Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah
Windy Kecewa


__ADS_3

Kilauan lampu yang gemerlap di ballroom hotel yang telah di-booking oleh Tuan dan Nyonya Robby menambah indah suasana malam itu.


Windy memasuki ruang ballroom bersama kedua orang tuanya, Tuan dan Nyonya Robby.


Ruang ballroom hotel berbintang tersebut sudah didekorasi menjadi ruang pertemuan sekaligus ruang makan malam yang sangat mewah dan berkelas.


Tuan Robby mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk membuat acara dinner di malam itu berlangsung sukses.


Tuan Wishnu dan keluarganya bukanlah sosok yang bisa dianggap remeh, meskipun Tuan Robby dan Tuan Wishnu adalah teman dekat sejak dulu.


Tuan Wishnu memang berasal dari keluarga yang sederhana. Tuan Robby sangat paham hal itu.


Tetapi melihat sepak terjang dan perkembangan karir yang digeluti Tuan Wishnu saat ini membuat Tuan Robby memperlakukan CEO sukses itu dengan perlakuan yang sangat spesial.


Oleh sebab itu, makan malam kali ini benar-benar diatur semewah mungkin. Tuan Robby ingin menjamu tamu spesialnya itu dengan semaksimal mungkin.


Windy dan Nyonya Robby masuk ke ballroom. Mereka melangkah dengan anggun.


Windy terlihat cantik sekali. Gaun berwarna dusty pink yang dikenakannya terlihat sangat mewah akibat pantulan cahaya lampu di ballroom tersebut.


Tuan Robby menyusul di belakang istri dan puterinya. Seorang petugas hotel dengan sigap menghampiri Tuan Robby. Kedua pria itu terlihat bercakap-cakap dengan serius.


Windy duduk manis. Jantungnya berdebar-debar. Dia sedang menebak-nebak sendiri kira-kira bagaimana penampilan Tuan Muda Anthony malam ini.


"Hihihihhh... Dia pasti tampil maksimal malam ini!" Windy membatin riang.


Sambil menunggu kehadiran tamu spesial mereka yakni Tuan Wishnu dan keluarganya, Windy menghabiskan waktu dengan memotret setiap sisi ballroom.


Setelah puas dengan hasil jepretannya, Windy melakukan siaran langsung di akun Instagram-nya.

__ADS_1


Beberapa temannya langsung ikut bergabung. Windy semakin semangat memamerkan suasana di sekelilingnya.


"Nanti aku share ya fotonya! Dia bener-bener keren loh!" Seru Windy bersemangat.


"Cowok paling tajir di kota ini! Hihihihhh..." Windy cekikikan sendiri.


Windy terus saja keasyikan ngoceh dengan teman-temannya. Nyonya Robby akhirnya memberi tanda pada Windy agar menyudahi ocehannya itu karena Tuan Wishnu telah tiba dan sebentar lagi akan memasuki ballroom.


"Windy, sudah cukup!" Hardik Nyonya Robby setelah sekian lama Windy mengabaikan mamanya.


Windy menoleh dan wajahnya terlihat tidak senang karena aktivitasnya diganggu.


"Apaan sih, ma..." Tukas Windy.


"Itu... Tuan Wishnu dan keluarganya sudah tiba di bawah. Sebentar lagi mereka akan memasuki ruangan ini." Nyonya Robby mengingatkan Windy.


"Oh... Iya, ma." Sahut Windy cepat.


"Hemmm... Aman!" Dia menggumam dalam hati setelah melihat riasan di wajahnya masih melekat dengan sempurna.


Windy memasukkan kembali cermin kecil itu ke dalam clutch-nya. Sebentar-sebentar dia melirik ke arah pintu masuk ballroom. Berharap segera melihat Tuan Muda Anthony.


Pintu ballroom terbuka! Akhirnya tamu spesial yang ditunggu-tunggu telah tiba!


Terlihat Tuan Wishnu masuk ke dalam ruangan ballroom sambil menggandeng tangan Nyonya Wishnu.


Pintu ballroom kembali ditutup. Tuan Robby langsung menyambut Tuan Wishnu dan istrinya.


Kedua pria hebat itu saling berpelukan. Tuan Robby menepuk-nepuk pundak Tuan Wishnu dengan lembut.

__ADS_1


"Selamat datang kembali ke Indonesia!" Sapa Tuan Robby.


"Hahaha... Maaf membuatmu menunggu!" Ujar Tuan Wishnu.


"Aku selalu senang menunggumu, sobat!" Balas Tuan Robby sambil menepuk-nepuk pundak Tuan Wishnu.


Nyonya Robby langsung mendekati Nyonya Wishnu. Kedua wanita itu terlihat berpelukan dan saling bercanda.


"Eh... Kalian hanya datang berdua saja?" Tanya Nyonya Robby setelah menyadari tidak ada sosok Tuan Muda Anthony di sekitar mereka.


"Iya... Doni sedang beristirahat... Dia kelelahan sekali beberapa hari ini..." Sahut Nyonya Wishnu.


"Ohhh... Hemmm..." Nyonya Robby menggumam.


"Tadi juga sudah mulai demam... Aku mengkhawatirkan kesehatannya." Sambung Nyonya Wishnu.


"Iya, tidak apa. Semoga Doni segera sehat kembali. Dia butuh istirahat yang cukup." Ujar Nyonya Robby sambil melirik sekilas ke arah Windy.


Raut wajah Windy langsung berubah menjadi muram. Windy tidak percaya, bisa-bisanya Tuan Muda Anthony tidak hadir malam ini. Bagaimana mungkin?! Tidak! Windy sangat kecewa.


Nyonya Robby ingin bicara dengan putrinya, tetapi Nyonya Wishnu terus saja mengajak dirinya ngobrol. Nyonya Robby merasa sungkan jika harus mengabaikan temannya itu.


"Eh... Windy! Dia cantik sekali malam ini." Puji Nyonya Wishnu.


Nyonya Robby tersenyum simpul. Wanita itu memanggil Windy agar duduk di dekat mereka.


"Benar kan namanya Windy?" Nyonya Wishnu memastikan lagi.


"Aku sudah mulai pelupa sekarang... Jadi maafkan aku jika aku salah..." Ujar Nyonya Wishnu.

__ADS_1


"Hahaha... Kamu tidak salah, Anne!" Seru Nyonya Robby.


Windy menghampiri mamanya dan bersalaman dengan Nyonya Wishnu.


__ADS_2