Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah
Sekretaris Tampan Tuan Muda


__ADS_3

“Baik, Nyonya Martha. Saya akan segera kembali.” Ujar Alfred sigap.


Alfred menghabiskan makanannya dengan cepat. Dia melipat Mac Book di hadapannya dan bergegas meninggalkan resto.


Nyonya Martha meminta Alfred untuk segera kembali ke kantor sesuai dengan perintah dari Tuan Wishnu. Ada hal penting yang harus mereka bicarakan.


Tuan Wishnu duduk dan menatap file di mejanya dengan serius. Wajah CEO perusahaan Tanaka Mining Co. Ltd. itu terlihat cemas.


“Hemmm… Apakah sudah tiba waktunya?” Tuan Wishnu bertanya pada Nyonya Martha. Ada nada khawatir di dalam suaranya yang berat dan dalam.


“Saya fikir sudah waktunya, Tuan!” Ucap Nyonya Martha.


“Tuan Muda Anthony pasti bisa mengerti hal ini.” Sambung Nyonya Martha.


Tuan Wishnu menghela nafasnya lagi. Rasa-rasanya waktu seolah berjalan begitu cepat. Putera kebanggaannya kini sudah beranjak dewasa. Rasanya baru sebentar saja dirinya menimang-nimang Doni kecil di pangkuannya. Kini Doni sudah harus bersiap-siap menjadi partner bisnisnya.


Sebenarnya Tuan Wishnu tidak ingin membebani Doni secepat ini. Namun situasi bisnis yang sangat dinamis menuntut Tuan Wishnu untuk bergerak lebih cepat, mempersiapkan Doni secepatnya.


Tuan Wishnu ingin terlibat langsung dalam proses pembentukan dan persiapan Doni menjadi pewaris. Segala kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh Tuan Wishnu dalam hal urusan bisnis, secara bertahap telah diturunkan pada Doni.


Awalnya Tuan Wishnu tidak berencana untuk menyekolahkan Doni di Indonesia. Tuan Wishnu dan Nyonya Wishnu sepakat merencanakan agar Doni melanjutkan sekolahnya di Singapura hingga tamat SMA.


Namun setelah melalui analisis mendalam dan melihat perkembangan situasi bisnis yang sangat kompetitif, Tuan Wishnu dan Nyonya Wishnu serta Nyonya Martha berdiskusi serius dan menyepakati agar mempersiapkan sang pewaris secepatnya.


Doni harus dipersiapkan semuda mungkin, dalam pengawasan dan penjagaan penuh dari Tuan Wishnu.


Dan kini Tuan Wishnu memiliki firasat bahwa putera kebangaannya mulai diperhatikan oleh para lawan bisnisnya.


Berdasarkan data yang diterima oleh Tuan Wishnu, diketahui bahwa sebagian lawan bisnisnya sudah mencurigai persiapan Tuan Wishnu terhadap Doni.


Tentu saja Tuan Wishnu tidak ingin strateginya cepat terbaca oleh musuh-musuhnya. Selain itu, keselamatan Doni juga harus lebih diperhatikan.


Tuan Wishnu merasa sudah saatnya Doni bekerja sama dengan Alfred. Doni sudah harus menyadari kehadiran Alfred di sisinya.


Alfred akan menjadi sekretaris sekaligus pengawal pribadi Doni. Sudah waktunya Doni harus diberi tahu mengenai hal ini.


“Tuan, Tuan Alfred sudah kembali.” Ujar Nyonya Martha membuyarkan lamunan Tuan Wishnu.


“Oh… Baik. Nyonya Martha, tolong persiapkan semua file penting dan perintahkan Alfred ke sini.” Perintah Tuan Wishnu.


“Baik, Tuan. Permisi.” Ujar Nyonya Martha sambil membungkukkan badannya dan bergegas meninggalkan ruangan Tuan Wishnu.


Tuan Wishnu bangkit dari kursinya dan berdiri menatap langit yang luas dari jendela ruang kerjanya.


