
"Tidak, baik aku akan pergi dan mengundurkan diri jadi model. "Ucap Wilona membuat Samuel mengangguk puas.
"Bagus, baiklah aku akan pergi, ingat Wilona banyak orang akan yang mengawasi mu !" Ucap Samuel pada Wilona agar tidak berbuat macam-macam lagi.
Kedua tangan Wilona terkepal kuat setelah kepergian Samuel, "Brengsek hidup ku hancur, itu semua karena mu Nara, kau bisa hidup senang di atas penderitaan ku, aku tidak rela, aku bersumpah akan membalas semua nya, tunggu saja kau akan segera merasakan penderitaan ku !" Geram Wilona.
Maldives, maladewa.
Nara yang baru terbangun dari tidur nya, merasakan mual seperi hal nya kemarin di pagi hari, dan Marcel sebagai suami sigap sudah bangun lebih dulu, menyiapkan segala kebutuhan istrinya, sarapan, susu strawberry untuk ibu hamil dan juga obat serta vitamin yang sudah di berikan oleh dokter kandungan.
"Masih mual hmm ?" Tanya Marcel di dalam kamar mandi di depan westafle setelah Nara mengeluarkan cairan dalam perut nya.
"Sedikit, hubby gendong aku." Pinta Nara sambil mengulurkan kedua tangan nya.
Manja nya Nara pada suaminya karena merasa lemas dan Marcel tersenyum dan menuruti keinginan istrinya, menggendong nya seperti seekor koala dan membawa nya ke ruang makan untuk sarapan.
Marcel menduduki Nara dengan hati-hati di kursi meja makan di dekat dapur. "Aku membuatkan mu nasi goreng, kau mau?" Tanya Marcel karena takut Nara tidak menginginkan nya.
Nara mengangguk. " Aku mau, asal itu buatan mu, seperti nya anak kita menyukai masakan mu, hubby."
Marcel terkekeh sambil meletakkan sepiring nasi goreng untuk Nara dan juga dirinya.
"Kalo begitu makan dan habiskan, karena siang nanti kita akan kembali ke indonesia. "Ucap Marcel membuat Nara senang.
"Benarkah, kita akan segera pulang hubby?"
Marcel mengangguk tersenyum pada istrinya yang sangat antusias mendengar jika mereka akan segera pulang ke indonesia.
"Aku tidak sabar memberikan kabar bahagia ini pada ibu dan ayah, pasti mereka akan sangat senang kan hubby. "Lanjut Nara.
"Tentu, itu yang mereka tunggu bukan, semoga anak kita sehat di dalam sini, ya sayang." Ucap Marcel sambil mengelus lembut perut Nara.
"Aamiin, aku akan menjaga nya dengan baik. " Ucap Nara.
"Aku juga, sebagai seorang ayah dan suami yang akan menjaga ibu nya dengan baik, agar anak kita juga sehat di dalam ini hingga dia akan lahir di dunia ini." Nara mengangguk dan mencium pipi Marcel sekilas.
__ADS_1
"Love you hubby."
"Lovo you too sayang."
Siang hari tepat seperti apa yang di katakan Marcel, jika mereka akan kembali ke indonesia, meninggalkan pulau maladewa.
Saat memasuki jet pribadi dari ayah nya, Nara di kejutkan dengan sambutan dari seroang dokter dari indoneaia dan juga dua orang suster.
"Selamat siang tuan, nona ?" Sapa sang Dokrer mewakili kedua suster yang berada di belakng nya.
"Siang, kalian beristirahat lah, jika ada yang saya butuh akan saya akan mengabari kalian." Ucap Marcel membiarkan mereka beristirahat.
Marcel pun mengajak Nara duduk, dengan Nara yang menatap suami nya dengan rasa heran tidak percaya.
Ini kah yang hubby bilang, jila ada yang harus di persiapkan, ck hubby apa ini terlalu berlebihan.
"Hubby, mereka ?" Tanya Nara yang sudah di mengerti Marcel.
"Ya mereka ku minta untuk datang dan menjaga mu ketika terbang kw indonesia, aku khawatir jika terjadi sesuatu pada mu nanti. " Jawab Marcel Nara mengangguk pasrah, dia tidak bisa protes apa pun, Marcel melakukan itu demi diri nya, meski itu terkesan berlebihan.
