
Keesokan harinya Reza diperbolehkan pulang oleh dokter usai diperiksa. Sedangkan Aldo masih dirawat karena belum pulih sepenuhnya
Aiga yang merasa kasihan ke Reza karena orangtuanya acuh kepadanya setia menjemput Reza dan membawa kerumahnya.
"Ga. Loe bisa nyetir?" Tanya Reza khawatir
"Bisa. Tapi pelan" Jawab Aiga sedikit pelan dan malu
"Loe gak apa bolos?" Tanya Reza gak enak
"Gak apa kok" Jawab Aiga sambil tersenyum
deg. Reza terenyuh lagi. Sudah dipastikan malam ini ia tidak bisa tidur karena teengiang senyuman Aiga
"Oh ya. Nanti kirim nomor rekening loe, gue ganti biaya pengobatan gue ke loe. And maaf ngerepotin loe" Kata Reza canggung
"Gak apa kok" Jawab Aiga sambil tersenyum lagi dan membuat Reza selalu ngelirik Aiga dan membuat Aiga Salting
Lama mereka saling diam, akhirnya Reza bersuara lagi
"Ga. Kita udah putus ya?" Tanyanya konyol
"Kenapa?" Tanya Aiga masih fokus nyetir
"Nggak apa-apa." Reza salting
"Kak. Rumah loe dimana nih? gue kan gak tau arahnya" Tanya Aiga
"Kamu lurus dulu, nanti gue kasih aba-aba ke loe" Kata Reza
Sesampainya dirumah, Aiga membantu Reza hingga kekamarnya. Pembantunya hanya membawa makanan ke kamarnya Reza.
__ADS_1
"Bi.. Kenapa cuma satu makanannya?" Tanya Reza kepembantunya
"Maaf Den.. bibi gak tau" Jawab pembantu Reza
"Tolong ambilkan satu lagi ya bi" Pibta Reza
"Baik den"
Beberapa menit kemudian, Pembantu itu membawa makanan lagi ke kamarnya Reza.
"Kak. Gue gak enak nih, Apalagi dikamar ini cuma kita berdua" Kata aiga canggung
"Ya udah. Kita turun aja ya." Ajak Reza
Ketika hendak berdiri, Reza memegang kepalanya seakan-akan pusing.
"Kak Reza. Ya udah kakak disini aja. Biar aku suapin" Kata Aiga sambil mendudukkan Reza dan mulai menyuapi Reza seakan-akan sepasang kekasih.. Ya elahhh...
"Maaf ya. ngerepotin" Kata Reza gak enak hati namun mampu memanfaatkan Aiga
"Gak apa kok" Jawab Aiga kembali tersenyum, dan lagi mampu mempesona Reza
"Manis." Guman Reza pelan namun mampu Aiga mendengarnya
"Terima kasih" Jawab Aiga malu dan pelan
Setelah selesai menyuapi Reza, kini giliran Reza menyuapi Aiga.
"Eee.Gak usah kak. Gue bisa maka. sendiri kok. Lagian loe juga masih sakit." Tolak Aiga halus
"Sudah sehat kok. Kan yang ngerawat gue itu loe. Lagian kalau gue sehat loe mau kan gue suapi" Gombal Reza. Ntah keberanian dari mana ia mulai ngegombalin Aiga
__ADS_1
"Sudah.. aaaa" Reza mulai menyuapi Aiga sampai habis..
" Ga.. thanks ya.. untuk semuanya... "
" Iya.. sama-sama. Kalau gitu loe istirahat yaa. Gue pamit pulang. " kata Aiga sambil tersenyum.
Aiga membiarkan Reza yang mematung terpesona karena senyumannya. Dan kebawah sambil membawa piring kotor mereka ke dapur dan membersihkan.
"Neng.. gak usah biar bibi saja." Kata bibi yang tiba-tiba muncul saat melihat Aiga cuci piring
" eh bibi. Gak apa-apa bi. aku sudah terbiasa"
"Neng ini, selain cantik, manis, rajin pula.. Pantes Den Reza kasemsem" Goda bibi
"Ahh. bibi ngaco aja." Elak Aiga
"Oh ya bibi. boleh aku tanya sesuatu?" Kata Aiga setelah selesai cuci piring
"Mau tanya apa neng?" Tanya bibi
"Kok sepi rumah ini bi?" Tanyanya heran
"Oh itu.. Den Reza hanya tinggal berdua sama ayahnya neng.. Tapi ya gitu, tuan sering sibuk kerja. Jadi den Reza kesepian terus. Seperti gak dirawat " Jelas bibi
"Kalau boleh tau, kemana ibunya kak reza?" Tanya Aiga kembali
"Gak tau neng. Saya disini gantikan pembantu yang lama, sejak 10 tahun yang lalu" Jelas bibi
Mendengar penjelasn dari pembantu Reza. Aiga mulai tersentuh dengan kehidupan pribadi Reza. Ia mulai ada rasa kasihan
"Terima kasih untuk semua. Kalau gitu aku pamit pulang ya bi." Pamit Aiga
__ADS_1
"Iya neng. hati-hati yaa" jawab Bibi