
Pagi hari saat sarapan pagi, Aiga yang baru keluar dari kamar belakangan tampak mengenakan Seragam sekolahnya itu pun duduk di kursi meja makan.
"Kakak, yakin mau ke sekolah hari ini?" Tanya Dendi Khawatir takut pingsan seperti kemarin gara-gara diburu banyak siswa yang ngefans padanya.
"Iya Yah... aku kan sudah sehat Yah, nih Badanku juga gak demam lagi kan." meyakinkan Ayahnya agar diperbolehkan sekolah
"Kalau fans fanatik kakak itu ngejar-ngejar lagi bagaimana?" Tanya Bubda Selly
"Iya juga ya Bun.. " Jawab Aiga bingung
"Tapi Ayah, Bunda... Eman-eman kan pelajaran disekolah... lagian juga kemarin kan sudah ditinggal sama aku" ujar Aiga masih kepikiran dengan pelajarannya
"Kakak... Kepikiran sama pelajarannya apa Kakak yang semalam nelfon?" Goda Ridho sambil terkekeh
"Adek.. Sudah jelas kan semalam..." Jawab Aiga kesal
Tiba-tiba sebuah ponsel berdering pertanda ada suatu panggilan. Dilihatnya ponsel Aiga ternyata Rinda yang nelfon pagi hari
"Assalamualaikum Rin.."
"Waalaikumsalam Aiga.. Apa kabarmu?"
"Alhamdulillah sudah sehat kok, ini masih sarapan sama Ayah, Bunda dan si bontot.. Cepat Kesini Rin, sarapan terus berangkat bareng..."
"Gak usah Ga.. Terima kasih. Lagian kasihan bundaku yang masak kalau aku sarapan disitu... Kalau gitu ntar lagi habis sarapan aku jemput yaa..."
"Ok. Aku tunggu ya Rin.."
__ADS_1
Setelah telfonan dengan Rinda, Reza pun ngechat Aiga dan dibalas setiap pesannya
"Assalamualaikum. Good morning Aiga.."
"Waalaikumsalam Kak Reza.. Morning to."
"Sekolah gak hari ini?"
"Iya"
"Kalau gitu jangan lupa sarapan yaa, dan sampai jumpa disekolah"
"Iya kak Reza. Terima kasih.."
Sedangkan Ridho yang melihat kakaknya sedang senyum sendiri setelah membalas pesan entah dari siapa mencoba menyadarkan orang tuanya dengan berbisik
"Cie... paling dari Kak Reza yaaa.." Ucap Ridho
"Sok Tau kamu dek, ini tuh pesan dari Rinda sahabat kakak" ngelak Aiga..
"Mulai besok tidak boleh ada lagi hp di atas meja makan bahkan tidak ada yang boleh bawa hp ke ruang makan." Tegas Dendi yang merasa ingin mengajarkan anak-anaknya tau kondisi dan situasi
"Baik ayah." Jawab kompak Aiga dan Ridho
"Lagian kan hanya sekarang Aku bawa ponsel Yahh.." Bela diri Aiga
"Karena hari ini ada yang mengganggu, besok-besok tidak boleh ada yang ganggu." Tegas Dendi
__ADS_1
Aiga dan Ridho hanya diam tak bersuara lagi saat di larang oleh Ayahnya. Dan seketika itu suasana di ruang makan itu jadi hening
Tiba-tiba ada suara telfon lagi yang berdering. Ternyata ponsel Dendi, hingga membuat Aiga dan Ridho kesal..
" Ayahhhh...." Ucap Aiga dan Ridho
" Kan Ayah belum jawab.. " lirih Dendi
" Itukan kenapa Ayah pegang ponselnya kalau gak mau jawab?" Geruru Aiga tidak terima
"Kan cuma pegang, belum diusap layarnya.." Bela diri Dendi sambil memicingkan matanya
Sedangkan Selly hanya tertawa kecil
melihat keharmonisan keluarganya..
"Kalian kapan tidak mau menghabiskan makanannya?. Capek tau yang masak. Lagian lihat tuh nasinya sampek mau nangis dengar kalian debat kayak pilpres saja." Ucap Selly
Sedangkan Dendi, Aiga dan Ridho saling pandang. Lalu Ayah mengisyaratkan mereka berdua agar mendekat ke bundanya dengan isyarat matanya. Dan mereka hanya mengiyakan dengan syarat kedipan mata juga.
"Bunda. Yang sedih itu bukan nasinya.. Tapi perut yang tak mau makan makanan selain masakan bunda" lirih Ridho sambil memeluk Selly telebih dahulu
"Dan masakan bunda adalah obat untuk kita.." Ujar Aiga juga memeluk Selly
"Sempurnahlah keluarga kita karena karena kehebatan bunda" Ucap Dendi memeluk Selly juga
Selly tak dapat berkata apa-apa, yang ia bisa hanya meneteskan air mata terharu dengan semua perlakuan anak-anak dan suaminya.
__ADS_1
"Bunda tidak senang kalau kalian tidak menghabiskan makanannya" Ucap Selly yang membuatnya terlepas dari pelukan dari anak-anak dan suaminya dan menghabiskan semua masakannya..