
Didalam UKS, tempat dimana Imron membawa seorang siswi yang jatuh di lorong menuju halaman sekolah. Aiga yang menyusulnya langsung membuka sepatu dan kaos kakinya
"Kakimu bengkak. Sebentar aku ambilkan minyak oles." Ucap Aiga sambil melangkah ke tempat P3K mengambil minyak oles dan mengoleskannya pada kaki tersebut
"Biar saya saja Ga.." Pinta siswi tersebut yang tak enak hati ke Aiga
"Gak apa.. " jawab Aiga sambil mengolesi kakinya dengan minyak oles.
"Gimana? sudah mendingan? " Tanya Aiga yang selesai mengoles kakinya
"Iya.. Terima kasih yaa" jawab Siswi tersebut sambil tersenyum
"Kamu kenapa sampai bengkak gitu kakinya?" Tanya Rinda kepo
"Tadi gak sengaja Kak Fani nginjak tali sepatuku yang lepas. hingga aku terkilir seperti ini" Jelas Siswi tersebut ke mereka semua
"Mak Lampir lagi" Geram Rinda
"Za.. cewek loe keterlaluan banget yaa.. kemarin Aiga yang dibuat bulan-bulanan. Sekarang Aiga ada Dela dan Dion malah lanjut ke Clara. Habis clara siapa lagi ntar? " Ujar kesal Rinda melihat teman sekelasnya di buat mainan oleh Fani.
"Sory.. gue udah gak ada hubungan lagi dengan dia Rin. gue udah punya cewek lain. Dia jauh lebih cantik dan baik dari Fani." Sangkal Reza sambil ngelirik ke Aiga namun tidak dihiraukan oleh Aiga
__ADS_1
"Tapi tetap loe harus tegasin dia. biar gak semena-mena lagi ke orang" tegas Rinda ke Reza dengan nada tidak terimanya
"sudah gue bilang, kita sudah putus." Reza ngeyel
"Dia gak akan tinggal diam sebelum apa yang diingankan tercapai" sambung Aiga yang ikut nimbrung
"Terus gue harus gimana" Tanya balik Reza ke Aiga
"Hadehh. gak gentle banget sih jadi cowok. gitu saja masih nanya harus gimana." sindir Dela ke Reza.
"Masalahnya gue gak mau nyakitin perasaan cewek gue" jawab ketus Reza dengan nada tingginya yang membuat Aiga tersipu malu namun masih ditahan agar yang lain tidak tau hubungannya
"Biar besok saya yang nanganin. kalian tenang saja" ucap Dion yang mulai berempati
Sejenak mereka terdiam mencari solusi bagaimana Fani tidak menindas lagi. Setelah beberapa menit kemudian Aldo memecahkan keheningan
"Gue punya ide" Lerai Aldo
"Apa?" Tanya semunya kompak
"Del. Yon. biasa aja tuh muka napa sih. Nanti cantik dan tampannya hilang lagi. yaa meskipun lebih tampan gue" goda Aldo ke Dela dan Dion
__ADS_1
"huuuuuu" sorak semuanya, tapi tidak dengan Dela dan Dion. mereka malah natap Aldo dengan wajah garangnya
"Ok. ok.. yuk pulang" jawab Aldo dengan cengingisan
"Aldooooooo" teriak semua siswa yang ada di UKS kepada Aldo dengan kesal seakan-akan mau menerkan aldo
"Guys.. kita gak mungkin bahas disini. liat jam berapa sekarang. kalian mau terkurung disini tah?" jelas Aldo agar gak di terkam oleh mereka. Sontak semua melihat jam tangan dan terkejut
"Alamakkkk" (Ilham)
"Guys.. ayo cepat lari ke gerbang. ini sudah jam ditutup gerbangnya" teriak Ilham..
Semua berlari ke arah gerbang, tapi tidak dengan Clara. Dia yang mulai merasa sedikit berkurang sakitnya, mulai menurunkan kakinya.
"Eh. Tungguuu" Teriak Clara
Mereka yang mendengar teriakan langsung berhenti dan menoleh ke belakang.
"Clara...." Teriak mereka yang baru teringat clara
"Kalian pergi saja ke gerbang dulu. biar gue, Aiga, dan Dela yang mapah Clara. Halangi pak satpam agar gerbangnya ditutup" Titah Rinda ke semuanya
__ADS_1
"Ok." para cowok lari ke arah gerbang. sedangkan para cewek ke arah Clara. Aiga dan Dela memapah Clara yang masih pincang. Sedangkan Rinda membawa tas Clara