
💔💔💔
Sore hari di satu rumah sakit.
"Loh, kok kamu kesini? katanya ada kerjaan di Bandung!" Naya bertanya heran saat melihat Bintang ada di parkiran.
Bintang hanya menyunggingkan senyum, dan merentangkan tangannya dan Naya pun tersenyum menyambut tangan yang terbuka lebar itu.
Bintang memeluknya erat, "Selamat satu bulan. Sayang,!Bisiknya.
"Astagaa ... Kamu dateng kesini buat ini?" dia balas berbisik tepat di telinga Bintang.
Bintang memejamkan matanya saat merasakan hembusan hangat dari nafas Naya menerpa kulit lehernya.
"Suara kamu bikin aku merinding!" Bintang menangkup wajah manis sedikit cuby di depannya.
"Apa sih?" Ujar Naya malu.
Bintang menggenggam tangan Naya sampai masuk ke dalam mobilnya, "kita mau kemana? aku pake baju gini doang," Dia menunjukkan kaos yang di lapis cardigan. "Atau pulang dulu?" usulnya.
"Nggak usah, udah nggak apa-apa gitu juga. Kamu selalu sempurna di mata aku!"gombalnya.
Naya mencebikkan bibir nya, mulai terbiasa dengan rayuan gombal lelaki di sebelah nya.
" Kamu, bawa apa aja sih Nay? tas kamu selalu gede!" Tanyanya melihat Naya yang menyimpan tas cukup besar ke bangku belakang.
"Biasa, keperluan cewek." jawabnya singkat.
Bintang mengacak rambut kekasihnya kasar.
"Kita mau kemana sih?" Naya sedikit gelisah karena sudah hampir malam namun mereka belum sampai ke tujuan.
"Kejutan, tapi pasti kamu suka."Bintang ynag sedang mengemudi menoleh sebentar lalu kembali fokus ke jalan.
" Ish, kalo kejutan gini aku suka takut! jangan lama-lama ya!" Naya berkata sedikit merengek.
"Belum juga sampai, Yang." timpal Bintang sedikit kesal, pasalnya dia sengaja capek-capek dari Bandung memburu waktu untuk merayakan sebulan mereka jadian.
"Ih ... ngambek, maksudnya aku nggak enak kalo pulang kemaleman. Kasian adik aku nungguin Ibu sendirian." Naya mengelus paha Bintang membujuknya agar tidak marah.
Bintang sedikit paham, Ibu dari kekasihnya itu mengalami struk dan hanya berbaring di tempat tidur, pastilah repot mengurus beliau.
Bintang menggengam tangan Naya yang ada di paha nya, mengangkatnya kemudian mengecupnya.
*
*
Setelah berkendara hampir dua jam lebih, mereka tiba di sebuah pantai.
Bintang yang melihat Naya tertidur pulas hanya tersenyum menatap wajah Damai kekasihnya.
"Bibir kamu, seakan manggil-manggil minta di cium." Bintang terkekeh.
"Hey ... Sayang, udah sampe." Dia mengusap pipi Naya.
Naya mengerjap kan matanya saat bibir Bintang yang sedang menempel di bibirnya.
"Bangunin kamu emang harus gini ternyata!" Bintang tertawa puas saat Naya bangun dan menatapnya sebal.
"Dimana? " Naya melihat sekeliling nya.
"Kita di Anyer?" tanyanya lagi.
Bintang hanya mengangguk, tersenyum menatap wajah kaget Naya.
"Kamu kayak nggak suka, kenapa?" Bintang mendekati Naya yang masih mematung di pinggir mobil.
Naya memejamkan mata sesaat, "Nggak apa-apa kalo nggak deketin airnya, kalo cuma di pinggiran nya aku ok." Katanya tersenyum.
"Ya, ternyata aku masih kurang mengenal kamu! maaf ya, aku nggak tau kamu takut sama pantai." Bintang menarik naya dalam pelukannya.
"Bukan takut, aku punya kenangan kurang mengenakkan dengan laut dan teman-temannya." Lalu menautkan tangannya di pinggang Bintang yang memeluknya erat.
"Mau, makan?" Bintang menawari.
"Kan tadi abis drive thru burger, aku masih kenyang. Tapi kelapa muda seger kayaknya." Tunjuknya pada pedagang kelapa muda tak jauh dari parkiran mobil.
__ADS_1
"Duduk di sana, aku pesen dulu kelapa nya." Bintang menunjuk sebuah pohon yang di bawahnya terdapat kayu yang bisa di jadikan tempat duduk.