Dari ruangan kerjanya ini juga Tuan Wishnu bisa melihat gedung-gedung tinggi nan megah seolah diselimuti oleh awan di sekelilingnya.


Cuaca di kota yang semula terik panas membara kini mulai terlihat mendung.


Tuan Wishnu melirik hasil rekaman CCTV di layar komputernya. Terlihat Nyonya Martha sudah bersama dengan Alfred di depan pintu.

__ADS_1


“Ya, masuk.” Ujar Tuan Wishnu ketika mendengar suara ketukan di pintu.


Pintu terbuka. Nyonya Martha masuk beriringan bersama Alfred.


“Permisi, Tuan. Sesuai Perintah, Tuan Alfred sudah di sini dan siap menerima instruksi langsung dari anda.” Nyonya Martha berkata dan melirik Alfred sekilas.


“Selamat siang, Tuan Wishnu. Saya siap menerima perintah selanjutnya.” Ujar Alfred penuh takzim.


“Terima kasih, Alfred dan Nyonya Martha. Silahkan duduk. Ada hal penting yang harus kita bicarakan.” Ujar Tuan Wishnu sambil mempersilahkan kedua orang penting tersebut duduk di sofanya yang nyaman.


“Alfred, mohon maaf aku telah mengganggu waktu makan siang mu.” Ucap Tuan Wishnu lagi dengan nada rendah.


“Siap, Tuan. Sudah menjadi tugas saya untuk selalu mengikuti perintah anda.” Alfred berkata dengan sigap.


Wajah Alfred yang tampan menyunggingkan sebuah senyuman tipis.


“Hemmm… Nyonya Martha, apakah file nya sudah ada?” Tanya Tuan Wishnu.


Nyonya Martha mengangguk cepat dan memberikan sebuah hard disk pada Alfred.


“Tuan Alfred, silahkan dibuka beberapa file penting di sini.” Ujar Nyonya Martha.


Alfred menghidupkan kembali Mac Book dan menyambungkan hard disk dengan perangkatnya.


Dia dengan cepat menemukan beberapa file yang dimaksud Nyonya Martha.


Alfred mempelajari data-data yang ada pada file tersebut. Wajahnya yang tampan terlihat sedikit tegang.


Alfred memang sudah menyadari hal ini sebelumnya. Dia juga telah melaporkan beberapa data yang berhasil diperolehnya kepada Nyonya Martha.


Nyonya Martha kemudian mengumpulkan data-data dari divisi lain sebelum kemudian melaporkan hasil temuannya pada Tuan Wishnu.


Alfred tertegun sejenak menatap layar Mac Book nya. Dia kelihatannya sedang memikirkan sesuatu.


“Menurutmu, apa yang sebaiknya kita lakukan?” Tuan Wishnu menguji ketajaman analisa Alfred.


“Siap, Tuan. Apapun akan saya lakukan untuk melindungi Tuan Muda Anthony!” Alfred menjawab dengan sigap.


“Baik, terima kasih Alfred. Bagaimana menurut anda, Nyonya Martha?” Kali ini Tuan Wishnu meminta pendapat Nyonya Martha.


“Sepertinya memang sudah waktunya Tuan Muda berkenalan dengan Tuan Alfred secara formal.” Ujar Nyonya Martha. Wanita itu tersenyum simpul.


“Hahaha… Anda benar sekali, Nyonya Martha.” Tukas Tuan Wishnu.


Tuan Wishnu tertawa sendiri membayangkan ekspresi wajah Doni nanti ketika mengetahui dirinya harus menerima Alfred sebagai asisten pribadi sekaligus bodyguard yang akan selalu mendampingi dan melindunginya.


Alfred adalah kandidat terbaik yang telah melewati segudang tes untuk posisi ini. Sehingga Tuan Wishnu tidak meragukan kemampuan Alfred.


