
"Ayah dan bunda dengar kan, Kakak nyebut Adek siapa?
Dan siapa Kak Reza. Pasti pacarnya kak Aiga"
Nyerocos Ridho sambil mengeraskan volume telfonnya yang asik mengerjai kakaknya
Aiga yang mendengar bahwa itu suara Ridho dan menyebut Ayah dan bundanya melotot kaget dan langsung mematikan telfonnya.
"mati aku.. Ridhooo.. awas kau," Teriak Aiga..
Lalu Aiga keluar kamar mencari Ridho dengan marahnya ke penjuru ruangan. Dan saat ditemui diruang keluarga, Aiga langsung menuju kesana dan menjewer telinga Ridho..
"duh. duh. Ampun kak... ayah.. bunda tolong aku" Jerit Ridho
Lalu Aiga melepaskan tangannya yang menjewer adiknya.
"Nih anak. gak ada kerjaan lain apa yaa selain ngusili aku." guman kesal Aiga
"Ish. mentang-mentang sudah sembuh dadi demamnya, main jewer ajah. Makanya belajar, jangan pacaran.. hahahahahah" usil Ridho
__ADS_1
"aduh. aduh.. sakit kak. nanti kalau gak punya telinga lagi gimana?" seru Ridho yang kembali dijewer oleh Aiga
"Biarin. Suruh siapa ngerjai kakak." jawab nada kesalnya Aiga
Sedangkan Dendi dan Selly hanya menggelengkan kepala sambil melihat tingkah kedua anaknya yang selalu bersifat layaknya anak berusia balita yang sering bertengkar
"Kakak. Lepaskan Adek doong. Kasian tau.." Pinta Bunda Selly
"Tapi bunda, Anak ini butuh dihukum biar gak kurang ajar ke yang lebih tua" ujar Aiga yang masih kesal, namun perlahan melepaskan jewerannya
"Kakak, adek. Sini duduk." Pinta ayah Dendi
"Dia Kakak kelasku Yah, dia yang tadi nolong aku waktu pingsan di sekolah dan membawaku ke UKS, dia nelfon aku tadi hanya nanya kabarku pakai nomor baru. karena sebelumnya aku dan dia memang gak pernah berkomunikasi.
Ayah dan bunda percaya kan?" Jelas Aiga yang takut kalau ayahnya marah
"Gara-gara adek sih.. nelfon pakai nomor baru juga, ya aku kira kak Reza" imbuh Aiga dengan nada kesalnya
"Dan adek tadi ngapain nelfon kakak dengan nomor tak dikenal? memangnya kartumu kemana nak?" tanya bunda Selly
__ADS_1
"Aku gak ada niat ngusili kak Aiga bun
.Aku yang ngechat itu beneran. Aku kangen kumpul seperti ini. Karena biasanya ayah kan sibuk di ruang kerjanya. Ya aku gunakan momen inilah dengan nelfon kak Aiga untuk turun bergabung. Tapi kakak malah nyerocos kayak gitu tanpa tanya siapa tapi langsung ngeclaim seseorang kalau aku ini Kak Reza.
Sekarang siapa yang salah? dan siapa yang dihukum? Dan kartuku sengaja ganti karena banyak cewek-cewek yang sering nelfon malam-malam ganggu belajarku. ini aku beli tadi siang nitip ke teman" Ujar Ridho menjelaskan yang sebenarnya..
"maafin kakak ya dek.. habis.. kakak kesal kalau ada yang ganggu belajarnya kakak" ucap nyesal Aiga sambil memeluk Ridho
"Kalau yang ganggu itu aku kakak kesal, tapi kalau teman kakak siapa dah namanya aku lupa malah gak nyesel" ujar Ridho mengusili Aiga setelah melepaskan pelukannya
"Ridhooooo" Teriak Aiga.
"Ampun deh, ampunn" sambil melipat tangan tanda minta maaf dengan wajah memelasnya Ridho
"Sudah. sudah.. kalian sana gih tidur, sudah malem.. bunda dan ayah juga mau tidur sudah ngantuk. " Ujar Bunda Selly melerai perdebatan Ridho dan Aiga
"Terima kasih yaa, Sudah menjadi anak Ayah dan bunda yang Sholeh, baik, pintar, dan yang membanggakan" Tambah Ayah Dendi dengan sunggingan senyumnya
"Iya ayah. aku ke kamar dulu" Pamit Aiga sambil mencium pipi ayah dan bundanya
__ADS_1
"aku juga" ucap Ridho yang tak mau kalah dengan Aiga yang mencium pipi orangtuanya.