Kisah Mentari

Kisah Mentari
jamur kuncup


__ADS_3

❤️❤️❤️


Tepat pukul tiga dini hari, rasa-rasanya Dafa baru saja tertidur saat pergerakan sang istri membangunkannya.


Mentari memeluk nya seakan dirinya adalah guling, bahkan sang adik kecil tertimpa lutut sang istri yang menekuk memeluk di atas tubuhnya.


"Eegggghhh..." Dafa mengerang saat sang adik tiba-tiba saja bangun.


Dia menatap wajah cantik yang menghadap ke arahnya. Hidung mancung, bulu mata lentik, bibir lembut itu.


Dafa tanpa aba-aba mengecup dan melu*mat belahan lembut itu. Kaos yang tanpa kaca mata itu dia genggam dan mainkan choco chip itu.


Mentari mele*nguh, matanya sedikit terbuka dan mengerut menatap suaminya yang sedang bermain dengan tubuhnya.


"Mas...". Panggilnya.


Dafa yang tengah mengecupi dada sang istri mendongak ke arahnya.


"Kamu... bangun?" matanya berbinar.


"Jam berapa ini?" Tanyanya dengan suara parau.


"Jam tiga sayang!" Setelah dia menoleh melihat jam digital yang menempel di dinding sebrang tempat tidurnya.


Lalu kembali melakukan aktivitas yang tertundanya. Menyingkapkan kaos yang membalut tubuh sang istri.


Kemudian memijat lembut lalu menghisapnya rakus seperti bayi yang kehausan.


Mentari menjambak rambut Dafa yang berada dia atas tubuhnya.


"Aggghh... Mas!" de*sah nya.


"Iya... sayang!" Dafa menyeringai puas lalu bangun dan membuka pakaian yang menempel di tubuhnya tak lupa dia tarik juga kaos yang Mentari pakai.


...-------...


Kini mereka hanya menyisakan kain segitiga di tubuh masing-masing.


Dafa kembali mengungkung tubuh itu, memberikan kecupan di segala titik untuk membangun percikan-percikan gai*rah pada sang istri.


Mentari yang mendapatkan perlakuan itu tubuhnya sudah tidak karuan lagi, dia bergerak gelisah. "Rasa apa ini? kenapa semakin gila!" batin Mentari merasakan rasa yang begitu memabukkan.


"Mas..." Leng*uhnya.


"Ya ... sayang!" Dafa kembali mensejajarkan kepalanya lalu kembali memagut bibir itu, sedikit menghisap dan menggigit kecil.


"Sekarang ya!" bisiknya dengan suara parau.


Mentari mengangguk kecil dengan mata yang terpejam menahan gejolak rasa yang baru dia rasakan.


Dafa bangkit lalu berjalan ke arah stop kontak.


klik...


lampu kamar pun terang menderang.


"Matiin... aku malu!" rengek mentari.


"Aku mau liat kamu jelas!" ucap Dafa yang sudah merangkak kembali menaiki tempat tidur.


"Biar kita bisa melihat jelas wajah-wajah penuh kenikmatan." ujarnya, kembali menghisap dan memainkan lidahnya di area choco chips milik istrinya itu.


Mentari meremat punggung kokoh itu, kakinya sudah tidak bisa diam. Entah kenapa bagian tubuh bawahnya merasakan rasa yang aneh menuntut sesuatu yang lebih.


Dafa yang sudah siap tempur menekankan si adik yang masih terbungkus ke gua milik sang istri yang juga masih terbungkus.


"Emmm... keras banget!" Mentari mele*nguh merasakan sesuatu di bawah yang keras menekan bagian intinya.


"Iya... si adik siap traveling di gua kamu!" Dafa semakin parau.


Lalu tangannya mengulur kebagian bawah milik sang istri.


"Udah basah, Sun. Pasti nggak akan terlalu sakit!" Ujarnya.


Jari jemarinya masih memberi usapan lembut di bawah sana, mulutnya kembali memainkan choco chips itu. Siapa yang kuat menerima perlakuan seperti itu.


"Ahhhhh... Mas!" Mentari tak tahan lagi entah tubuhnya menuntut sesuatu yang lebih lagi.


*


*


Dafa menghentikan aktivitasnya lalu membuka kain segitiga itu, tampak nyata sudah bentuk si adik yang dia gadang-gadang sebagai belut listrik itu.

__ADS_1


Seringai mesum terlihat dari bibirnya saat melihat sang istri menatapnya tak berkedip.