*
*
Bintang berjalan ke arah Naya yang sedang duduk di bawah pohon, aura kemolekan tubuh pacarnya itu sangat sempurna di matanya. Naya body goals sekali. pikirnya, Dan ada sifat yang semakin membuat nya jatuh cinta pada Naya, wanita itu tidak pernah ribet tidak neko-neko juga. Tidak seperti mantan-mantannya yang lain yang meminta waktu dan menguras dompetnya habis-habisan.
Naya lebih dewasa walaupun umurnya baru 24 tahun, tapi lebih dewasa dari dia yang sudah menginjak 27 tahun. Dia mantap akan melamar gadis itu malam ini.
"Senyum terus dari tadi," Naya berkata saat Bintang telah sampai di depannya lalu terduduk di atas pasir menghadap dirinya yang terduduk di bongkahan kayu yang berada di bawah pohon rindang.
Bintang menyodorkan kelapa muda di tangannya.
"Kok satu?"
"Kenapa? kan biar romantis!" Bintang tertawa.
Naya ikut tertawa, "takut nggak kenyang," Naya terkikik geli.
"Ntar aku pesen lagi," Bintang menyodorkan satu buah kelapa dengan dua sedotan.
Mereka pun asik berbincang dan tertawa di bawah pohon itu, apa saja mereka bicarakan. sampai Naya tersedak air kelapa karena minum sambil tertawa.
"Cardigan aku basah," rengeknya.
"Makannya, kalo mau minum jangan sambil tertawa." Bintang meledek dan membantu mengusap cardigan Naya yang basah terkena semburan air kelapa yang tengah dia minum.
"Kamu, ngelawak terus, Mas." Gerutunya.
Bintang terpaku saat sadar tangannya memegang buah dada Naya yang menonjol, bulat sempurna.
"Eh, maaf. Sayang nggak maksud." Ujar Bintang.
Naya hanya tersenyum dan mengangguk.
Jika orang melihat gaya slengean Bintang, menyangka bahwa dirinya sudah tidak perjaka. Tapi yakinlah dia masih perjaka ting-ting, terlepas dari solo dan sabun cair. 🤭🤣🤣.
Begitu pun terhadap Naya walaupun dia sering mencari kesempatan dan modus agar tangannya dapat menyerempet buah bulat yang menjadi bahan khayalan erotisnya.
"Buka aja, aku ada kemeja di mobil. Takutnya kamu masuk angin." Bintang bangun dengan wajah memerah masih terasa di telapak tangannya padatnya buah dada Naya.
Saat dia kembali dadanya berdegup kencang dan wajahnya terasa panas, Naya sungguh terlihat wow di matanya, hanya menggunakan kaos. Namun membuat tubuhnya bergetar dan sesuatu di bawahnya terasa menggeliat dan mengembang dengan pasti.
"Sini, aku dingin." Naya mengulurkan tangannya meminta kemeja yang masih Bintang pegang.
"Bentar," lelaki itu malah merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya.
"Loh, mau ngapain?" Tanya Naya bingung.
"Aku, pengen punya foto kamu sendiri." Bintang memfokuskan kamera ponselnya ke arah Naya.
Naya hanya tersenyum, dan beberapa jepretan pun telah Bintang dapatkan. Lelaki itu puas dan mengecup layar ponselnya.
"Ngapain, cium layar?" Naya terkikik geli.
"Cium, yang asli boleh?" Bintang kembali menggodanya.
"Biasanya nggak ijin! langsung samber." kemudian dia tertawa, "Boleh, tapi nggak di sini!" jawabnya.
Bintang langsung menarik Naya untuk berdiri, lalu menangkup kedua sisi wajah pacarnya lalu mengecup nya.
"Buat pemanasan, yuk ke mobil. Aku mau ngajak kamu ke tempat lain." Ujarnya.
"Tapi, aku harus pulang sekarang. Nggak bisa pergi lama."
"Tapi, ada yang mau aku omongin sama kamu."
"Di mobil aja, nggak bisa?" Naya menatapnya.
"Nggak romantis," Bintang merengek.
"Asal, sama kamu, Mas. Di warteg pinggir selokan juga romantis menurutku." Naya mengelus pipi Bintang.
"Ini, yang aku suka dari kamu. Nggak bikin hidup aku ribet, kamu ngertiin banget aku." Bintang merangkul Naya berjalan ke arah mobil.
