
"Hmm aku mengerti. " Balasnya dengan terdiam. Dalam benaknya banyak sekali pertanyaan. Namun tidak bisa ia utarakan, karena dia pun belum yakin dengan apa yang ia pikirkan.
"Tidurlah, ini sudah sangat malam, ingat jangan pikirkan apapun ok!" Ujar Marcel pada Nara.
Nara mengangguk. "Jika kau sudah mendapat informasi lagi, kau harus ceritakan semuanya padaku.!" Pinta Nara membuat Marcel mengangguk.
"Peluk aku hubby." Lanjutnya sambil membaringkan dirinya, dengan Marcel yang mengikuti keinginan istrinya, memeluk nya, hingga ia tertidur.
Maaf sayang. Aku tidak janji, akan bisa ceritakan semuanya. Aku takut kau akan kepikiran dan membuatmu bersedih.
Setelah memastikan istrinya tertidur, Marcel perlahan melepas pelukan nya, menjauh dari Nara dan dengan perlahan ia pun turun dari ranjang.
Sesuai dengan apa yang di katakan Marcel sore tadi, jika dia dan Gio akan membahas apa yang sudah Gio temukan. Marcel melangkah keluar dari kamar dan berjalan menuju ke kamar Gio.
Gio yang sedang menunggu Marcel, dengan laptop yang ada di hadapannya, di sebuah meja kotak memanjang, dengan dua kursi yang saling berhadapan.
"Istrimu sudah tidur?" Tanya Gio yang melihat Marcel masuk kedalam kamar nya.
Marcel tidak langsung menjawab pertanyaan Gio, ia menduduki dirinya lebih dulu di atas kursi yang berhadapan dengan Gio. "Hmm jika belu. aku tidak akan datang kemari menemui mu!" Jawab Marcel membuat Gio tersenyum tipis.
__ADS_1
"Aku hanya memastikan saja, dan lagi aku khawatir dia akan mendengar ini, karena mungkin akan membuat emosi nya meledak juga bersedih, ah mungkin kau juga!" Balas Gio membuat Marcel mengerutkan keningnya bingung.
Gio tersenyum melihat Marcel bingung, ia memencet sebuah tombol enter dan terdengar suara rekaman, Erick dengan istri dan anaknya, yang menceritakan masa lalu, mengenai dirinya dan ayah dari Nara, Kenzo.
Marcel menyimak nya dengan serius, meski ia sedikit terkejut karena Gio bisa mendapatkan rekaman ini, awal nya mereka sudah tahu jika ini tentang balas dendam, namun setelah Marcel mendengar perkataan Erick melalui rekaman ini, semua nya menjadi jelas, jika ini murni sebuah kebencian Erick dengan apa yang di lakukan oleh ayah nya sendiri, atau kakek Nara karena kelakuan Masa laluku ibunya, sebuah kebencian yang menjadi sebuah ke serakahan untuk menguasai hak yang harus nya Nara miliki.
"Ck, bedebah sialan, Nara tidak tahu apapun, mengapa dia bisa sekeji ini, bahkan dengan mudahnya menghilangkan dua nyawa manusia untuk mendapat harta, pantas saja, tidak ada berita mengenai keluarga Wijaya yang memiliki dua orang anak, mungkin karena Erick juga sudah menutup semua informasinya. " Marcel dengan kemarahan nya setelah mendengar rekaman yang Erick dapatkan, kedua tangannya terkepal kuat, karena istri nya menjadi objek balas dendam yang menurutnya hanya omong kosong, kesalahan ibu nya, yang membuat ayahnya tidak terlalu menghiraukannya, membuat ia membalas dan memperlakukan pada Nara persis apa yang ia alami dulu.
Gio mengangguk. "Sepertinya dia menghapus semua jejak, menenai Kenzo dan Selena, hingga tidak akan ada yang mengetahuinya, terlebih kakak dari Selena yang membantunya." Ucap Gio membuat Marcel terdiam dan menatap Gio.
"Tidak, ada seseorang yang seharusnya tahu mengenai hal ini. Pengacara Ferry!" Jawab Marcel membuat Gio tersenyum.
