
Setelah makan di kantin. Tiba-tiba ada suatu panggilan untuk Dela dan Dion yang harus ke ruang Administrasi sekolah, dengan sigap mereka menuju ke ruangan itu dan meninggalkan Rinda dan Aiga.
"Perlu kami antar ?" Tanya Aiga
"Tidak perlu, kalau masih ada yang macam-macam. Bilang ke aku"Ucap Dela
"Baiklah. Terima kasih atas perhatian kalian" Ujar Aiga sambil tersenyum.
Sepergian Dela dan Dion, Langsung Fans Aiga menyerbunya dari berbagai penjuru. Rinda yang khawatir terhadap Aiga menyuruhnya lari sebisa mungkin.
Aiga yang lari entah tujuannya kemana yang penting bisa kabur dari fansnya tiba-tiba ada sebuah pintu. Langsung ia masuk dan menutup pintunya hingga terkunsi sendiri.
Sedangkan Reza sudah didalam ruangan yang dimasuki Aiga memainkan ponselnya.
"Si..siapa itu?" Tanya Aiga yang masih ngos ngosan dan takut, karena ruangan itu sedikit gelap dan tak ada jendela satupun, kemudian ia balik badan hendak keluar dari ruangan itu tapi malah pingsan.
Reza yang mendengar ada suara dibalik gelapnya ruangan itu langsung menyalakan senter hpnya dan mencari sumber suara, dilihatlah Aiga yang sudah tidur dilantai tak sadarkan diri yang membuatnya cemas
"Ga.. Ga... Bangun" lirih Reza sambil menggoyang-goyangkan punggung Aiga, namun Aiga tak juga bangun.
"Aduh. Bagaimana ini?" tanya Reza dalam hati.Lalu dicarinya sesuatu yang bisa membuat Aiga sadar di seluruh sudut ruangan, dan tumpukan kayu dan kardus namun tak menemukan sesuatu.
Reza saking bingung dan khawatirnya tidak ingat bahwa ia sedang pegang ponsel yang bisa menghubungi siapa saja yang ada diluar
Sementara Aiga yang masih tak sadarkan diri itu langsung dibawa ke atas tumpukan kardus dan menyandarkan ke punggung Reza.
Tak sengaja ia meraba sesuatu di balik tumpukan kardus disebelahnya. Ada segelas air mineral yang masih utuh disana. Langsung Reza menggapainya dengan hati-hati dan disemprotkan ke wajah Aiga hingga sadar.
"Siapa kamu?" Tanya Aiga yang masih tidak bisa melihat sesuatu karena gelap meskipun disampingnya ada Reza.
"Gue Reza Ga.." Sambil menyalakan senternya ke wajah Reza yang membuat Aiga takut
"Aaaaaaaaaaaaa.." Jerit Aiga yang membuat Reza menbungkam mulut Aiga.
"Kenapa menjerit?.. Gue manusia bukan hantu. Lagian kuping gue sakit tau loe teriak di dekat gue" ujar kesal Reza
"Ini benar kak Reza.? " Tanya Aiga yang masih tak percaya lalu mengambil senter Reza dan mengambil cahaya di wajah Reza.
"Sudah jelas? sudah percaya?" Tanya Reza sambik meyakinkan Aiga
__ADS_1
"Maaf ya kak. Habisnya ini tempat gelap. Ini tempat apaan sih?" Tanya Aiga
"Ini Gudang." Jawab Reza
"Oh." sahut Aiga
"Kenapa tadi pingsan?" Tanya Reza heran
"Tadi aku, Rinda, Kak Dela, dan kak Dion makan di kantin. Habis itu kak Dela dan Kak Dion di panggil ke ruang administrasi Sekolah. Terus aku diserbu sama cowok-cowok gila itu dan meninggalkan Rinda disana, aku lari tak tau tujuannya kemana. Tiba-tiba kesini. Oh. Ya.. Ponselku kemana yaa?" Jelas Aiga sambil mencari Ponselnya karena teringat ke Sepupu dan sahabatnya itu.
"Emang terakhir loe taruh dimana?" Tanya Reza.
"Gak Tau kak" Ungkap Aiga kesal karena kehilangan hpnya.
"Pinjam dong.. hubungi nomorku. Kan kakak punya" mohon Aiga ke Reza
"Bateraiku lowbat Ga.." kesal Reza dengan baterainya yang lowbat.
"Yaaa. Gimana dong kak.. Kita kejebak disini"Gerutu Aiga
"Oh ya.. kenapa kakak juga bisa disini?" Tanya Aiga.
"Ga.." lirih Reza sambil menatap Aiga hingga terlihat sedikit jelas wajah keduanya.
"Iya." Jawab Aiga sambil menoleh ke Reza hingga keduanya bertatapan
"Kita kan sama2 diuber-uber fans. Bagaimana kalau kita pacaran?" Ungkap Reza.