*
__ADS_1
*
"Apa?"
"Katanya boleh nyium, di mobil." Bintang menagih ucapan kekasihnya tadi.
Bintang menarik pinggang Naya semakin mendekat ke arahnya, lalu saling memagut, dan melu*mat, memberi sensasi gigitan kecil dan suara decakan saling bersautan pun terdengar di mobil itu.
"Eehmm ... " Suara Naya melenguh terdengar merdu di telinga Bintang, makin membuat Bintang kesetanan meremat segala yang ada di tubuh kekasihnya. Untuk pertama kalinya dia menyentuh titik-titik sensitif di tubuh Naya tanpa modus.
Pautan mereka terlepas saat oksigen di paru-paru keduanya mulai habis.
"Nafas, Nay ... " Bintang terkekeh, mengusap bibir Naya yang basah dan sedikit bengkak karena hisapan nya.
Naya tersenyum dan memukul pelan paha Bintang.
"Awww ... " lelaki itu menyengir.
"Lebay," Naya mencebikkan bibirnya.
"Sakit, soalnya ini lagi tegang," Bintang menarik tangan Naya dan menyentuhkannya pada sesuatu yang sudah mengeras dari tadi.
Naya membulat kan matanya, saat dia menyentuh sesuatu yang keras itu.
"Gi_gimana?" Naya bertanya dengan bodohnya.
"Nggak tau," Bintang menggeleng sama bingungnya.
Berharap setan tidak merasukinya, dia tidak ingin merusak Naya. Dia bertekad akan menikahi wanita itu.
"Aku bantu, mau?"
Bintang mengangguk dengan pikirannya berkecamuk antara senang dan heran. Kenapa Naya mau membantunya, cara apa yang akan Naya lakukan, apa gadis itu akan bersedia dia tiduri? otaknya benar-benar buntu, dia sering berkhayal mesum. Tapi dia belum pernah lebih dari kiss jika berpacaran.
Tapi, Naya menawarkan lebih. Dia semakin mantap untuk melamar gadis di hadapannya itu.
Bintang langsung meraup kembali bibir Naya, dan mereka langsung saling melu*mat, lidah yang membelit dan tangannya yang bermain-main di buah dada Naya.
"Enggh ..." Lagi-lagi Naya melenguh dan kini tangannya bermain di area paha dalam Bintang.
Ciuman Bintang turun menyusuri leher, dan menghisap dan menggigit kecil leher Naya.
"Jangan di situ!" Gumamnya.
"Kenapa, kalo dada pasti nggak boleh!" Bintang menghentikan sapuan bibirnya di area tulang selangka kekasihnya itu.
Tanpa menjawab Naya mendorong tubuh Lelaki yang sudah terbakar ga*rah.
Lalu, dia mengusap celana Bintang.
Dengan tergesa-gesa Bintang menurunkan resleting celananya, dan mengeluarkan senjatanya.
Tanpa aba-aba Naya menunduk dan mencium senjata milik kekasihnya itu.
"Argghhh ... " Bintang mengerang, mulutnya terbuka, kepala nya mendongak ke atas, matanya terpejam,menikmati sapuan hangat dari lidah Naya yang bermain lembut di senjatanya.
"Aghh ... Nay, iya ... uggghhhm ... enak." Bintang terus meracau, ini hal yang baru dan sungguh sensasinya luar biasa dia rasakan.
Dia jatuh cinta semakin dalam pada wanita yang tengah menunduk dan sedang menjamu nya dengan kenikmatan yang terasa dasyat itu.
Bintang menggapai dada Naya yang padat dan bulat sempurna, dia menarik Naya agar bangun dari posisi menunduk nya sesuatu akan segera meledak.
Dan dia tidak ingin, buncahan itu meledak dalam mulut kekasihnya itu.
Bintang langsung meraup bibir Naya, dan tangan Naya bermain di gagang senjatanya yang akan segera melepaskan buncahan kenikmatannya.
"Nay ... apa ini?" tanya Bintang kaget
(
Naya (pas lepas cardigan)
Bersambung ❤❤❤
Terimakasih yang sudah mampir🙏🙏, semoga suka😘😘, Ini cuma cerita seru-seruan ya.. tidak ada niatan buat merendahkan atau menjelekkan suatu profesi 🙏🙏, cuma buat rame2 aja🥰🥰
__ADS_1
Jangan lupa komen dan like nya😘😘😘
Sehat dan bahagia selalu buat kita semua❤