Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah
Doa dalam Qolbu


__ADS_3

Malam hari disaat rembulan masih memantulkan sinarnya, tanpak suatu keindahan dan kenyamanan bagi hidup Aiga. Banyak orang-orang yang sayang padanya, bahkan siap melindunginya kapan saja.


Ketika ia berada disamping rumah duduk di kursi taman sendirian sambil menatap langit yang dipenuhi bintang dan bulan. Ia tersenyum mengingat sejak kapan ia bisa kenal dengan Reza, Rinda, Dela, Dion dan teman-teman yang selalu mengisi hari-harinya disekolah. "sejak kapan aku menyukai kak Reza?" Guman Aiga yang masih menatap bintang-bintang sambil senyum-senyum sendiri. "Kenapa Aku mengingat dia yaa? di panggung, di gudang, ahhhhhh. perasaan macam apa ini? masak iya yaa, aku rindu dia.." ucap Aiga mengingat kembali masa itu


****


Ditempat kain Reza juga berada di halaman rumahnya menatap langit yang dipenuhi dengan bintang yang indah, di tambah dengan sinar bulan. Entah kenapa malam itu Reza juga mengingat tentang Aiga dengan senyum-senyum sendiri., "Telfon gak yaa.. dia udah tidur belum... ahhh. besok sudah ketemu kok....tapi kenapa rasa ini tak bisa di kompromi" gumam Aiga sambil memainkan ponselnya


****


Di antara bintang-bintang yang berkoloni, ada satu bintang yang bergerak (kalau kata orang sini nih bintang jatuh hee). Aiga dan Reza yang sadar melihat bintang tersebut mengingat "kata orang kalau ada bintang jatuh, doa bakal di qobul"


"Ya Tuhan.. betapa Indah Ciptaanmu. Terima kasih Engkau sudah memberikanku banyak hal terindah yang tak ku sangka.. Ya Tuhan.. Aku tak banyak minta padaMu. Aku hanya butuh dia untuk menghiasi hidupku agar lebih indah, membuatku setiap hari tertawa, dan selalu mekindungiku hingga kita maut memisahkan kita, serta limpahkan Rahmat dan HidayahMu untukku, Ayah dan Bundaku, Adikku, sahabatku, Teman-temannku serta orang yang senantiasa menjagaku, melindungiku, dan yang selalu mendoakan kebaikanku.. Aaamiin" Doa Aiga dalam hati sambil mengingat wajah Reza


"Ya Tuhan.. Terima kasih Engkau menciptakan Dia untukku. Aku harap dia yang akan melengkapi kekuranganku, menjadi ratu hidup dan hatiku. Semoga dia juga benar-benar mencintaiku, seperti aku mencintainya. Semoga kita bisa melewati segala halangan dengan kekuatan cinta.. Aamiin" Doa Reza yang juga mengingat Aiga.


Setelah mereka berdoa, mereka membuat status di waktu yang sama dan bunyi yang sama, "Semoga Terkabul" dengan imbuhan emoticon tangan menengadah.


Melihat akun mereka sama-sama online, mereka sama-sama mengirim pesan namun dihapus, dan balasnya pun kompak


"Kok dihapus" sama-sama ngechat membuat mereka semakin terenyuh dalam chatan

__ADS_1


"Belum tidur?" (Reza)


"Kalau aku tidur, terus siapa yang balas chatnya kamu" (Aiga)


"Oh yaa yaa.a. Kenapa belum tidur?" (Reza)


"Masih belum ngantuk. Kalau kakak kenapa juga belum tidur?"(Aiga)


"Sama. Aku belum ngantuk.."(Reza)


"Sedang apa?"(Reza)


"Dimana?"(Reza)


"Di taman samping rumah kak" (Aiga)


"Ini sudah jam 10 malam, nanti kamu masuk angin. Sana ke kamar tidur"(Reza)


"Iya kak. bentar lagi. Kalau kakak sedang apa?"(Aiga)


"liat bintang dan bulan"(Reza)

__ADS_1


"Dimana?"(Aiga)


"Halaman rumah"(Reza)


"Ini sudah jam 10 malam, nanti kakak masuk angin. Sana pergi ke kamar tidur"(Aiga)


"Kok di balikin pesannya?"(Reza)


"Tak mungkin kan yang ngingetin harus di ingetin?"(Aiga)


"heee. iya.. ya udah nih. aku menuju ke kamar."(Reza)


"ya sudah. tidur yang nyenyak ya kak.. sampai jumpa besok di sekolah"(Aiga)


"iya.. kamu juga di kamar kan?"(Reza)


"iya kak. aku sudah di kamar kok"(Aiga)


"sampai jumpa besok ya. disekolah."(Reza)


Begitulah isi pesan chat mereka yang membuat hati mereka tak menentu. Rasa senang, kaku, malu bercampur aduk. Sampai-sampai mereka mau tidurpun masih senyum-senyum sendiri

__ADS_1


__ADS_2