Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah
Meeting Pertama Tuan Muda


__ADS_3

Doni baru saja meletakkan punggungnya bersandar di sofa di dalam ruang kerjanya. Dia merasa sangat tidak enak hati membiarkan Amanda pulang sendirian siang ini.


Sedikit rasa lega menghampirinya ketika menerima pesan di WA dari Amanda.


"Dia ingat aku... Hemmm..." Doni menggumam pelan.


Semburat senyum bahagia terpancar di wajahnya yang tampan. Diam-diam Doni merasa ke-geeran.


"Tuan Muda, Nona Amanda sudah naik angkot." Lapor Tuan Alfred melalui WA.


"Ikuti dia. Tolong dipastikan dia aman sampai ke rumahnya." Perintah Doni.


"Siap, Tuan Muda." Balas Tuan Alfred.


Doni menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Dia meyakinkan dirinya bahwa Tuan Alfred adalah seorang sekretaris pribadi yang bisa diandalkan.


Tidak mungkin papanya salah pilih orang. Doni sangat mengenali karakter papanya yang tidak mudah percaya pada orang asing. Jadi, Tuan Alfred adalah orang pilihan. Pastilah bukan orang sembarangan dan pasti bisa diandalkan.


"Tuan Muda, Nona Amanda sudah tiba di rumahnya." Lapor Tuan Alfred setelah lebih dari setengah jam berlalu.


"OK. Terima kasih, Tuan Alfred." Doni dengan cepat mengetikkan balasan.


"Siap, Tuan Muda. Makan siang anda akan diantarkan sebentar lagi. Dua puluh menit lagi kita meeting dengan team ahli dari dinas pertambangan kota." Tuan Alfred mengingatkan agenda yang harus dilaksanakan oleh Doni.


"OK. Saya akan bersiap-siap." Balas Doni.


Seorang karyawan mengetuk pintu. Doni mempersilahkan karyawan tersebut masuk dan meletakkan menu makan siang di atas meja.


Setelah sang karyawan keluar dari ruangan, Doni bergegas menyantap menu makan siangnya. Setelah itu dia berganti pakaian.


"Saya sudah standby di ruang meeting, Tuan Muda." Tuan Alfred kembali melaporkan posisi terkininya.


Tuan Alfred betul-betul sigap. Baru saja dia membuntuti Amanda pulang sampai ke rumah. Namun dengan cepat, Tuan Alfred sudah standby kembali di Perusahaan Tanaka Mining, Co. Ltd.


"OK. Tolong dipersiapkan semuanya, Tuan Alfred." Perintah Doni.


"Siap, Tuan Muda." Balas Tuan Alfred.

__ADS_1


Smartphone Doni berdering. Sebuah panggilan masuk dari Nyonya Martha.


"Halo, Nyonya Martha." Sapa Doni.


"Iya. Halo, Tuan Muda Anthony. Apakah anda saat ini ada di ruangan?" Tanya Nyonya Martha.


"Ya, saya di ruangan." Sahut Doni.


"Baik, Tuan Muda. Team ahli dari dinas pertambangan kota telah tiba. Saat ini mereka ada di ruangan saya." Lapor Nyonya Martha.


"OK, Nyonya Martha. Silahkan arahkan mereka ke ruang meeting. Sebentar lagi saya akan menuju ke sana." Doni memberi instruksi.


"Baik, Tuan Muda." Ucap Nyonya Martha sebelum mengakhiri obrolan mereka.


Doni mematut diri di cermin. Dia merapikan jas dan dasinya, mengambil laptop, dan bergegas ke luar ruangan dan menuju ke ruang meeting untuk bertemu tamu penting siang ini.


Doni melangkah dengan tegap, membuat beberapa karyawan yang berpapasan dengannya terkesima dan terpana.


Dua orang gadis muda yang bekerja di bagian humas baru saja berpapasan dengan Doni. Mereka saling berbisik di belakang Doni.


"Hei... Bukannya itu Tuan Muda Anthony?" Bisik gadis berambut pendek dan keriting.


"Iya! Dia bahkan lebih tampan dari Tuan Besar!" Puji gadis berambut pendek dan keriting.


"Wahhh... Aku jadi makin semangat kerja kalau punya boss muda dan setampan itu!" Ujar gadis satunya lagi dengan mata berbinar-binar.