"Bagaimana dengan Kak Fani kak?" Tanya Aiga cemas
"Ga.. Gue suka sama loe. san Gue sama Fani sudah gak ada hubungan apa-apa Ga.." Ucap Reza yang menyatakan sukanya ke Aiga
Sedangkan Aiga diam tanpa memberikan jawaban
"Gimana Ga..?" Tanya Reza lagi memastikan
"Ga.. Kalau kita pacaran akan banyaj untungnya.. Yang pertama. Kita bisa bebas dari para fans gila itu. Kedua, kita bisa bebas melakukan apa saja Ga.. Ketiga. Loe gak bakal di ganggu lagi sama Fani." Alasan Reza agar Aiga mau menerima cintanya
"Tapi kak. Kak Fani itu tidak akan berhenti begitu saja menggangguku apalagi kalau aku jadi pacar kakak." ujar Aiga yang menolaknya dan membuat Reza jadi kacau
__ADS_1
"Ga.. loe tau. Setiap malam gue selalu mikirin loe. dan berharap loe juga mencintai gue Ga..Gue sampai bertengkar sama Aldo gara-gara loe." Terang Reza hingga membuat Aiga kaget
"Apa? jadi selama ini Kak Reza sama kak Aldo suka sama aku?", Ujar Aiga Heran.
"Iya Ga.. Gue sama Aldo suka sama loe" ujar Reza
"Maaf Kak. aku gak bisa" tolak Aiga sambil meneteskan air matanya karena harus menolak Reza yang tak mau keduanya pecah sahabatnya disebabkan oleh dirinya, padahal Ia juga menyukai Reza
Dan seketika pintu dibuka oleh pak kebun sekolahnya yang membuat Aiga dan Reza kaget langsung menuju pintu.
"Pak. Terima kasih banyak sudah dibukakan pintunya" Ucap Aiga dengan meninggal Reza di dalam
"Kenapa bisa terkunci didalam neng?" Tanya pak kebun namun tidak dijawab oleh Aiga karen ketahuan fansnya yang pulang sekolah dan lewat di gudang tersebut dan mau menghampiri Aiga. Dia yang merasa terpojok dan akhirnya masuk kembali ke dalam gudang dan memeluk Reza sambil berkata. "Kak. maafkan aku. Aku menyukaimu. dan aku mau jadi pacarmu"
Sedangkan pak kebun tadi yang melihat Aiga kembali masuk ke dalam gudang dan bertanya tapi dihiraukan olehnya hanya bisa geleng2 kepala dan juga masuk ke dalam gudang. Betapa kagetnya saat melihat Aiga dan Reza sedang berduaan dan saling nangis haru
"Astaghfirullah, kalian kenapa? dan kenapa ada Reza disini?.." Tanya Pak kebun heran
"Kami tadi terkunci disini pak. Tadi saya masuk lagi karena saya lupa kalau ada Kak Reza" ujar Aiga.
"Ya sudah, sana pulang. nanti dicari sama orang tuanya" perintah pak kebun tersebut
lalu mereka berdua pulang sambil bergandengan tangan menuju ke kelas masing2 memperlihatkan kepada para fansnya. Sampai di pertigaan dimana kelas mereka berbeda arahnya sudah ada yang menunggu dan heran saat melihat mereka yang bergandengan tangan. Langsung Dion menghantam Reza. Dan Aiga menjerit
"Kak Dion. Hentikan." Teriak Aiga
"Kalau kau masih ganggu Aiga, akan berhadapan langsung dengan aku" Tegas Dion
"Kak Dion salah paham. Dia itu sahabatku kak" Ucap bohong Aiga agar tidak menyakiti Aldo yang juga melihatnya dengan wajah cemburu
"Sahabat apaan sampai pegangan tangan.," Ucap kesal Dion
"Kak Reza gak apakan. Kak Reza mending pulang dulu. Minta tolong kak Aldo, Kak Ilham dan Kak Imron bawa pulang Kak Reza" khawatir Aiga yang menoleh ke Reza dan sahabat Reza secara gantian, dan segera mereka menggangguk kepala dan membawa Reza pergi
"Kak Dion, Dia tadi yang menolong aku dari kejaran para fans fanatik itu kak." ucap Aiga
"Ya sudah ayo pulang. lebih baik kau jelaskan sendiri ke om dan tante. Karena khawatir sejak kamu menghilang" Ucap Dion ke Aiga
Kemudian mereka pulang ke rumah mereka masing-masing. Aiga dan Rinda satu mobil. Sedangkan Dela dan Dion sengaja tidak bawa mobil karena mau buat suprise kepada Aiga, namun banyak kejutan bagi mereka yang membuat mereka ekstra menjaga Aiga
__ADS_1