
"Cukup, Alex ibu hanya ingin yang terbaik untuk mu, Amara bagi ibu bukan wanita baik-baik, kita tidak tahu orang tuanya seperti apa, tidak seperti Fania dengan keluarga yang terpandang dan memiliki bisnis, bukan kah jika kau menikah dengan Fania kau juga akan memiliki bisnis nya, dari pada dengan Amara kau hanya akan menghamburkan uang mu saja!"
"Benar apa yang di katakan ibu mu, tolong pikirkan lah ini!" Tambah ayah nya..
Mendengar itu Alex tersenyum miring, benar bukan jika ibu dan ayah nya hanya mementingkan hidup nya dan bukan kebahagiaan nya.
Alex berdecih sambil mengelap sudut bibirnya yang berdarah. "Yang terbaik untuk kalian bukan terbaik bagiku, aku tetap dengan pilihanku, jika kalian tetap menolak silahkan pergi dari sini!" Final Alex dan langsung meninggalkan mereka bertiga yang masih menggeram marah.
Reno mengemudikan sebuah mobil sport melaju dengan kecepatan sedang di jalan raya. Reno Berdecak kesal sesaat dia terjebak macet dan untungnya kali ini jalanan lancar saat menuju rumah Citra.
Tak lama Reno pun sampai di kediaman Citra. Dia langsung bergegas keluar dari mobil dan masuk ke teras rumah dan mengetuk pintu nya.
Di dalam rumah Citra yang sudah bosan mengunggu Reno dan ia kira jika Reno tidak akan jadi datang, namun rupanya ketika ia ingin merebahkan diri, suara mobil terdengar hingga depan rumah nya, Citra pun beranjak dari ranjang nya dan berjalan ke arah jendela dan benar saja itu adalah Reno.
Citra pun segera turun dari lantai dua dan berjalan mendekati pintu untuk membukakan pintu yang sudah di ketuk berulang kali oleh Reno.
"Hai!" Sapa Reno pada Citra yang sudah membuka kan pintu untuk nya.
Citra tersenyum." Ku kira kau tidak jadi datang?"
"Maaf kan aku, tadi ada hal yang aku urus lebih dulu." Sesal Reno karena telah membuat Citra menunggu namun Citra pun mengangguk mengerti.
"Masuk lah !" Ajak Citra pada Reno.
Reno pun masuk ke dalam rumah Citra, sepi tidak ada siapapun. Reno yang sudah duduk di kursi ruang tamu pun bertanya pada Citra.
"Dimana orang tuamu?"
"Mereka sedang ke bandung, paling malam mereka pulang, kau mau minum, kopi ?" Tawar Citra.
__ADS_1
Reno menggelengkan kepalanya. " Tidak terimakasih, bukankah Kita akan jalan ?"
"Hmm memang nya kau mau mengajak ku kemana ?" Tanya Citra selidik.
"Kemana saja asal kau senang." Balas Reno yang membuat Citra tertawa.
"Baiklah tunggu sebentar aku akan mengambil tas ku lebih dulu!" Ucap Citra di angguki Reno
Setelah kepergian Citra, Reno merasa heran dengan dirinya sendiri." Ck, mengapa aku jadi pintar gombal." Gumam Reno heran.
Saat ini Reno dan Citra memilih untuk makan siang lebih dulu, di sebuah restoran di salah satu mall di kota Jakarta.
"Benarkah, tapi kasian juga, dia seperti nya butuh teman!" Citra yang mendengar cerita Reno setelah ia bertemu dengan Aletta di restoran sebelum bertemu dengan nya.
"Hmm mungkin, tapi aku tidak bisa, kau tau aku merasa risih jika harus berteman dekat dengan wanita yang bersuami, aku takut di sangka orang ketiga, terlebih mereka sedang ada masalah !"
Citra mengangguk mengerti, sama hal nya dengan dia yang juga menjaga jarak dari seorang pria bersuami, yang bahkan wanita sering di sangka perebut suami orang atau pelakor.
