, baginya ini adalah keputusan yang sulit.


Menikah, lalu punya anak, ch, aku masih ingin bebas, tapi dia akan membelikan ku mobil baru...? Batin Amara bingung.


"Pikirkan ini, jika kau terus ingin mengejar Marcel silahkan, tapi aku akan menagih semua yang kuberikan ah tidak tapi setengah dari apa yang sudah kau kuras."


"Amara jika kau mengatakan aku juga sudah menikmati tubuhmu itu benar, tapi kau tahu, wanita malam saja tidak menghabiskan uangku sepertimu, jadi aku akan membayarmu sesuai dengan tarif mereka, maka jika kau menolak menikah denganku, kau kembalikan setengah dari apa yang aku berikan !"


"Jadi kau menyamaiku dengan semua ******, brengsek kau Alex !" Kesal Amara, dia tidak menyangka Alex bisa berkata seperti itu.


Alex tidak peduli dengan kekesalan Amara."Jadi kita menikah atau kau mau mengembalikan setengah dari harta yang sudah kau nikmati ?"

__ADS_1


Amara terdiam, ia benar-benar bingung, disisi lain, ia benar-benar ingin memperjuangkan kembali Marcel, namun Marcel sangat sulit untuk nya, tapi dia juga tidak mau kehilangan ATM berjalan nya, apalagi jika ia menolak Alex untuk menikah dia meski mengembalikan harta yang sudah ia habiskan, namun jika dia bisa mendapatkan Marcel maka dia akan lebih mendapatkan harta yang melebihi dari Alex.


Amara terdiam dengan pemikiran nya sendiri dan Alex melihatnya hanya menggelengkan lemah.


"Bagaimana, kau mau menikah denganku?"


Amara menatap Alex, hingga akhirnya ia mengangguk setuju, meski sangat amat terpaksa, soal Marcel dia akan pikirkan nanti, pikirnya ia meski aman lebih dulu saat ini.


"Baguslah kita bertemu kedua orang tuaku sekarang !" Amara mengangguk lemah, dan hanya pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Alex.


Tak lama mereka sampai di kediaman Alex. Amara turun dari mobil Alex dan menatap sekeliling kediaman keluarga Alex.


Tidak buruk, pikir Amara. Meski memang kediaman Marcel lebih besar dari milik Alex.


Alex dan Amara pun masuk ke dalam rumah, dengan Amara memegang lengan Alex.


Alex tersenyum, melihat Amara patuh padanya, dia benar-benar ingin mendapatkan dan membuatnya takluk padanya untuk menjadi miliknya sepenuhnya.


Alex dia sudah jatuh cinta pada wanita yang selalu menemaninya tidur.


Mereka masuk ke dalam rumah dengan perasaan berbeda, Alex yang senang dan Amara yang dengan perasaan kesal. Alex yang melihat ekspresi Amara yang terpaksa dan cemberut, mendengus kesal.


"Jangan cemberut, perlihatkan senyumanmu, setelah menemui kedua orang tuaku kita akan segera pergi ke mall dan membeli perhiasan yang kau inginkan !"


Mendengar itu seketika Amara melebarkan senyumannya dan menatap Alex. "Jangan lupa dengan mobil baruku!"


Alex mengangguk. "Asal kau tidak akan mengecewakanku!" Jawab Alex pembuat Amara menganggukkan kepalanya.


Saat sudah di depan pintu, Alex masuk ke dalam rumah yang disambut oleh ayahnya, yang menatap mereka datar.


"Dia wanita yang kau pilih ?" Tanya ayah Alex.


"Ya, dia Amara." Jawab Alex.

__ADS_1


__ADS_2