"Kenapa?" tanyanya bangga.


"Kok bentuknya gitu nggak kayak belut listrik yang kamu sebut-sebut tadi Mas!" ucapnya heran.


"Ya emang kayak gini! terus harus kayak gimana?" tanyanya kesal.


"Itu mah bukan belut listrik,Mas. Tapi kayak jamur porcini yang masih kuncup, cokelat-cokelat gimana gitu!" tangan nya menutup mulutnya yang hampir meledakkan tawa.


jederrrr....


"Apa..? kamu bilang kayak apa?" tanya Dafa ingin mendengar ulang kata yang istrinya ucapkan.


"Kayak jamur yang masih kuncup!" Akhirnya tawanya pun pecah.


Dafa hanya melongo mendengar dan melihat reaksi sang istri.


"Gila malam pertama gue Ama yang polos gini amat!" gerutu nya kesal.


"Hei... kakak cowok kamu ada dua, Sun. Masa kamu nggak tau bentuk normal punya cowok kayak gimana?" Dengusnya kesal.


"Yey... terus aku bisa seenaknya gitu liat punya Abang sama kakak aku?" Matanya melotot tajam.


"Ya waktu mereka kecil lah!" Ujarnya tak kalah sengit pada sang istri.


"Ishhh... pas mereka kecil ya aku belum ada lah! Mas ngaco!" cibirnya.


"Anjir, iya... ya, Napa gue jadi ngedadak be*go gini!" ucapnya menepuk keningnya sendiri.


"Loh kok dia tumbang Mas?" tunjuk sang istri pada adik kecil yang tadi sudah kekar bak Ade Rai. kini menunduk perlahan


"CK... kamu kelamaan, pake ngobrolin jamur segala!" Dafa mendengus kasar.


"Bangunin lagi!" Perintahnya.


"Gimana?"


Mentari menahan tawa.


"Pegangin kek, kamu jadiin mic kek atau permen lollipop gitu!" usulnya.


"Mic...?" Mentari menatap wajah sang suami.


Diambilnya ponsel di atas nakas, Lalu dia mencari sebuah video yang sengaja dia simpan sebagai imajinasi nya ketika bermain dengan Tante bio bukan Tante Lux.


...-----...


"Nggak mau, nggak mau liat yang kayak gitu!" Mentari menutup wajahnya.


Dafa yang duduk di sebelahnya malah mendekap leher sang istri dan menarik tangan yang menutupi wajah Mentari.


"Liat, tonton dulu. Ilmu pengetahuan ini, biar kamu nggak polos menjurus ke bening. Biar ada bawang Ama daun seledri dikit, lebih bagus lagi pake saos biar hot." Ucap sang suami.


"Kamu pikir aku kuah bakso!" Cebiknya.


"Iya, memang. Baru ada gurihnya, belum pake toping!" jawab Dafa asal.


Mentari pun membuka matanya takut-takut.


Lalu mulai menonton film biru itu bersama sang suami.


Dafa dengan telaten menerangkan gaya-gaya apa saja yang tengah di lakukan para artis itu.


"Kamu, Mas. Pro banget Ama yang kayak gini! aku ngeriii, kamu nggak suka jajan sembarangan kan?" selidiknya.


Dafa menatapnya jengah.


"Kenapa otak kamu mikir gitu?" dia menyentil telunjuknya pada kening sang istri.


"Awww..." Mentari hanya mengaduh pelan.


"Aku pertama dan cuma sekali sama almarhum Ayu, aku juga nggak tau itu rasanya senikmat apa, soalnya kan nggak sadar!" terangnya.


"Bisa aja masih ada nggak sadar season lain!" mentari terus memancing.


Dafa mendengus kesal mendengar tuduhan dari sang istri.


"Terserah lah kalo nggak percaya!" ucapnya lalu menyimpan ponsel nya ke atas nakas.


Dia langsung menyelimuti tubuhnya dan memunggungi sang istri.


Mentari menatap punggung itu.

__ADS_1


"Idih dia marah, baperan!" gumamnya.


Dia pun ikut masuk ke dalam selimut, mereka saling memunggungi dan mencoba untuk tidur.


*


*


Dasar si adik yang nggak tau diri, tadi tumbang. Sekarang bangun tegak sempurna, Dafa menggerak-gerakkan badanya gelisah.


Dia pegal menahan si adik yang tak mau kembali tidur, bahkan pangkal pahanya terasa keram.


Dafa pura-pura tidur saat ada pergerakan dari sang istri. Dia mengintip dari celah matanya yang sedikit terbuka.