Kedua gadis itu tergelak bersama. Mereka sekali lagi menoleh ke arah Doni yang berdiri di depan pintu lift.


"Wowww... Damage!" Desis mereka serempak.


Doni tidak mau ambil pusing soal itu. Dia sudah terbiasa dikagumi oleh banyak wanita. Justru dia merasa heran sendiri mengapa Amanda sama sekali tidak memperlihatkan ketertarikannya pada Doni.


"Apa aku masih kurang tampan buat dia?" Doni bertanya-tanya dalam hati sembari menunggu pintu lift terbuka.


Sesaat kemudian pintu lift telah terbuka, Doni masuk ke dalam lift yang akan membawanya naik menuju lantai atas.


"Sebenarnya cowok seperti apa sih yang dia sukai? Hemmm..." Doni membatin sendiri.

__ADS_1


Pintu lift terbuka lagi. Doni keluar dari lift dan berjalan menuju ruang meeting.


Beberapa karyawan dengan posisi penting tersenyum dan memberi hormat kepada Doni. Ia membalas dengan anggukan pelan dan berwibawa.


"Selamat siang, Tuan Muda." Sapa Nyonya Martha sambil sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.


Semua yang ada di ruang meeting serempak bangun dan memberi hormat kepada Doni. Tuan Alfred langsung mengambil posisi di dekat Doni.


Nyonya Martha lalu mempersilahkan para tamu dan semua karyawan yang sudah hadir untuk duduk kembali.


"Selamat siang, bapak-bapak yang kami hormati. Khususnya team dari dinas pertambangan kota." Nyonya Martha mengucapkan salam pembuka.


Nyonya Martha tersenyum anggun dan melanjutkan kalimatnya, "Terima kasih atas kunjungan anda semua di perusahaan kami. Semoga kerja sama yang baik akan terus berlanjut di antara kita."


Hampir semua peserta rapat menganggukkan kepala mereka, sebagai bentuk tanda persetujuan dengan kata-kata Nyonya Martha.


"Mohon izin memperkenalkan, Tuan Muda Anthony Rafsanjani, hari ini akan menggantikan Tuan Wishnu dalam memimpin rapat ini." Nyonya Martha memperkenalkan Doni kepada seluruh peserta rapat.


Setelah melihat suasana di ruang rapat masih tenang, Nyonya Martha lalu memutuskan untuk segera memulai rapat.


"Untuk mempersingkat waktu, kiranya rapat akan segera kita mulai ya, bapak-bapak. Kepada Tuan Muda Anthony, waktu dan tempat kami persilahkan." Ucap Nyonya Martha sopan.


Doni menegakkan duduknya. Dia menduduki kursi terbesar di ruangan itu yang biasa diduduki oleh papanya.


Dia terlihat gagah sekali. Aura kepemimpinan sudah terlihat jelas pada dirinya. Para tamu dari dinas pertambangan kota tersebut tidak menyadari sedikitpun bahwa Doni masih sangat belia.


"Terima kasih, Nyonya Martha." Ucap Doni sebelum memulai kata-kata pembukaan selanjutnya.


Doni lalu memulai rapat dan diskusi tentang program kerja sama yang akan dilaksanakan oleh PT. Tanaka Mining, Co. Ltd. dengan dinas pertambangan kota dalam waktu dekat ini.


Ada beberapa kebijakan baru dari pemerintah kota yang disampaikan oleh team dinas pertambangan. Doni dan seluruh unsur penting dalam perusahaan menyimak dengan seksama.


Tentu saja setiap kebijakan perusahaan tidak boleh melangkahi kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.


"Mungkin itu beberapa hal yang dapat kami sampaikan..." Salah satu dari team dinas kota mengakhiri presentasinya.


Nyonya Martha mengangguk penuh wibawa. Doni terlihat tenang dan sedikit berdiskusi dengan Tuan Alfred.

__ADS_1


Para tamu dari dinas pertambangan kota tidak bisa menyembunyikan kekaguman mereka ketika melihat dua sosok pemuda tampan di ruangan itu.


Mereka merasa seperti berada di ruangan syuting. Ya, mereka seolah melihat artis sedang akting rapat kerja di ruangan tersebut. Tuan Muda Anthony dan Tuan Alfred dengan segala ketampanan yang mereka miliki betul-betul membuat semua orang terpesona jika melihatnya.


__ADS_2