Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah
Membuat Fani Kapok


__ADS_3

Tugas sudah direncanakan oleh mereka, hanya menunggu Jam istirahat untuk beraksi.


"kringggg. kringg. kring...." bunyi bel istirahat. Mereka mulai menuju ke kantin. karena tempat itulah yang paling tepat untuk mereka membuat Fani jera.


Reza, Aldo, Ilham dan Imron sudah menghubungi Fani, Renda, Lisa, dan Endah dengan nomor pribadi mereka masing-masing untuk datang ke kantin dengan kata-kata manis dari mereka.


"Kita ke kantin yukk. My sweety gue minta ketemuan nih, nanti kalau dia datang kalian menjauh yaa" ujar girang Fani


"Aku juga mau ke kantin, di ajak juga tuh sama handsome Aldo" timbal Renda senyam senyum


"Aku juga malah di telfon Ilham ada kejutan katanya di kantin" tambah Lisa


" Gue juga" timpal Endah


mereka mulai membayangnya apa yang akan dilakukan oleh pujaan hati mereka selama ini.


Kini di kantin sudah terbagi menjadi dua kubu. dimana kubu satu ada Fani dan kawan-kawan. sedangkan kubu dua ada Aiga dan teman-temannya. Kedua kubu itu duduk tak jauh. Membuat Fani dengan PDnya nyindir-nyindir Aiga dengan pedasnya.. Namun mereka hanya diam tak membalasnha. karena mereka tau apa yang akan terjadi


"Eh. bentar lagi ada yang bakal patah hati nih" sindir Fani dengan sandiwara patah hati


"Iya tuh, gimana gak patah hati coba.. kemana-mana lebih ok kita" timbal Lisa juga berekspresi sinis


"Uhhh. panas guyss. ada pendingin gak?" sindir Renda dengan mengipas lehernya dengan tangannya padahal suasana adem


Sedangkan Enda diam seakan tau isi hati dari kubu Aiga dan tidak ikut nimbrung. Dia hanya berteman dengan Fani namun tidak ikut menjahati orang. Dan Aiga beserta teman-temannya hanya diam tak bersuara dan menikmati hidangan didepannya. Kecuali Rinda..


"hufttftt" Umpat Rinda dan berdiri seakan-akan tidak terima dengan sindiran Fani dan teman-temannya tapi tangannya di tarik oleh Aiga dan mengisyaratkan untuk duduk kembali


"Mereka hanya membual untuk mereka sendiri kok" ucap Aiga sambil menenangkan Rinda


"Kita liat saja tar lagi. siapa yang lebih hina" Lirih Rinda yang masih dengan geramnya


Dela, dan Clara hanya diam sok tak dengar ocehan mereka. namun dalam hati mereka juga ingin memakan hidup-hidup Fani dan teman-temannya.


Siswa yang berada disana hanya terdiam menyaksikan sindiran Fani dan mengerti ditujukan ke siapa sindiran tersebut

__ADS_1


"Eh. tuh dia merasa guys... hahahhaha" sindir Fani lebih keras dengan tawanya


Dion yang baru datang langsung duduk bergabung dengan Aiga dan yang lainnya berhadapan dengan Rinda...


"Prok. prok..prok.." tepukan tangan Dion


"Harap semua perhatiannya.." Sambutan Dion


"Hari ini akan saya sampaikan. saya yang melindungi kamu dengan sepenuh hati saya, mencintai sepenuh raga saya. Saya mau kamu menjadi pendampingku dari sekarang sampai maut memisahkan" Ucap Dion sambil mengambil tangan Rinda dan mencium tangannya. Seluruh siswa yang ada di kantin melihatnya melongo dengan dikap Dion yang acuh, sangar tiba-tiba menembak cewek di depan umum. Kemudian mereka tepuk tangan dengan sorak gembiranya membuat Fani dan lainnya iri dan kesal


"So swettt.. cocok banget yaa. sang body guard dengan selirnya.. haaa" tawa Fani dengan tawa bencinya


"Ok. aku mau" Rinda menjawab dengan lantang sambil memeluk Dion sambil memperlihatkan kemesraannya yang membuat Fani tambah benci


"Liat aja ntar.. pujaan hatiku akan muncul dan memberi kejutan indah untukku"


"Sayang..." teriak Reza bersama Aldo, Ilham dan Imron dari kejauhan membuat Fani dan teman-temannya senang dan menghampiri mereka


"kita ingin membuat kejutan untuk kalian. Tutup yaa matanya" Kata Aldo dengan manja ke Fani dan teman-temannya..


