
Tiba-tiba Bi Dini datang dan menghentikan celoteh mereka
"Permisi, ini minuman dan cemilannya" Kata bi Dini
Mereka tidak menjawab sedikitpun ketika Aiga turun dari tangga membuat pangling para laki-laki karena kecantikannya, kecuali Rinda
"Terima kasih bi Dini" Jawab Bi Dini, kemudian bi dini pergi ke dapur
"Kalian kenapa?" Tanya Aiga
"Loe cantik banget Ga.. Sumpah" Kagum Imron
"Udah. jangan banyak muji saya. mending minum tuh " dingin Aiga sambil mempersilahkan minum
Reza yang merasa sedikit cemburu dengan teman-temannya segera menghabiskan minumnya dan mengajak teman-temannya agar segera pulang
"Habisin tuh minum, Habis itu kita cabut" Ajak Reza
"Tanggung Bro." kilah Imron
"Hehhh. Tanggung tanggung. Dia sudah ada gue, jangan macam-macam" Ancam Reza
Minuman sudah dihabiskan,
"Yank. Kita pulang ya, kita masih ada tugas kelompok" Alasan Reza agar segera pulang
"Terima kasih untuk jamuannya Aiga" Ucap Ilham
"Eh. Aku dan Rinda yang harusnya berterima kasih, sudah dikasih tumpangan" Ucap Aiga
"Sama-sama deh." ucap Aldo
"Yank. Kita pamit yaa" pamit Reza mewakili teman-temannya, hanya dijawab anggukan saja oleh Aiga
Selepas kepergian mereka
"Aneh deh mereka" Kata Aiga
__ADS_1
"Kayaknya Sang pangeran cemburu tuh, gara-gara 3 cowok itu ternganga lihat kamu kali ini. Untung gak ada lalat masuk" kata Rinda
"Apaan sih. hadehh" elak Aiga
"Gaa. Aku dari tadi liat Aldo diam terus gak kaya biasanya. Kasihan dia. Kamu sih, bermesraan dengan Reza" Kata Rinda
"Aku juga bimbang Rin. Kak Reza juga gitu, gak tau sikon" kesal Aiga
"Aku pamit ya.., jangan lupa besok belajar" kata Rinda dengan menekan kata belajar
"idihhh. kebalik kale" kilah Aiga
"Hahahahha. aku pamit yaa.a.. daaaa" Pamit Rinda sambil melambaikan tangannya menuju rumah disebelahnya, dan dibalas lambaian tangan juga oleh Aiga
Selepas kepergian dari Rinda, serta Reza dkk. Aiga pergi kekamar adiknya, entah kenapa dia sangat ingin mengusili adiknya itu. Dia membuka pintu dengan sangat pelan agar adiknya tidak mengetahui kalau dia masuk kekamarnya. Aiga celingak celinguk mengendap melihat keberadaan adiknya. Ternyata adiknya sedang tidur
"Ya... sedang tidur" kesah Aiga
"khgrokk. khorkkk.khrokk," suara ngorok Ridho
Aiga yang risih dengan suara ngorok Ridho langsung mengambil air gelas yang ada dinakas sebelah ranjangnya Ridho, dan menuangkannya ke mulut Ridho, sehingga tidak menimbulkan bunyi ngorok lagi. Tiba-tiba Ridho bersin dan menumpahkan air yang ada dimulutnya tepat diwajah Aiga
"Kenapa kak. kenapa kak. " Tanya Ridho kaget dengan teriakan Aiga
"Buahahaaaa" Tawa lepas Ridho
"Siapa yang nyiram kakak kayak gitu.?" Tanya Ridho
"Yang dihadapan kakak siapa?" Jengkel Aiga
"hemmm. Rasain tuh, gangguin adek terus. Kualat kann" Kata Ridho
"mana bau lagi. uwekk" Kata Aiga pura-pura sambil memberihkan wajahnya dengan tisu
"sih. mana ada mulut adek bau. harum tau" kata Ridho tak mau kalah
"Lagian ngapain kakak kesini?" tanya Ridho
__ADS_1
"Gak.boleh ya.. Gara-gara udah besar sudah ngelarang kakak masuk ke kamar ya..." goda Aiga
"Gak boleh. Adek ngantuk. Jangan ganggu" kilah Ridho sambil menarik selimutnya menutupi tubuhnya
Tapi Aiga malah mengerjainya lagi, dengan menarik selimut Ridho dengan paksa. Ridhopun jengkel
"Kakakkkkkkkk" Teriak Ridho
"Hahahahahh" Tawa Aiga
"Ku panggil Bunda nih" Ancam Ridho
"Panggil saja, wekkk" celoteh Aiga
"Bundaaaaa... Kakak ganggu adek" Teriak Ridho
"Hahahaha..mana bunda wekkk" jahil Aiga
Ridhopun tambah jengkel, dan melempar bantal ke arah Aiga
" Gak kena... Wekkkkk" Usil Aiga
"Kenapa sayang..." Bunda Selly tiba-tiba datang ke kamar Ridho
"Kakak tuh, ganggu adek tidur. masak mulut adek dimasukin air" ngadu Ridho ke bunda Selly
"Habis dia ngorok Bun" Jawab Aiga
Bunda Selly hanya geleng-geleng kepala dengan sifat Aiga dan Ridho
"Bunda cepet banget pulangnya?" tanya Aiga
"Tadi bunda telat banget, gak dengar kabar kalau jamnya dimajukan. Jadi ketika sampai disana ya hanya tinggal bunda. terpaksa deh, pulang" jawab Bunda Selly panjang
"Lain kali kakak jangan seperti itu ke adek. kasihan.." nasehat bunda Selly
"dengerin tuh" Celoteh Ridho
__ADS_1
"iya. iya.." jawab Aiga kesal