
Beberapa menit kemudian, Selly bundanya Aiga sudah sampai di sekolahnya Aiga, dan langsung menemui Aiga yang sedang istirahat di UKS. setelah itu mereka menuju ke ruang Kepala Sekolah untuk izin pulang lebih awal, dan mengizinkannya karena wajah Aiga terlihat pucat.
Setelah menempuh kurang lebih 20 menit mereka sampai dirumahnya. Aiga langsung menuju ke kamarnya untuk istirahat, sedangkan Selly langsung menghubungi suaminya untuk memberitahukan bahwa Aiga tadi pingsan disekolahnya, dan memintanya agar segera pulang dari kantornya.
20 menit kemudian, Dendi (suami Selly dan ayah dari Aiga) datang dan langsung menuju kamar putrinya. setelah membuka pintu kamar putrinya pelan terlihat Aiga sedang tidur dan Dendi menutup kembali pintunya.
Namun mencari Istrinya yang ternyata ada di dapur menyiapkan makan siang bersama bi Dini
"Bunda" panggil Dendi
Seketika Selly menoleh kearah yang memanggilnya dan langsung menghampirinya sambil menyalami tangannya.
"Ayo kekamar, aku ingin bicara," Ajak Dendi ke istrinya
"Baiklah" jawab datar Selly
"Bi. Tolong lanjutkan yaa masaknya. saya tinggal dulu" pinta Selly ke pembantunya
"Baik nya" jawab Bibi sopan
Sesampainya di dalam kamar Dendi langsung menanyakan kenapa Aiga bisa pingsan disekolah, namun Selly masih belum bisa menjawab karena memang masih belum tau kenapa putrinya bisa pingsan
__ADS_1
"Mungkin Rinda tau Yah, nanti kita telfon saja ketika sudah jam pulang sekolah."
"Kenapa tadi tidak tanya ke pihak sekolah Bun?"
"Bunda tadi sudah tanya Yah, tapi pihak sekolah juga tidak tau, karena pada saat Aiga Pingsan bahkan dilarikan ke UKS tidak ada siswa yang melapor"
"Terus, apa bunda periksakan dia ke dokter?"
"Dia gak mau Yah, "
"Tuh anak, selalu saja seperti itu"
"siapa lagi yang mewariskan sifat seperti itu ke dia?"
"Tapi bener kan yah?"
"Iyaa, Bunda selalu benar, gak pernah salah dimata ayah"
Setelah perbincangan itu, mereka berpisah untuk melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Bunda melanjutkan masakannya, sedangkan ayah pergi ke supermarket terdekat untuk membelikan camilan kesukaan Aiga dan Ridho, takut Aiga tidak nafsu makan dan juga takut kalau Ridho cemburu sosial
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 12 siang, setelah selesai melakukan segala aktifitasnya masing-masing. Bunda Selly menuju ke kamar Aiga. setelah didapati Aiga masih tertidur, Bunda Selly merasa ada keanehan dengan putrinya. Didekati dan disentuh kening putrinya itu, ternyat demam tinggi. dan langsung lari keluar memanggil suaminya
"Ayah.. Ayah.. " Teriak Bunda Selly cemas
"Ada apa Bun?" jawab Ayah Dendi melihat kecemasan bunda Selly
"Aiga Yah...ayo kesana" rengek Bunda Selly
Dendi langsung menuju ke Aiga berbaring, dan menyentuh kening puterinya yang sedang demam. "Ambilkan air untuk mengompres dan ambilkan juga kotak obat beserta makanan dan minuman" Perintah Dendi dengan khawatir
Sedangkan Selly dengan tergesa-gesanya minta tolong bibi ambilkan makanan dan minum untuk Aiga, sedangkan Selly mengambil pengompresan
Setelah demamnya turun, Langsung Dendi menyuapi Aiga makanan dan minuman beserta obatnya, dan Aiga tertidur kembali
"Yah.. " panggil bunda Selky
"sebaiknya Ayah jemput Ridho sekarang, ini jam pulang sekolahnya Ridho. kasihan kalau dia nunggu lama" sambung Bunda Selly
"baiklah, Bunda jaga Aiga yaa..ayah berangkat jemput Ridho sekarang" pamit ayah Dendi
"iya Yah. hati-hati dijalan" sahut bunda Selly
__ADS_1
Dendi berangkat menjemput Ridho disekolahnya, sedangkan Selly menjaga Aiga sewaktu-waktu Aiga membutuhkannya