Ketika mereka menutup matanya. Betapa kejutnya mereka saat merasa ada yang mendarat dipipi mereka seperti ada yang menciumnya. dan mendengar mereka mengatakan I LOVE YOU yang masih tertutup matanya. Kecuali Endah, Dia hanya di tarik oleh Ilham disuruh mengikuti permainannya


Saat di buka mata mereka


"Aaaaaaaaaahhhh. Plak" Teriak mereka bertiga lalu menampar cowok jelek yang dihadapan mereka dan menyium mereka


"Saa sakit sayang" kata mereka dengan mereka


"Hahahahahahhahaha..." semua siswa tertawa dengan kejadian itu


"Plak.." tamparan lagi yang mendarat di pipi cowok jelek itu


Dan tiba-tiba Dela, Dion dan Reza menghampiri Fani dan temannya dan memintal tangan mereka hingga merasa sakit.


"Awuhhh. sakit. lepas" lirih Fani yang masih terpintal kebelakang tanggannya oleh Reza

__ADS_1


"Loe udah tau sakit kan.. itu tidak setimpal dengan apa yang loe lakukan ke Aiga, dengan tamparan yang loe berikan kepada cowok itu. kalau perlu gue patahin aja tangan loe" Ujar Reza dengan nada tingginya marah


"Apa maksudnya semua ini?" Tanya Fani masih heran


" Endah.. cepet bantu gue.!" perintah Fani yang melihat ke arah Endah


"Sorry Fan. Gue bukan temen loe lagi. gue lebih suka Aiga ketimbang loe. loe keterlaluan, loe yang udah menjadikan kita budak loe, budak paksa lebih tepatnya.. gue udah tak tahan dengan sifat loe jahatin siswa yang tak bersalah, loe egois, mementingkan diri loe sendiri. tapi loe gak peduli sedikitpun dengan kita. sekarang terserah kalian saja Lisa, Renda. Kalian masih masih mau berteman dengan Fani atau sama gue yang akan berteman dengan Aiga yang begitu baik pada semua orang" Tolak Endah panjang lebar memberi alasan kepada Fani


" Dah.. Loe gak tau diri yaa. auwh." Teriak Fani yang masih merintih kesakitan di tanganya


"Loe yang gak tau diri.. temen loe sudah berkurang, bahkan juga benci sama loe. Masih gak sadar dengan perbuatan loe" teriak Rinda


"Rinda... sudah.." lerai Aiga


"tolong lepaskan mereka" pinta Aiga Reza, Dela dan Dion.


"Tidak Ga.. mereka harus di kasih pelajaran" tolak Dela


"Kak. Mereka manusia kak, mereka juga merasakan sakit. tolong lepaskan mereka" tegas Aiga agar mereka melepaskan tangan Fani, Renda dan Lisa


Fani yang tanganya sudah terlepas lalu melangkahkan kakinya menuju ke Aiga. Ketika tangannya hendak mendarat dipipi Aiga, tiba-tiba ada sesuatu yang menahannya hingga tak bisa bergerak.


"Cukup" Ucap Aldo dengan tegasnya sambil memegang tangannya Fani yang hendak menamparnya


"Plak" tamparan Rinda mendarat di pipi Fani


"Gila loe yaa.. Aiga sudah Berbaik hati mau melepaskan loe, masih aja loe mau nyakiti dia," bentak Rinda ke Fani


"Ingat Fan.. semua perbuatan kamu akan ada balasannya" Clara angkat bicara


"hehh.. ingat! urusan kita belum selesai" ucap Fani ke Aiga dengan nada bencinya


"Ayo, tinggalkan tempat ini" Ajak Fani ke Renda dan Lisa. tapi tangannya ditepis oleh mereka


"Oh. jadi kalian juga mau membangkan ke gue sama kayak dia, ok... semuanya akan mendapatkan pembalasanku" Ucap marah dan benci dengan kedua sahabatnya dan menunjuk ke arah Endah lalu pergi dengan rasa malu, marah, dan bencinya tentang perlakuan orang-orang kepadanya

__ADS_1


"huuuhhuuuuuuuuuuuuuu" Sorak semua siswa yang menonton aksi barusan di sepanjang jalannya Fani


__ADS_2