
Dua Jam kemudian Aldo sadar dari kritisnya. Alat transfusi darah sudah bisa dicopot dan digantikan lagi dengan infus. Sedangkan kepala Aldo masih diperban
Saat membuka mata, ia heran ketika mama dan papanya ada disana, dan Rinda serta orang yang tak dikenalnya
Sedangkan Rinda mulai cemas takut dilaporkan polisi
"Ma.. Pa... Dimana aku? Dan Rinda.. Kenapa ada disini juga?" Tanyanya penasaran
"Sayang.. Alhamdulillah nak, kamu sudah sadar.. Kamu habis kecelakaan. Makanya kamu disini. Dirumah sakit. Untung Rinda bawa kamu kesini sayang. :) Oh ya. Kenalin, ini Tante Ale. Ibu gadis yang nolongin kamu. Tante ini juga sahabat mama kok :)" Jelas Mama Lia
Rinda semakin panik, dia takut Aldo tau siapa yang nabrak dia
"Aldo. Kamu ingat gak, siapa yang sudah nabrak kamu?" Tanya papa Rahmat
piasss.. Rinda semakin degdegkan. Namun mencoba untuk tenang
Aldo mencoba mengingat
"Aldo gak ingat pah, seingat itu, Aldo sedang bantu nenek-nenek sedang nyebrang, tau-tau ada mobil yang nabrak Aldo. Dan Aldo gak ingat lagi" Jelas Aldo
__ADS_1
Rinda mulai lega.. Ternyata Aldo tidak ingat siapa yang nabraknya
"Aldo ingat gak, ciri-ciri mobilnya?" Tanya mama Lia
"Nggak Ma, lagian sudahlah.. Mungkin orang itu gak sengaja. Dan lihat sendiri kan, Aldo sudah gak apa - apa :)" Kata Aldo menenangkan orangtuanya
"Gak Apa-apa gimana?. Hampir kehilangan nyawa gitu dibilang gak apa-apa" Kilah mama Lia
Dari tadi Rinda dan Bunda Ale dag dig dug gak karuan atas musibah yang menimpa Rinda. Perasaan mereka tarik ulur saat Aldo mencoba mengingatnya. Tapi untunglah. Sekarang sudah lega, tapi masih takut sewaktu-waktu mereka tau siapa yang nabrak Aldo
"Oh ya sayang. Tante Ale ini loh yang donor darah ke kamu. Terima kasih gih ke tante dan temanmu ini" Pinta mama Lia
"Sama-sama :). Cepat sembuh ya.. Kalau begitu kami pamit permisi pulang dulu" Izin bunda Ale
Papa Rahmat dan mama Lia hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan.
.................................................................................
Sedangkan Reza pada saat dibawa keruangan UGD, Aldo ternyata sudah dipindahkan ke ruangan ICU. Sehingga keluarga mereka tidak ada yang tau kalau Aldo dan Reza sama-sama kecelakaan dilokasi berbeda dan sebab berbeda pula
__ADS_1
Aiga yang mendengar kabar dari orang yang menolong Reza langsung menuju ke rumah sakit. Sedangkan orang tua Reza masih belum bisa dihubungi. Ia tetap setia menunggu Reza sadar. Meskipun kecelakaannya tidak terlalu parah seperti Aldo.
Beberapa saat kemudian. Reza sadar.
"Loe kenapa disini?. Dan Gue ada dimana?"
"Kak.. Loe sedang dirawat. Loe habis nabrak pohon. Oh ya. Orang tua loe belum dapat kabar. Nih telfon, Administrasi sudah gue urus." Jelas Aiga sambil menyerahkan handphone Reza
"Thanks. Tapi sebaiknya gak usah deh. Toh Ayah sangat sibuk." Jawab Reza sambil tertunduk
Aiga yang melihat Reza menunduk seakan tau kondisi keluarga Reza. Ia mencoba menenangkan Reza
"Nih, minum dulu , biar enakan" Aiga menyerahkan segelas air putih sambil tersenyum ke Reza
deg. Reza tersepona dengan senyuman Aiga. Ia malah tak sadar bahwa yang diambil adalah tangan Aiga bukan gelasnya, namun matanya tetap pada senyuman Aiga
"Kak Reza..." Panggil Aiga
Reza reflek sadar dan malu kegelagapan
__ADS_1
"Eh. Maaf" Tangan Reza beralih ke gelas yang diberikan Aiga lalu meminumnya sampai habis