Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah
Jepang (1)


__ADS_3

"Sayang, kamu sudah sarapan?" Suara lembut Nyonya Wishnu terdengar syahdu di telinga Tuan Muda Anthony.


"Hemmm... Sebentar lagi ma." Sahut Doni.


"OK. Kamu sarapan bareng papa kan?" Tanya Nyonya Wishnu memastikan lagi agenda keluarganya pagi ini.


"Iya ma." Jawab Doni singkat.


"Baik. Jaga kesehatan ya sayang. Mama udah minta Tuan Alfred menyiapkan pakaian khusus selama kamu berada di sana." Ujar Nyonya Wishnu.


"Oh iya ma... Terima kasih." Ucap Doni.


"Iya, sayang. Baik-baik di sana ya." Pesan Nyonya Wishnu.


"Iya ma." Jawab Doni.


"Ya sudah, mama nelpon papa dulu ya. Wish you all the best." Ucap Nyonya Wishnu.


"Hemmm... Iya ma. Mama juga jaga kesehatannya." Kata Doni.


"Iya sayang. Bye." Ucap Nyonya Wishnu dan mengakhiri panggilan dengan putera kesayangannya.


Doni pun segera bersiap-siap setelah Nyonya Wishnu menutup telpon mereka.


Doni bangkit dari ranjang tidurnya yang nyaman, menyibak gorden di kamarnya, dan berdiri termangu beberapa menit di sana.


Doni membuka pintu khusus pembatas kamar dengan balkon pribadi di depan kamar. Udara dingin langsung menyapa tubuhnya. Ia menatap indahnya pemandangan kota Tokyo dilihat dari tempatnya berdiri.


Pemandangan kota Tokyo terlihat sangat sempurna dari ketinggian ini. Gedung-gedung pencakar langit dilengkapi teknologi tinggi terhampar dengan angkuh di pusat kota. Butiran-butiran salju yang halus turun dengan perlahan dari langit. Beberapa atap gedung sudah mulai diselimuti salju.


Doni cukup menyukai suasana hotel mewah yang ditempatinya saat ini.

__ADS_1


Nyonya Martha memilih salah satu hotel mewah di Tokyo sebagai tempat bermalam bagi Tuan Wishnu, Tuan Muda Anthony dan Tuan Alfred.


Tiga buah kamar dengan desain dan fasilitas paling mewah, presidential suite, dipesan khusus untuk mereka selama mereka berada di Jepang. Nyonya Martha memastikan kenyamanan yang paripurna untuk ketiga orang penting tersebut.


Setelah puas menikmati panorama dari balkon pribadi, Doni masuk kembali ke dalam kamar untuk menghangatkan tubuhnya. Ia sejenak memperhatikan setiap inci ruangan kamarnya. Kamar ini benar-benar mewah dan nyaman walaupun terkesan berukuran mikro.


Meskipun tidak terlalu luas, kamar dengan kelas presidential suite ini memiliki fasilitas kelas atas, dimana panorama alam Jepang yang indah dan menakjubkan bisa dinikmati dengan sempurna sambil beristirahat di kamar.


Berdasarkan pengalaman Doni yang sudah beberapa kali berkunjung ke Jepang dan menginap di berbagai hotel mewah di sana, dia harus mengakui bahwa hotel-hotel mewah di Tokyo sangat mengutamakan efektivitas dalam hal desain ruangan. Berbeda dengan hotel-hotel mewah di Indonesia.


Doni bergegas ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan cepat. Tidak sampai sepuluh menit, dia sudah selesai mandi. Sambil berpakaian dan merapikan rambutnya, Doni menatap dirinya di cermin. Jas hitam dengan panjang selutut itu membuat penampilannya terlihat amat sangat elegant.


Pakaian yang dipersiapkan oleh Tuan Alfred melekat dengan sempurna di tubuhnya dan membuat dirinya merasa lebih hangat. Ya, saat ini di Jepang sudah mulai memasuki musim dingin. Suhu rata-rata di sana terkadang mencapai delapan derajat.


Sesungguhnya perbedaan waktu antara Indonesia dan Tokyo tidaklah jauh berbeda. Sehingga Doni tidak pernah merasa jetlag dalam setiap keberadaannya di Jepang. Namun perbedaan cuaca yang cukup signifikan inilah yang membutuhkan persiapan khusus.


Cuaca di tanah air yang berubah-ubah antara musim panas dan hujan, tentu saja berbeda dengan cuaca di Jepang. Musim dingin di Jepang bisa benar-benar dingin dan kering. Dinginnya bisa menusuk tulang, sehingga pakaian yang tebal dan hangat sangat dibutuhkan.