Mentari berjalan ke arah kamar mandi, melenggang begitu saja ke kamar mandi hanya menggunakan si kain segitiga itu.


Dafa menahan nafasnya tenggorokan nya seketika mengering, saat melihat gundukan lembut yang tadi dia hisap dan pegang, bergoyang seirama dengan langkah kaki sang pemilik.


"Anjir... kagak kuat lagi gue!" Gerutunya.


Lalu dia menyingkap selimut sesaat sebelum sang istri kembali naik ke atas tempat tidur.


Dia pura-pura mengigau.


Mentari yang kaget dengan apa yang di lakukan sang suami, namun ingin tertawa melihat bentukan jamur itu, di pura-pura cuek dan acuh.


Dia malah kembali berbaring dan memejamkan mata. Namun dalam hatinya dia terbahak-bahak. Tadi saat keluar dari kamar mandi dia melihat sang suami matanya mengintip sedikit. Jadi dia tau itu modus sang suami.


Dafa teramat merutuki dirinya yang marah akan ucapan sang istri. Nyatanya sang istri tidak peka. "niat hati pengen di rayu, biar bisa minta aneh-aneh, malah gue yang zonk sendiri!" batinnya menangis.


saat dirinya akan terlelap, rasa ngantuk mendominasi dan mengalahkan si adik yang masih kekar seperti Ade Rai itu


Seseuatu bergerak dan seketika dia mende*sah nikmat, si adik di cengkram dan di mainkan di bawah sana.


"ohhhh... Sun, ya.... nikmat!" Dafa meracau.


Mentari menatap sang suami dari bawah.


"Tadi aja melotot sinis, sekarang merem melek!" gumamnya kesal.


Dia terus memainkan si adik di bawah.


Dafa juga tak mau kalah, dia mengelus tubuh sang istri yang bisa dia capai.


"Ahhhhh... Sun, aku nggak tahan." dia menarik kepala mentari agar berhenti bermain di adik kecilnya.


Sekarang dia kembali bangun dan mengungkung sang istri.


Di menarik kain segitiga berwarna baby pink itu. Kemudian mengarahkan sang adik ke gua milik sang istri.


"Awwww... sakit," Mentari mengaduh saat Dafa mencoba menerobos pintu gua itu.


"Tahan, Sun!" Dafa semakin parau.


kembali dia mencoba masuk lagi. Susah emang, seperti ada yang menahan. tidak bisa masuk.


"Aduhhh... sakit, Mas aku nggak mau!" rengeknya bahkan air mata jatuh di pipinya karena rasa sakit itu.


"Tahan, Sun...


Dafa kembali akan mencoba menenggelamkan namun kembali sang istri menjerit membuat dia tidak bisa fokus.


"Ini udah tiga kali, masih belum bisa masuk!" mentari terus mengaduh.


"Nanti aja pagi!" tawarnya.


"Mau sekarang, pagi, atau seminggu sekalipun akan tetap sakit kalau pertama Sun!" ujar Dafa kesal.


"Lagian aku ada turnamen jam 10 harus udah ada di Sentul!" ucapnya mengiba.


"Tuh kan pas, nanti kamu semangat balapnya abis itu!" usulnya malu-malu.


"Janji ya! pagi-pagi aku tagih!" Dafa memberikan kelingkingnya pada sang istri, tanda dia meminta janji dari Mentari.


"Sumpah, aku janji. kita tidur yuk! ngantuk!" ujarnya wanita cantik itu sambil menarik selimut sampai batas leher dan seketika tenggelam dalam mimpi.


"feeling gue nggak enak!" Dafa menghela nafasnya kasar. menatap wajah sang istri yang sudah terlelap.


Bersambung❤️❤️❤️


Gimana??🙈🙈 aku nggak bisa bikin yg hot jeletot🤭🤭, makasih ya yang masih setia baca,🙏🙏 semoga suka, komen kalian dong biar kita bisa ngobrol, oh iya lupa ada beberapa komen yang nggak bisa aku bales soalnya nggak masuk di kolom komentar tapi ada di notif pesan, jadi maaf kalo nggak aku bales komen, soalnya aku pasti bales kalo komen itu bisa di klik, tapi ada beberapa yang nggak bisa aku klik kan aneh🤭🙏🙏(bukan sok-sokan, tapi aku suka balesin komen kalian) sama like nya Jangan lupa.


sehat dan bahagia selalu ya kita semua ❤️

__ADS_1


__ADS_2