"Aku mengerti Hubby, terimakasih. " Balas Nara dan Marcel mengangguk tersenyum.
Marcel bersyukur Nara tidak pernah protes dengan apa yang ia lakukan untuk nya.
12 jam berlalu, mereka telah sampai di indoneaia ketika malam hari, dan langsung bertolak ke mansion, meski dengan keadaaN capek, karena Nara yang tidak mau lagi menginap di hotel.
Di mansion Safira tidak mengetahui kepulangan mereka, dan ia begitu terkejut melihat mereka yang sudah berada di mansion.
"Kalian pulang, bukan kah masih ada 2 minggu lagi?" Tanya Safira.
Marcel mengangguk. "Hmm Nara meminta pulang bu." Jawab Marcel.
Nara berjalan mendekat ke ibu mertuanya dan lalu memeluk nya. "Aku ingin segera pulang, aku rindu pada ibu, dimana ayah ?" Tanya Nara kemudian.
"Ayah sedang berada di bogor, mungkin besok dia baru kembali !" Jawab Safira.
__ADS_1
"Ya sudah kalian beristirahat lah. "Ujar Safira pada Nara dan Marcel
Mereka pun pergi menuju kamar nya masing- masing, untuk pergi beritirahat karena hari sudah malam.
"Benarkah, waah selamat ya sayang, ibu sangat senang sekali. " Pagi hari ketika selesai sarapan Marcel dan Nara mengabari kehamilan nya, meaki tidak adanya Arya, namun itu tidak jadi masalah, karena Arya siang nanti pun akan segera kembali.
"Terimkasih bu, aku harap juga ayah akan senang mendengar ini." Ucap Nara di angguki Marcel.
"Ibu dan ayah sudah pasti sangat senang sayang, dan
biarkan ibu saja yang mengatakan pada ayah." Nara mengangguk setuju, karena menurut itu akan sama saja yang terpenting kabar kehamilan dirinya sampai kepada orang terdekat.
"Sayang, hari ini aku akan menemui Reno dan Gio lebih dulu, kau tidak apa bersama ibu disini bukan?"
"Kau ini Marcel, tentu tidak akan apa-apa, biarkan istrimu disini bersama ibu, dia harus banyak beristirahat." Ujar Safira di angguki Marcel dan Nara yang tersenyum mendengar nya..
"Pergilah, dan jangan lupa untuk mengabari aku!"
Marcel mengangguk. " Aku pamit, katakan padaku jika kau menginginkan sesuatu." Ucap Marcel ada istri cantik nya.
Nara mengangguk dan mengacungkan dua jempol nya pada Marcel yang terkekeh gemas melihat nya.
"Bu jaga istri ku, aku pergi!" Pamit Marcel dan mencium kening Nara sebelum benar-benar meninggalkan istri nya.
Safira berdecak kesal setelah mendengar perkataan Marcel." Memang nya ibu tidak akan menjaga mu apa, sampai dia harus berkata seperti itu. "Ucap nya membuat Nara tersenyum.
Safira pun memandang Nara yang sedang tersenyum pada nya, karena menggurutu pada Marcel." Bagaimama kandungan mu, kau sudah periksa bukan?"
Nara mengangguk. "Dia sehat bu, sudah 4 minggu." Jawab Nara membuat Safira tersenyum senang.
"Katakan pada ibu jika ada yang kau ingin kan, oh tuhan ibu senang sekali Ara." Antusias Safira yanh sangat senang mendengar kehamilan Nara.
Dia sudah tidak sabar untuk mendengar tangisan dan tawa anak kecil di mansion ini.
Rafasha mengangguk. "Sebenarnya sejak di Maldives ku menginginkan soto ayam buatan ibu, makanya aku ingin segera kembali. " Jawab Nara sambil tersenyum sedikit malu.
__ADS_1
Safira terasenyum."Soto ayam, itu mudah ibu pasti akan buatkan, untuk sekarang karena kau masing kenyang, kau bisa ceritakan selama kau di maladewa berasama Marcel, apa dia beraskap baik padamu ?"