"Selamat pagi, Tuan Muda. Apakah anda sudah siap?" Ponsel Doni berdering, sebuah pesan singkat dari Tuan Alfred tampil di layar ponselnya.


"Sudah." Balas Doni singkat dan secepat kilat.


"Baik, Tuan Muda. Saya akan menjemput anda." Tuan Alfred kembali mengirimkan pesan balasan.


"OK, Tuan Alfred." Balas Doni.


Tak berselang lama, Tuan Alfred sudah tiba di depan pintu kamar Doni.


Doni keluar dari kamarnya dan mengikuti Tuan Alfred masuk ke dalam sebuah elevator. Lampu gantung yang apik tergantung di langit-langit elevator. Bahkan elevator di hotel tersebut juga didesain dengan kemewahan yang tiada tara.


Tuan Wishnu berpapasan dengan Tuan Muda Anthony dan Tuan Alfred di depan sebuah lounge yang sudah dipesan khusus oleh Nyonya Martha.

__ADS_1


Lounge tersebut telah didesain sedemikian rupa menjadi ruang makan yang aesthetic dan super mewah.


Ketiga pria tampan itu terlihat asyik menikmati hidangan makanan khas Jepang sambil menikmati indahnya pemandangan taman Zen Jepang. Panorama yang begitu menakjubkan.


Taman Zen sendiri adalah taman khas Jepang yang cukup unik. Desain taman Zen ini menggambarkan landscape alam yang sangat memanjakan mata. Seolah-olah terlihat pemandangan taman dengan bunga-bunga yang bermekaran indah, dikelilingi oleh kolam dengan susunan bebatuan yang epik.


Namun sesungguhnya tidak ada unsur air dalam taman tersebut. Hanya ada kombinasi bebatuan dan pasir tuk melambangkan aliran air. Sehingga taman Zen ini sering juga disebut taman batu Jepang.


Setiap orang yang memandang taman Zen akan dapat berimajinasi sendiri mengenai pola aliran air yang ditampilkan secara abstrak oleh batu-batu dan pasir yang tersusun rapi dan indah tersebut.


Siapapun yang bertandang ke Jepang akan terkesima melihat keunikan dan keindahan seni desain taman-taman di sana.


Ketiga petinggi perusahaan Tanaka Mining, Co. Ltd. tersebut menikmati sarapan pagi mereka dengan tenang. Alunan musik Jepang klasik menjadi backsound yang syahdu.


Makanan yang disajikan didominasi oleh menu makanan khusus musim dingin. Setelah menikmati hidangan pembuka, Tuan Muda Anthony melirik yosenabe yang disajikan dalam sebuah panci tradisional. Ia mencoba mencicipi makanan khas Jepang tersebut. Sungguh sangat lezat jika dinikmati di saat-saat musim dingin begini.


Setelah menyudahi sarapan mereka, Tuan Alfred mengarahkan Tuan Wishnu dan Tuan Muda Anthony menuju ke lobby hotel.


Terlihat sebuah mobil lexus sudah stand by di depan jalur keluar lobby hotel. Seorang petugas khusus segera menghampiri Tuan Wishnu dan rombongan serta mengarahkan mereka untuk segera masuk ke dalam mobil yang sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju perusahaan Mr. Tatsuki.


Tuan Wishnu mengucapkan terima kasih dan masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Tuan Muda Anthony dan Tuan Alfred.


Mobil lexus tersebut melaju dengan elegant meninggalkan hotel mewah tersebut menuju perusahaan Mr. Tatsuki di kota Tokyo.


Tuan Muda Anthony terlihat sudah lebih bersemangat. Kata-kata penutup dari Amanda tadi berhasil mengubah mood-nya pagi ini. Ia bahkan lupa untuk menginterogasi kegiatan Amanda tadi malam.


"Semoga semuanya lancar ya." Ucapan Amanda yang lembut tadi kembali terngiang-ngiang di telinga Doni.


Sebuah senyuman tipis terlihat di wajah Tuan Muda Anthony yang sedang fokus menatap eloknya penataan kota Tokyo.


Tuan Wishnu yang duduk di sebelah Doni melirik sekilas raut wajah putera kebanggaannya. Pria tampan itu berdehem pelan. Doni tetap tenang dengan posisi yang sama.

__ADS_1


Secara perlahan namun pasti, mobil telah memasuki kawasan perusahaan Mr. Tatsuki.


__ADS_2