Marcel mengangguk semangat. "Cari dia sampai ketemu, hanya dia harapan kita saat ini, untuk membuat Erick dan Anaya masuk ke dalam penjara, juga semua informasi yang kita perlukan, mereka harus mendapatkan hukuman dengan apa yang sudah mereka lakukan, bagiku, pembunuh tidak ada tempat di bumi ini, mereka keja dan licik !" Ucap Marcel.
Gio mengangguk. "Aku akan lakukan dengan cepat, dan mengenai Kendrik, dia sudah mendapat informasi tempat tinggal keluarga mona Nara di sana,, hanya saja dia cukup kesulitan untuk bertemu, karena penjagaan yang cukup ketat."
Marcel tersenyum. "Baguslah, beri tahu Kendrik, jangan temui mereka di kediamannya, namun temui mereka di perusahaan, jika di kediamannya, itu akan membuat kakak dari Ibu istriku mengetahuinya dan pinta Kendrik untuk menyelidiki menegenai keluarga Nara, terutama paman nya yang bekerja sama dengan Erick." Ujar Marcel pada Gio.
"Baiklah, aku mengerti aku akan segera untuk menjalan rencana ini, namun aku ingin meminta maaf padamu, setelah akhir minggu ini aku akan kembali ke jakarta, kau tahu bukan aku akan menikah dengan Sisca, aku harus segera berangkat ke Bali, aku janji setelah semua selesai aku akan segera kembali, dan untuk kemanan disini, paman Drax akan datang kemari menggantikan ku, dan membawa beberapa pengawal lagi untuk berjaga disini." Jelas Gio dengan rasa todam enak hati, karena di tengah suasana yang tengang, ia harus tidak berada di sisi Marcel.
__ADS_1
Marcel tersenyum."Tidak apa, selagi kau mengabdi pada kelurga ku, kau juga harus mementingkan hidup mu, santai lah, bukankah aku sudah beri waktu kau 2 minggu, untuk kau bisa mengajak Sisca berbulan madu, bahagiakan dia, itu adalah momen yang di tunggu para wanita, karena setelah itu kau akan sibuk dengan pekerjaanmu lagi." Jelas Marcel membuat Gio mangngguk senang, kelurga Admaja memang tidak pernah egois dengan bawahan nya, atau bisa di kata semena - mena, justru mereka mengedapan kan kehidupan bawahan mereka, selagi pekerjaan nya tidak terbengkalai,
"Terimakasih Marcel." Ucap Gio bersyukur karena Marcel mengerti akan dirinya.
"Hmm, maaf jika nanti aku tidak hadir kepernikahan mu nanti, kau mengerti bukan istriku tidak bisa pergi jauh - jauh dulu apa lagi menaiki pesawat, meski boleh namun aku tidak ingin dia kelelahan." Ucap Marcel.
"Aku mengerti, lagi pula itu akan membuat nya tidak aman, jadi kalian tidak perlu datang cukup doakan saja kami. "Balas Gio.
Marcel mengamgguk." Oh ya persiapakan pengawalan untuk sabtu ini, aku dan Nara akan menghadiri pernikahan Amara, istriku memaksa untuk hadir dan juga dia ingin menemui sahabatnya Citra."
"Aku akan segera siapkan."
"Kau yakin, kau yang memutuskan pergi ke korea, menemui CEO Kim Meesya. Kim Ye Joon ?"
"Hmm, aku yakin siapkan penerbanganku di hari minggu, karena mungkin itu satu-satu cara agar aku mudah mencari informasi, karena kurasa ini cukup Rumit Gio, Kim Ye Joon jika benar dia adalah kakek dari istriku." Ucap Marcel.
"Hmm benar, lalu bagaimana dengan istrimu?" Tanya Gio.
"Ku rasa dia akan mengerti, beritahu dia jika aku ada perjalanan bisnis ke luar kota jangan biarkan di tahu aku pergi ke korea." Ucap Marcel pada Gio.
__ADS_1
Gio mengangguk mengerti. " Apa Reno akan menemanimu, lalu bagaimana ayahmu ?"