
...🌸🌸🌸...
Bintang bergeming saat ponsel nya berbunyi. Betapa senangnya saat si pemanggil adalah Naya, wanita yang selalu ada dalam Kepala nya.
"Haii... sayang... aku kangen. " Bintang membuat suaranya se imut mungkin.
"Sama, besok main dong ke sini." Naya menjawabnya dengan lembut.
"Ok, besok aku pulang ngantor langsung ke Jakarta, nggak... nggak bisa bolos, Abang istrinya melahirkan jadi kayaknya mustahil aku buat bolos." Terangnya.
"Iya, jangan terlalu malem tapi. Aku pulang kerja jam 7 malem. Sift siang!"
"Ok, tunggu aku ya."
"Hemmm.Ya udah kalo gitu.. "
"Eh, jangan dulu di tutup. VC yuk! Aku kangen." Potongnya lagi.
"Boleh."
"Bentar, aku rebahan dulu." Bintang segera masuk kamar dan merebahkan tubuhnya.
"Aduh kacamata aku, berembun. lagi makan mie." Ucapnya terkekeh saat panggilan berubah mode jadi VC.
"Udah nih, buka dong... " Ucapnya saat melihat kacamata kekasihnya memang terlihat berembun.
Terlihat Naya membuka kacamatanya, semakin terlihat cantik dan seksiii di mata Bintang.
Ada getaran terasa di tubuhnya, sekuat tenaga dia menahannya. Entah besok apa yang akan dia lakukan. Bintang menemani Naya yang memakan mie nya, mereka melakukan VC hampir setengah jam, hingga terlihat Altaf anaknya Naya menangis. Dan Naya pun pamit untuk mematikan panggilan.
Bintang termenung, sesuatu miliknya bangkit sempurna, melihat Naya dengan tanktop nya yang memiliki belahan v di tengah nya, memamerkan sepasang bulatan indah itu. Dan dengan nakalnya mereka bergerak seakan melambai-lambai pada Bintang saat pemilik nya tertawa. Itu semua semakin indah dengan rambut Naya yang di gulung asal.
*
*
__ADS_1
"Aduh... di tinggal lagi tegang-tegangnya." Keluhnya.
Bintang mencoba tidur namun adik kecilnya tidak juga tidur membuatnya gelisah di atas kasur itu.
"Mau apa lu? handbody apa sabun? lah gue males ke kamar mandi nya." Dia berbicara dengan bagian tubuh bawahnya.
Dia mendengus kesal, saat harus berolahraga tangan di malam itu, rasanya malas tapi itu terasa sakit jika di biarkan. Di raih nya botol handbody sisa Mentari yang dia ambil dari kamar adiknya, entah masih bagus atau sudah kadaluwarsa, yang penting bisa membantu melicinkan tangannya.
Prreeettt... suara dari botol handbody itu, ternyata isinya habis tinggal sedikit.
"Ya... beak, make naon nya gagantina? piraku make pomade rambut! bisa beuki jeceung si utun!"
(ya... abis, pake apa ya gantinya? masa pake pomade rambut! bisa tambah keras menantang si adik kecil!) gerutunya dengan bahasa Sunda.
Dia keluar kamar berjalan ke kamar adiknya, berniat untuk mencari apa yang bisa membantunya untuk pendukung olahraga tangannya.
"Ngapain den?" Si mbok bertanya saat dia keluar dari ruangan setrika.
"Ini, mau nyari sesuatu buat bersihin udel mbok!" katanya beralasan.
"Oh, pake katenbad (cotton buds) di kamar neng chaca pasti ada." Jawab wanita tua tersebut.
Bintang mengangguk sambil masuk ke kamar adiknya dan si mbok turun ke lantai bawah.
Bintang terkikik geli dengan alasannya barusan, "Bersihin udel, udel panjang." Dia kembali terbahak sambil menyalakan lampu tidur saja di kamar adiknya.
Lalu mulai mencari apa yang bisa dia gunakan di meja rias adiknya itu.
"Ah, ini aja lah baby oil." Dia mengambil lalu melihat nya yang hanya sedikit saja.