Namun di sisi lain, Tuan Wishnu sangat memahami bahwa genetisnya turun banyak pada putera bungsunya ini. Sifat dan karakter khas mereka hampir serupa.

__ADS_1


Dibandingkan dengan mendiang saudara-saudaranya, Doni adalah yang paling mirip dengan Tuan Wishnu dari segi perawakan dan pembawaan sifat. Hanya saja Doni lebih pendiam.


“Untung saja puteraku tampan, kalau tidak orang bisa salah fokus.” Tuan Wishnu membatin sendiri.


Seandainya saja Alfred dan Nyonya Martha tidak ada di ruangannya saat ini, bisa dipastikan Tuan Wishnu akan tertawa terbahak-bahak sendiri.


“Nyonya Martha, apakah anda punya ide bagaimana kita mempertemukan secara langsung kedua pemuda tampan dan hebat ini?” Ujar Tuan Wishnu sambil tersenyum.


Nyonya Martha berfikir sejenak. Wanita itu melirik Alfred yang duduk tidak jauh darinya.


“Mohon izin memberi pendapat, Tuan. Saya fikir perkenalan secara formal adalah solusi yang paling baik.” Kata Nyonya Martha.


Wanita itu menjelaskan secara lugas mengapa sebaiknya perkenalan Alfred dan Tuan Muda Anthony dilakukan secara formal. Ada beberapa pandangan yang disampaikan oleh Nyonya Martha.


Tuan Wishnu manggut-manggut. Alfred juga sudah memahami penjelasan Nyonya Martha.


“Tapi aku fikir tidak perlu terlalu kaku juga.” Ujar Tuan Wishnu.


“Mereka berdua masih sangat muda. Ya… Mungkin bisa sedikit lebih santai…” Sambung Tuan Wishnu.


“Baik, Tuan. Saya akan mengatur semuanya sesuai dengan keinginan anda.” Ucap Nyonya Martha.


Tuan Wishnu menatap Alfred dan tersenyum penuh arti. Nyonya Martha tertawa kecil.


Alfred bertanya-tanya dalam hati. “Ada apa ini? Mengapa aku seperti sedang di-bully?” Instingnya menangkap senyum usil di wajah boss besarnya itu.


“OK, Alfred. Bersiaplah. Kita ikuti saja skenario dari Nyonya Martha. Hahaha…” Ujar Tuan Wishnu sambil tertawa lebar.


“Siap, Tuan. Akan saya laksanakan sesuai perintah.” Ujar Alfred sigap seperti biasa.


Meskipun sebenarnya dalam hatinya Alfred berharap skenario pertemuan secara formal dengan Tuan Muda Anthony akan berjalan wajar dan tidak aneh-aneh.


“Terima kasih, Alfred!” Ucap Tuan Wishnu dengan suaranya yang dalam.


“Apa yang sedang dilakukan Doni di ruang kerjanya?” Tanya Tuan Wishnu sambil melirik rekaman CCTV yang memperlihatkan situasi di ruangan Doni.


“Tuan Muda saat ini melakukan video conference dengan Profesor Gilbert, Tuan. Mereka masih berdiskusi tentang bursa saham online yang sedang bergejolak.” Alfred menjelaskan kegiatan Doni dengan rinci.


“Hemmm… Baiklah. Aku yakin Profesor Gilbert adalah guru yang tepat untuk Doni.” Ucap Tuan Wishnu.


Tuan Wishnu kemudian menoleh pada Nyonya Martha.


“Nyonya Martha, silahkan dipersiapkan semua secepatnya.” Perintah Tuan Wishnu.


“Baik, Tuan. Saya dan Alfred mohon izin kembali ke ruangan.” Ucap Nyonya Martha sopan.


Tuan Wishnu mengangguk sambil tersenyum.


Nyonya Martha dan Alfred meninggalkan ruangan CEO Tanaka Mining Co. Ltd.

__ADS_1


Kedua orang penting perusahaan tersebut akan sangat sibuk hari ini.



__ADS_2