Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah
Sang Pemenang


__ADS_3

"Yesss!!!" Ryan berseru penuh semangat ketika membuka sebuah e-mail yang masuk di kotak masuk Gmail-nya.


E-mail tersebut dikirimkan oleh panitia lomba menulis essay dari SMA Negeri 10. E-mail itu berisikan pengumuman pemenang lomba menulis essay.


Tiga juara telah ditentukan oleh panitia setelah melewati proses seleksi yang panjang dan rumit.


Ryan terlihat puas sekali melihat namanya tertera di peringkat pertama. Ya, dia menjadi juara pertama pada perlombaan tersebut.


"Hahaha... Ternyata aku berbakat juga di bidang tulis-menulis!" Ryan tertawa renyah.


Dia meletakkan ponselnya. Sejak tadi dia membuka e-mail yang masuk itu melalui ponselnya.


Dia menyeruput secangkir teh melati hangat yang khusus disajikan oleh Bu Sur untuknya. Teh melati tersebut mengeluarkan aroma melati yang khas dan harum. Aroma itu membuat fikiran Ryan menjadi lebih rileks.


Sejenak dia mulai memikirkan kembali beberapa hal yang dialaminya tadi di sekolah. Hari demi hari terasa begitu berat sekarang ini.


Rasanya ini semua terlalu berlebihan. Ryan merasa dirinya sebagai siswa tahun pertama di SMA Adhyaksa sudah merasa lelah sekali. Ia berfikir mengapa dirinya seperti seorang mahasiswa.

__ADS_1


Seabreg tugas dan PR tidak pernah berhenti diberikan oleh para guru. Kurikulum seolah berjalan begitu cepat. Beberapa hari belajar materi ajar, tidak lama kemudian para siswa harus langsung menghadapi ulangan-ulangan harian yang sangat menguras tenaga dan fikiran.


Belum lagi sebagian siswa yang kurang beruntung dan gagal di dalam ujian ataupun ulangan dari setiap mata pelajaran, mereka harus mengikuti remedial atau ujian ulangan pada hari berikutnya. Tentu saja itu benar-benar melelahkan.


Ryan sebagai seorang siswa yang memiliki kemampuan kognitif di atas rata-rata pastinya tidak pernah bermasalah dalam setiap kegiatan pembelajaran di sekolah. Ia tidak pernah menjalani ujian remedial.


Namun hal itu bukan berarti Ryan tidak merasa penat dan kelelahan. Dia sering kali merasa bosan dengan kewajiban untuk fokus belajar setiap hari.


Oleh karena itu, Ryan mulai berfikir untuk menghabiskan waktu akhir pekan nanti dengan cara dan suasana yang berbeda.


"Hemmm... Sepertinya aku butuh healing..." Gumam Ryan.


Ada banyak pilihan rencana yang menarik. Tetapi sepertinya menghabiskan waktu sendirian bukanlah solusi yang terbaik.


Mengajak adiknya, Rudy, bukanlah hal yang tepat. Rudy biasanya sulit sekali diajak keluar di akhir pekan. Rudy lebih suka menghabiskan waktu akhir pekannya dengan teman-teman sepermainannya.


"Hemmm..." Ryan menggumam lagi sambil meraih smartphone-nya.

__ADS_1


"Runner up... Hemmm... Dia lumayan juga!" Desis Ryan sambil tersenyum tipis.


Mata Ryan menatap puas nama Amanda yang tertera langsung di bawah namanya. Amanda adalah juara kedua pada perlombaan menulis essay yang mereka ikuti beberapa waktu yang lalu.


Kenyataan bahwa Amanda bisa menjadi juara kedua sebenarnya cukup membuat Ryan kaget. Sejujurnya Ryan tidak pernah membayangkan bahwa Amanda hampir bisa menyaingi kemampuannya di dalam menulis essay.


Ryan masih ingat sekali bahwa Amanda terlihat sangat bekerja keras untuk membiasakan dirinya dalam pembelajaran menulis essay bersama Coach Winny.


"Dia memang cewek yang pintar..." Ryan membatin.


Ryan diam-diam mulai semakin kagum dengan sosok Amanda. Di mata Ryan, Amanda adalah sosok gadis yang pintar, rajin, sederhana, ceria dan apa adanya.


Ryan merasa dia jarang sekali menemukan cewek-cewek seperti Amanda. Dimana pada umumnya cewek-cewek yang dikenal Ryan seolah bersembunyi di balik polesan make up dan lifestyle yang high class.


"Hemmm... Dia berbeda..." Gumam Ryan.


Ryan menimbang sejenak apakah dia perlu menghubungi Amanda sekarang atau tidak. Tetapi dia merasa butuh teman ngobrol malam ini.

__ADS_1


Apalagi setelah menghabiskan waktu bersama dengan Amanda di toko buku kemarin, Ryan semakin merasa nyaman berada di samping Amanda.


"Semoga aku tidak mengangguk waktu istirahatnya." Ryan membatin dan mulai menghubungi Amanda melalui WA.


__ADS_2