Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah
Ada yang Berbeda


__ADS_3

Amanda melangkah dengan ceria memasuki gerbang sekolah SMA Adhyaksa. Suasana hatinya sedang cerah pagi ini secerah sinar mentari yang sinarnya mulai terasa hangat di kulit.


"Wahhh... Sepertinya hari ini bakalan panas cetar..." Ujar Amanda pada dirinya sendiri.


"Hai Amanda!" Sapa Amel yang baru saja nongol dari kelasnya.


"Ehhh... Hai, Amel!" Amanda membalas sapaan Amel dengan penuh semangat.


"Lama kita ga ketemu ya?! Hahaha..." Canda Amel.


"Iya nih, padahal jarak kelas kita beda dikit doang! Hehehe..." Sahut Amanda.


"Hahaha... Kamu tuh yang jarang kelihatan!" Timpal Amel.


"Hehehe... Iya, setiap kali ngelewatin kelas kamu, kamu juga ga pernah kelihatan. Hehehe..." Ujar Amanda sambil cengar-cengir.


Amel tertawa lebar. Tiba-tiba Amel melihat seseorang di belakang Amanda. Dia sontak memberi kode khusus pada Amanda tetapi sepertinya Amanda tidak mengerti.


"Hemmm..." Amanda menggumam dan mengernyitkan dahinya.


Amel menarik tubuh Amanda ke pinggir. Doni hendak masuk ke kelas.


"Ohhh... Sorry..." Ucap Amanda.

__ADS_1


Amel tersenyum tipis dan berkata, "Kamu menghalangi jalan, Amanda!"


"Iya... Aku keasyikan ngobrol... Ga tahu ternyata ada yang mau lewat. Hehehe..." Canda Amanda.


Amel tertawa pelan. Doni melirik Amanda sekilas sebelum memasuki kelas. Dia melirik dengan tajam. Tatapan Doni benar-benar terasa menusuk menghujam menurut perasaan Amanda.


"Hemmm..." Amanda menggumam dan melirik Amel.


Setelah Doni masuk ke kelas, Amel mendekati Amanda dan membisikkan sesuatu.


"Kalian lagi ada masalah ya?" Tanya Amel penasaran.


"Masalah?" Amanda bingung dengan maksud pertanyaan Amel.


Amel mengangguk dan mengedipkan matanya dengan nakal.


"Ohhh... Apa kelihatannya begitu?" Amanda bertanya dengan wajah polos.


Amel tertawa terkekeh-kekeh melihat ekspresi wajah Amanda yang lucu.


"Kamu yang punya pacar kok malah nanya sama aku?! Lucu ih kamu. Hihihihhh..." Kelakar Amel.


Amanda merasa kata-kata Amel tidak sesuai dengan kenyataan. Dia ingin menjelaskan kesalah pahaman itu. Sepertinya Amel sudah salah persepsi selama ini.

__ADS_1


"Pacar?! Dia bukan pacar aku!" Tegas Amanda.


Amel melongo sejenak. Dia masih saja heran kenapa Amanda tidak mau mengakui Doni adalah pacarnya. Padahal sudah beberapa kali Amanda menjelaskan kepada Amel bahwa dirinya dan Doni tidak memiliki hubungan apa-apa.


"Hahaha... Kalian emang pasangan yang lucu!" Seru Amel.


Amanda ingin membantah lagi kata-kata Amel, tetapi bunyi bel tanda masuk kelas membuat dirinya mengurungkan niatnya. Ia lalu berpamitan pada Amel dan berjalan dengan setengah berlari menuju ke kelas I-2.


Amel menatap Amanda sambil tersenyum-senyum sendiri. Dia merasa Amanda benar-benar lucu dan polos.


Amel hendak masuk ke kelas tetapi tiba-tiba dia melihat sosok cowok keren bertubuh tinggi keluar dari kelas Amanda. Ya, Amel bisa melihat dengan jelas cowok keren itu meskipun dari jarak yang agak jauh.


Postur tubuh Ryan yang tinggi jangkung membuat dia mudah terlihat di antara keramaian sekalipun.


Amel menatap Ryan yang tersorot sinar matahari pagi dengan tatapan yang seolah nyaris tak berkedip.


"Ya Tuhan... Dia tampan sekali..." Amel membatin.


Amel terpukau sejenak. Dia memang sudah menyimpan rasa sejak pertama kali melihat Ryan di sekolah itu. Akan tetapi Amel bingung bagaimana caranya agar dia bisa mendekati Ryan yang keren dan ramah dengan siapa saja.


Amel masih saja memandangi Ryan yang sepertinya sedang menyapa Amanda.


"Hei... Apakah Amanda mengenalinya?" Amel bertanya-tanya dalam hati.

__ADS_1


"Wahhh... Bagus! Aku bisa nanya-nanya tentang dia sama Amanda nih. Hehehe..." Amel membatin senang.


Amel tersenyum bahagia membayangkan dia akan lebih mudah mendapatkan informasi dari Amanda tentang sosok Ryan yang diam-diam mulai dikaguminya.


__ADS_2