Lalu mencari lagi, ada sebuah botol masih terisi banyak, namun bagian kertas nya sobek. "Naon iyeu nya? tapi aya lotion na!" (Apa ini ya? tapi ada lotion nya!) Gumamnya namun tak ayal dia ambil.
Di remangnya lampu tidur, dia melenggang keluar dengan sebotol .... lotion di tangan.
***
__ADS_1
Dia masuk ke kamarnya yang hanya di terangi lampu tidur di atas nakas.
Kembali dia berbaring di kamarnya, "Masih setia lu?si bangkit dari kain bukan dari kubur." kekehnya geli sambil menuangkan cairan di botol itu ke telapak tangannya.
Dan dia melakukan olahraga tangannya hingga misi nya tercapai dengan beberapa tisu sebagai saksi bisu yang berserakan menjadi sarana lap melap, hasil dari kegiatan olahraga tangannya yang di sponsori Naya dan lotion keponakannya.
Bintang tak sempat ke kamar mandi, dia terlelap setelah kelelahan dengan si adik yang kembali tertidur. Dia pun mengikuti jejak adik kecilnya.
Pagi hari dia terbangun dengan suara riuh di bawah, orang tuanya sudah pulang dari rumah sakit, dan dia meyakini keponakannya bertambah lagi satu.
Kemudian dia bangun dan berjalan membuka gorden kamarnya dan tak lupa dia buka lebar pintu menuju balkon. Kemudian berjalan ke kamar mandi dengan sempoyongan menggaruk bagian bawah tubuh nya yang terasa gatal.
Dia cuci muka dan buang air kecil.
Sesaat kemudian sebelum turun ke bawah mencari sesuatu yang bisa dia makan. Bintang berjalan ke arah meja nakas mengambil ponselnya, saat dia melihat botol lotion semalam yang mencurigakan.
Dia ambil botol itu yang bagian pinggir nya sobek, dia merasa takut karena bagian inti kebanggaan nya terasa gatal. Takutnya kadaluwarsa, dan benar saja sudah hampir 3 bulan dari waktu kadaluwarsa nya dan yang tambah bikin dia syok ternganga adalah setelah membaca bagian belakang botol itu. Yang bertuliskan Hair lotion.
( Bayangin, daerah tulisan Hair nya sobek ya)
Dia tercengang membayangkan rambut Helen keponakannya yang lebat mungkin karena dia menggunakan hair lotion ini. Bagaimana jika si adik, batang yang dia banggakan akan di tumbuhi rambut setebal rambut Helen, dia bergidik dan berlari ke kamar mandi.
"Anjirr... teu kabayang mun si utun gondrong, kos singa!" (anjir, nggak kebayang kalo si adik kecil gondrong kayak singa!) gerutunya sambil membuka baju, dia menuangkan banyak sabun dan menggosokkan nya ke bagian bawah tubuhnya dengan maksud menghilangkan sisa-sisa hair lotion itu, dan kembali takut apakah rasa gatal yang di rasakan nya karena akan tumbuh rambut pada si adik kecil kebanggaan nya itu.
Rasanya dia ingin memaki adiknya karena menyimpan barang yang sudah kadaluwarsa, tapi di pikir lagi itu ke oon na dia yang tidak teliti, atau apakah ini balasan dosanya karena membohongi si mbok semalam. Ya masa iya dia harus jujur mencari pelicin buat olahraga tangan. Bisa malu dan pasti si mbok laporan ke Bunda nya.
NB: dah lah mau bantuin Bintang nyuci si utun.
Bersambung ❤❤❤
Terimakasih🙏🙏, jangan lupa komen, like, sama Favoritnya ya yang belum di klik.
Cuma mau mengingatkan yang udah nge favorit in cerita ini jangan di un fav lagi dong, Tiba-tiba naik ntar tiba-tiba berkurang lagi. Aku kayak yang di kasih jajan terus di pinta lagi 🤭🤭 Tapi bebas sih gimana kalian aja lah, susah nggak bisa maksa☺☺ Terimakasih yang masih setia mendukung, semoga berkah dan tidak mengecewakan🥰🥰🥰
__ADS_1
Sehat dan bahagia buat semua😘😘😘