
Sesampainya dirumah, Aiga dan Rinda masuk ke rumah yang kemudian disambut oleh.pembantunya
"Assalamualaikum" salam Aiga dan Rinda
"Waalaikumsalam non" jawab bi Dini
"Bi, Ridho sudah pulang?, dan bunda kemana bi?" tanya Aiga nyerocos
" Den Ridho sudah ada dikamarnya non, kalau nyonya masih keluar mau bertemu temannya nyonya katanya." terang bi Dini
"oh. minta tolong ya bi, bawakan makanan dan minuman ke kamarku, kita mau makan siang disini" pinta Aiga ke pembantunya
"baik non,," jawab bibi sambil tersenyum.
"oh ya non. maaf lancang, kacamata non Aiga kemana?" tanya heran bibi yang melihat perubahan Aiga
"males ah bi, yang mau bahas sekarang." terang Aiga kepada bi Dini
"udahkah, sana bi.. tolong ambilkan dua makanan dan minuman ke kamarku" pinta Aiga kembali
" ayo ah Rin, kita ke kamar.," ajak Aiga sambil menarik tangan Rinda.
__ADS_1
Sesampainya dikamarnya Aiga. tiba-tiba ponselnya Aiga berbunyi.
"Halo Assalamualaikum bunda" Ucap Aiga mengawali telfon dengan bunda Selly di seberang telfon
"Waalaikumsalam nak, sekarang ada dimana?" tanya.bunda
"dikamar bun, sama Rinda. Tadi aku di antar Rinda, sekian aja Rinda disuruh makan siang di rumah. Gak apa-apa kan bun?" tanya Aiga ke bunda
" ya gak apalah sayang.. justru bunda yang minta maaf gak bisa jemput kamu, soalnya teman bunda nelfon, katanya sudah ada di kota ini, dan meminta bunda untuk datang ke rumahnya" jelas Bunda
"oh. ya, sampaikan salam terima kasih bunda yaa ke Rinda karena sudah nganterin kamu, dan bilang jangan sungkan-sungkan gitu." sambung bunda Selly sambil terkekeh.
"baik bun.akan ku sampaikan" jawab Aiga.
"hehe. iya bunda.. aku seneng kok
oh ya bun.. aku kangen bunda loh,, tapi bundanya gak ada" sahut Rinda sambil merengek ke bundanya Aiga di seberang telfon.
"ya sudah kapan-kapan kita kumpul sama keluargamu juga" jawab bunda Selly.
"sudah dulu bun telfonannya. Assalamualaikum" lerai Aiga yang merasa cemburu karena gak mau berbagi kasih sayang kepada sahabatnya dan lalu mematikan sambungan telfonnya.
__ADS_1
" hahaaa. kenapa tuh muka? cemberut aja." goda Rinda
"pokoknya aku gak mau kamu panggil bundaku dengan sebutan bunda juga. titik."sewot Aiga
"hahaa. tenang aja kali. aku juga punya bunda kok. hahaaa" guyon Rinda
tiba-tiba terdengar ketokan pintu dari luar kamarnya , dn langsung Aiga membuka pintunya dan mengucapkan terima kasih kepada bibinya karena sudah mengantarkan makanannya. dan memberikan makanannya ke Rinda.
"oh ya Rin. kamu sudah telfon belum bundamu? nanti dicari'in lagi." tanya Aiga ke Rinda.
"oh yaa. Aku lupa, saking guyonin kamu, aku lupa ke bundaku sendiri." salting Rinda ke Aiga.
"makanya jadi orang julid" sahut Aiga sambil nyubit hidung Rinda.
,
" hehee. iya. iya" lirih Rinda lalu menelfon bundanya untuk Izin.
setelah Rinda meminta izin ke orang tuanya. mulai perbincangan mereka tentang menyamarnya Aiga selama ini di sekolah yang diawali olehnya. Hingga dia paham betul maksud Aiga selama ini
"terus, bagaimana besok ga? apa gak sebaiknya kamu gak usah nyamar cupu lagi. biar kamu gak di bully terus sama Fani." tanya sekaligus saran Rinda ke Aiga.
__ADS_1
" tau ah Rin. aku bingung. mungkin nanti aku minta saran bunda dan ayah saja" jelas Aiga.
setelah perbincangan itu selesai, Rinda pamit pulang ke Aiga, karena waktu sudah menunjukkan jam 3 sore, dan dia janji mau pulang jam 3 sore.