
Di Mobil
"Ngapain sih loe lakuin itu untuk gue?
Sudah berapa kalia gue bilang. I'm fine. Gak ngerti kata itu tah?" Aldo marah kepada Reza yang duduk disampingnya
"Loe bilang fine?. Lalu apa kabar hati loe?.. perasaan loe? .... apa sama dengan yang loe ucapkan barusan. Loe gak pandai nutupi itu." Tegas Reza dengan menyaingi nada tingginya Aldo
"Gue bisa menata hati gue sendiri. " Tegas Aldo
"heh. Dengan begitu, berarti loe berniat menghancurkan gue, kita, dan grub kita" nada Reza mengintimidasi
"Apa maksud loe?" tanya Aldo
"Apa niat loe sebenarnya hah?
Loe sengaja bilang kalau loe ikhlaskan Aiga untuk gue, padahal loe gak ikhlas. Supaya apa? Agar loe bisa dilihat jadi pahlawan didepan Aiga gitu?. Setelah kita putus. Lalu loe deketin dia, baik-baikin dia. dan loe bisa miliki dia. Sekarang kita sudah putus. Dan loe gampang deketin dia. Dan loe kemarin bilang kalau kita sampai putus, loe akan menghilang. Gue pengen tau. Loe beneran hilang hanya didepan gue dan diam-diam deketin dia, atau loe hilang hanya cari simpatik dari temen-teman, atau bahkan loe menghilang beneran? " Tuduh Reza yang membuat Aldo ngerem mendadak hingga kepala Reza sedikit terbentur
"Apa loe bilang? Pendek sekali pikiran loe" Kata Aldo
" Asal Loe tau. Dengan loe begini. Itu sudah mengkhianati persahabatan kita. Yang loe siksa bukan cuman gue, tapi Aiga, dan band kita. Gue lebih sakit dikhianati persahabatan dari pada dikhianati oleh asmara. Ngerti Loe !" Jelas Aldo sambil turun dari mobil Reza dan menepi sambil mengambil ponsel memesan taksi online.
tin...tin... tin....
Klakson mobil dibelakang Reza berbunyi
Reza yang masih kesal dan marah akhirnya pindah dan nyetir mobilnya sendiri tanpa menghiraukan lagi sahabatnya itu
Kini pikiran Reza kacau, teringat semua kejadian yang terngiang dikepalanya
__ADS_1
"Kita putus"
"Kalau kalian putus, lebih baik gue menghilang dari kehidupan loe"
" Asal Loe tau. Dengan loe begini. Itu sudah mengkhianati persahabatan kita. Yang loe siksa bukan cuman gue, tapi Aiga, dan band kita. Gue lebih sakit dikhianati persahabatan dari pada dikhianati oleh asmara. Ngerti Loe !"
Kata-kata itu selalu terngiang di kepala Reza, sehingga membuatnya tak fokus nyetir. Saat hendak belok menuju rumahnya yang jaraknya kurang 1 kilo dari rumahnya, ada pengendara sepeda motor ngebut dari arah berlawan. Reza mencoba menghindar, tapi malah menabrak pohon. Sedangkan pengendara sepeda selamat namun berhasil kabur
Salah satu warga yang melihat ada mobil menabrak pohon, langsung menuju ketempat dan teriak minta tolong. Dengan cepat warga membawanya ke rumah sakit terdekat
*Sedangkan dijalan
Aldo yang masih menunggu taksi onlinenya dipinggir jalan, tak sengaja ia melihat nenek-nenek yang menyebrang sembarangan. Aldo hendak menolong nenek tersebut, tapi tiba -tiba ada mobil sedang melaju dan
"brukkk" Aldo tertabrak mobil
Pengendara mobil terkejut, dan langsung turun melihat korbannya
Melihat Aldo banyak darahnya, cepat ia teriak minta tolong dan membawanya kerumah sakit
Sesampainya dirumah sakit, Rinda gelisah dan takut. Ia tak tau harus menghubungi siapa. Keluarga Aldo ia tak punya nomornya.
"Aduh gimana ini" kata Rinda dalam hati dengan kondisi mondar mandir
"Reza" Ingat Rinda
"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif" nada yang berbunyi
"aduhh. gak aktif lagi" Kesal Rinda
__ADS_1
Dia coba lagi, namun tidak bisa
"Kemana sih Reza" Kesal Rinda karena tak bisa dihubungi
"Aku harus ngubungi siapa nih" bete Rinda sambil mencak-mencak khawatir
Karena Reza gak bisa dihubungi, akhirnya Rinda menyerah. Dia lupa dengan Ilham dan Imron, serta clara saking takutnya
Dengan terpaksa ia menunggu hasil periksa dokter
"Mbak. Keluarga pasien dimana?" Tanya suster yang keluar dari ruang UGD sendiri
"Ini masih dihubungi sus. Tapi gak ada yang nyambung" Jelas Rinda
"Bagaimana kondisinya sus?" Tanya Rinda
"Dokter masih nangani" Ramah Suster
"Terima kasih sus" Kata Rinda
Setelah beberapa menit kemudian, pintu UGD dibuka
"Keluarga pasien" Panggil dokter
Rinda yang melihat dokter keluar menghampiri
"Dok. Saya temannya pasien. Keluarga belum bisa dihubungi. Gimana dok keadaannya teman saya?" Tanya Rinda khawatir
"Mbak gak usah khawatir. Dia pasti baik-baik saja. Hanya saja saya ada perlu dengan keluarganya dengan segera." Jelas Dokter dengan ramah
__ADS_1
"Boleh saya jenguk teman saya dok?" Tanya Rinda
"Silahkan" Kata Dokter