"Mungkin Aletta menyukai mu Reno !" Tanya Citra.
Reno mengangguk." Biar dia memyukai ku, tapi aku tidak, aku tidak tertarik dengan dia lagi, terlebih dia wanita yang manja, aku tidak tahu mengapa dulu aku menyukainya, mungkin karena dulu pikiran ku belum sedewasa ini !" Ucap Reno dan Citra mengangguk mengerti.
"Tapi meski wanita yang manja, namun pemikiran nya dewasa itu aku menyukainya, seperti si bos, istri nya Rasfaya yang manja terhadap Marcel, namun dia punya pemikiran yang dewasa !" Lanjut Reno yang mengagumi Nara.
Citra tersenyum pada Reno. " Jangan sampai kau menyukai Nara !"
Reno melotot." Tidak mungkin, aku hanya kagum, lagi pula aku tidak pernah berbicara dengan nya, kecuali ada Marcel dan juga Gio!"
"Jangan berbicara sembarangan, kau mau aku di cecar netizen !" Lanjut Reno sambil matanya melirik ke sembarang arah yang padahal terlihat sepi.
__ADS_1
Citra tertawa dia juga tahu jika Reno tidak mungkin seperti itu. "Sudah ayo kita nonton, sepertinya sudah waktu nya !"
Reno mengangguk dan mereka pun melangkah menuju bioskop menonton film romantis, karena jika film horor mereka berdua sama-sama tidak berani.
.
.
Marcel dan Nara kini tengah berada di rumah sakit, tepat nya mereka sudah berada di ruang pemeriksaan kehamilan. Asisten dokter terlihat sedang mengoleskan cairan di perut rata Nara dan lalu menekan dengan sebuah alat yang bisa melihat pertumbuhan janin di dalam perut Nara.
Marcel dan Nara teihat fokus menatap layar di hadapannya, mereka melihat dengan cermat dimana anak mereka.
Sang dokter terlihat rersenyum. "Lihat ini anak kalian, dia terlihat sehat !" Tunjuk dokter wanita itu pada layar monitor.
"Kecil?" tanya Reno heran.
Dokter itu kembali tersenyum. "Hmm usianya masih 4 minggu, dia masih sebesar biji kacang, jadi kalian mesti menjaga nya dengan baik."
Nara tersenyum begitu pun dengan Marcel yang kemudian mengerti. Dokter pun memberikan resep obat anti mual dan penguat kandungan untuk Nara serta vitamin.
"Dok, jika kita berpergian menaiki pesawat apa akan dampak buruk untuk mereka?" Tanya Reno
"Sebaik nya jangan dulu, karena melihat istri anda terlihat lelah dan lemas, jika Istri anda sudah fit kembali badannya, baru kalian bisa berangkat." Ujar sang dokter.
"Dan untuk kehamilan istri anda yamg masih sangat muda ini memang harus di jaga dengan baik, karena dia masih belum kuat dan rentan ke guguran, jadi jika tidak terlalu penting lebih baik menghindari berpergian dengan memakan waktu di jalanan cukup lama!"
"Istri anda tidak boleh terlaku lelah juga jangan terlalu banyak pikiran, ini anak pertama kalian?" Tany dolter itu dan di angguki kedua nya.
"Selamat untuk anak pertama kalian, di jaga dengan baik, semoga ibu dan anaknya sehat hingga waktu dia lahir ke dunia ini !^ prime prime ucapan selamat dan doa yang di berikan pada Nara dan anak nya yang masih sangat kcil dalam rahim istri cantik nya.
__ADS_1
"Aamiin dokter terimakasih atas doa nya. " Ucap Marcel dan Nara yang tersenyum pada dokter nya.
Setelah cukup lama berbincang dengan dokter meminta sebuah saran pada nya aas kehamilan istrinya, mereka pun pergi dari rumah sakit, mereka memilih memasuki sebuah supermarket untuk membeli sesuatu.