Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah
Perdebatan kecil antara Aiga dengan Rinda


__ADS_3

Pulang sekolah Aiga terburu-buru masuk kedalam mobil, Rinda yang dibelakangnya ditinggal begitu saja karena khawatir dengan akan diintrogasi oleh siswa dan siswi atas kejadian yang diatas gedung itu.


Sesampainya dimobil


"Resek kamu Ga. Aku sampai ngos ngosan yang ngejar tapi gak dipedulikan" Celoteh Rinda


"Rin. Aku yang nyetir ya. Plisss. Keburu dihadang tuh sama siswa yang lain" Rengek Aiga


"No. biar aku yang nyetir. Cepat ganti posisi!. " Larang Rinda dan meminta Aiga ganti posisi duduknya


Namun Aiga tidak menghiraukan Rinda, dia langsung menancap gas, setelah sampai dijalan raya, dia ngebut hingga membuat Rinda teriak histeris karena takut


"Ga. berhenti gak. Nyawaku hanya satu Ga.." Gerutu Rinda sambil teriak


"Diam Rin. biarkan aku fokus. aku keburu nih" Jawab ketus Aiga


"Ga. cara nyetirmu kayak orang kesurupan tau gak" celoteh Rinda


"Oh Ya..." jawab jutek Aiga sambil menambah kecepatan


"Ga....." Teriak Rinda


Tiba-tiba mobil melaju pelan dan berhenti dipinggir jalan.


"yaaa. bahan bakarnya habis lagi" Kesal Aiga


"Tumben Ga.. biasanya selalu full" heran Rinda


"Mungkin kemarin bunda lupa gak beli bahan bakarnya" jelas Aiga


"terus,? gimana ?" tanya Aiga


"Yuk turun. Kita minta cari bahan bakar." ajak Aiga ke rinda mencari bahan bakar


"Ga. daerah sini jauh dari pom. Kita harus cari kemana?" tanya Rinda dengan nada capeknya


"Terus gimana" tanya balik Aiga


Dari kejauhan Reza dkk melihat Aiga dan Rinda ditepi jalan, dan mereka juga memarkirkan mobilnya di belakang mobilnya Aiga.

__ADS_1


"Sayang.. kenapa disini?" Tanya Reza setelah turun dari mobil


"hem hem" Ilham dan Imron berdehem


"Heee" seringai Reza


"Kalian ngapain disini" Tanya Aldo ke Rinda dan Aiga


"Ini. Mobil Aiga mogok, kehabisan bahan bakar. " jelas Rinda


"Disini jauh POMnya. kalian ikut kita saja. Bolehkan Za" Ajak Aldo sambil tanya ke Reza, karena tidak tega dengan Aiga dan Reza


"Tentu dong. Yuk masuk. kan masih muat." Jawab Reza mengiyakan Aldo


"Gak usah gak apa. Biar saya telfon bunda saja" Tolak Aiga


"Sayang.. Ini mobilku kok. Jadi aku gak apa-apa." Rayu Reza


" Ga. udah, simpen dulu tuh rasa gak enak dan canggung. Panas ini" Celoteh Rinda


"Udah..... ayo masuk" Rinda manarik tangan Aiga kedalam mobil.


"Za. Loe ditengah ya sama Aiga. Biar guw yang nyetir, dan loe Rinda didepan bareng guw. Dan loe, loe dibelakang. gak usah comen masuk" Pinta tegas Aldo agar dia bisa melihat memperlihatkan bahwa ia bisa lupa dengan rasanya terhadap Aiga.


Tanpa pikir panjang, mereka semua masuk kedalam mobilnya Reza dan meninggalkan mobil Aiga.


"Mumpung kita semua disini. Mending Loe ceritain tuh kejadian yang viral di tepi atas gedung" Timpal Imron membuyarkan keheningan


"Siapa yang mau cerita?" Tanya Reza


"Ga. Loe dulu deh" pinta Ilham


"Mereka salah paham" Celtuk Rinda


Sedangkan Aiga diam malu


"Sebenarnya tuh, dia gak mau bunuh diri, tapi menenangkan diri lebih tepatnya" jelas Rinda


"Untung ada sang pang.." Kata Rinda yang terpotong karena Aiga menghentikan celoteh Rinda

__ADS_1


"Rin.. hari ini kamu makan cabe kebanyakan deh. nanti periksa ya kedokter" kata Aiga


"Nggak Ga. malahan hari ini kayaknya aku gak makan cabe" bantah Rinda. sedangkan yang lain diam menjadi pendengar setia debat Aiga dan Rinda


"Iya tah?. Emang kamu makan apa saja hari ini?" tanya Aiga


"Tadi sarapan makan nasi dengan soup dan daging bebek, tadi dikantin makan nasi uduk" jawab Rinda


"Nah. Daging bebek itu yang bahaya untukmu. Gara-gara makanan itu kamu hari ini gak bisa ngerem, cerewet banget, paling nanti tuh mulut jadi mulut bebek" Kata Aiga


"Dasar kamu Ga." kesal Rinda sambil melemparkan tisu ke Aiga


"Hahahahahahah" Tawa Reza, Aldo, Imron dan Ilham


"BTW, kalian mau bawa aku dan Aiga kemana?" Tanya Rinda


"Kerumah kalianlah. Gak mungkin kerumahku kan" Goda Imron


"Emang tau alamat rumah kita?" Tanya Aiga


"Nggak." Jawab bareng 4 sekawan itu


"kalau kamu pulang kerumahku boleh banget kok Yank." Goda Reza ke Aiga


"Huuuuu" Sorak Imron dan Ilham serta Rinda


Sedangkan Aldo hanya diam menahan sakit hatinya yang belum sembuh


" Tuh perempatan didepan belok kiri, lurus. Ada butik, sampingnya" Jelas Rinda


"Kalau kamu Yank?" Tanya Reza


"Gak punya rumah" judes Aiga


"Masak sih?" Heran Reza


"Dia gak punya rumah, dia tinggal sama orang tuanya. Jadi rumah yang ditempatinya milik orang tuanya, dan rumah orang tuanya dekat dengan rumah orang tuaku" Jelas Rinda


"Ok. mobil sedang melaju" Timpal Aldo yang masih pura-pura tidak apa-apa

__ADS_1


__ADS_2