Kisah Mentari

Kisah Mentari
belut listrik & penolakan ayah


__ADS_3

🥀🥀🥀


"Apaaaa...." Bintang yang baru tiba di rumah sakit tercengang, saat mendapat kabar bahwa adik perempuannya menikah tadi sore.


"Serius bang?" lelaki itu merasa tidak percaya.


"Terus lu kira Abang bohong? terus Ayah drop gara-gara apa coba?" Langit menghempaskan tubuhnya di kursi saat mereka tiba di kafetaria rumah sakit itu.


"Gila... si breng*sek, ini semua pasti jebakkan dia!" ujar Bintang menggeram penuh emosi.


"Heeemm... Abang mikirnya juga gitu, Ayah mana tega ngebiarin Chaca di arak warga tanpa pakaian keliling kampung."Dengusnya lagi mengusap wajahnya kasar.


"Iya, pasti ini rencana dia! gue bakalan bikin perhitungan!" Bintang bersungut-sungut.


"Jangan dulu, sekarang terpenting Ayah!" cegah langit.


"Biarin dia merasa menang dulu bisa dapetin Chaca, baru nanti kita buat dia nyesel ngelakuin ini semua." Langit memberi ide.


Bintang hanya mengangguk menyetujui apa yang abangnya usulkan.


Mereka menikmati kopi yang mereka pesan. Sambil memikirkan ide apa yang bagus untuk membalaskan semua keadaan ini.


*


*


"Sayang... udah nyampe!" Dafa mengelus wajah cantik itu yang tertidur pulas.


Dia mendekati nya mengecup pipinya tapi tetap tidak ada pergerakan. Dia lebih dekat dia kecup bibir itu lembut, masih tidak ada pergerakan.


"Ishhh... putri salju apa kebo sih kamu Sun?" Dafa terkekeh tapi sambil meneruskan kegiatannya mengecupi istri polosnya.


Kecupan itu menjadi pagutan lembut, malah lengu*han yang keluar dari bibir merona itu.


"CK... gue yang mancing, gue yang ke pancing!" gerutunya.


"Sayang... Sun... bangun, udah sampai!" dia menggoyang-goyang tubuh istrinya


"Ihhh... kalo bangunin pelan-pelan, aku suka kaget ntar sakit kepala!" Mentari marah-marah saat dapat perlakuan dari sang suami.


"Dari tadi Aku bangunin kamu, dengan segala cara aku coba. Tapi kamu nggak bangun juga!" Dafa membela dirinya.


"Hiks..hiks.. aku nggak suka di bangunin buru-buru, suka sakit kepala!" Dia merengek.


"Iya, maaf. Aku kan nggak tau! nanti aku ciumin kamu sampai bangun!" bujuknya sambil menarik istrinya dalam pelukan.


"Modus kamu itu mah Mas!" dia memukul punggung Dafa.


"Njir... dia beneran nggak ngerasa gue ciumin dari tadi!" gumamnya menahan tawa.


Dafa menundukkan wajahnya menatap istrinya itu.


"Apa?" mentari masih bernada nyolot.


"Aku nikahin My sunshine, apa aku nikahin kebo?" Dafa terbahak.


"Maksud kamu?" Mentari melotot menatapnya.


"Kamu tidur kayak kebo!" dia kembali tertawa namun sebelum sang istri bereaksi dia dekap dan menghujani kecupan pada puncak kepala itu.


"Ughhhh... istri kebo ku yang ku sayang!" ucapnya.


"Awas loh kalo kamu mau naikin kebo ini, aku seruduk kamu Ampe mental!" Mentari marah meraih tasnya dan akan membuka pintu.


Dafa menahan tangannya lalu menariknya hingga mentari kembali menghadap nya.

__ADS_1


"Bercanda Sun, maaf ya?" ucapnya memelas.


"Belum sehari aku jadi istri kamu, udah berani kmau ledekin aku. Mas!" Ucapnya di buat sesedih mungkin.


"Nggak, bukan ledekin kamu. Itu kata-kata sayang, kamu gemesin!" Dafa kembali mengusap pipi wanita cantik miliknya itu.


"Oh, ya udah aku manggil kamu nyamuk... eh lintah..." ucapnya.


"Hah... kok nyamuk sama lintah nggak keren banget?"


"Kamu kan suka ngehisep kek nyamuk sama lintah." mentari membuang wajahnya menahan senyumnya.


"Terserah lah, mau kamu sebut nyamuk, lintah atau belut listrik juga!" ucapnya sambil membuka pintu.


"Kok belut listrik di bawa-bawa?" tanyanya heran.


Dafa yang akan menurunkan kakinya keluar dari mobil, malah kembali berbalik pada sang istri.


"Kamu belum kenal si adik sih, dia kan kayak belut listrik dari bentuknya terus bikin kamu nyetrum ntar!" Tawanya pun pecah.


"Kecil dong?" Mentari menutup mulutnya.


"Heh... kamu tau belut listrik nggak sih? belut listrik bukan belut lubang sawah." Dafa sedikit kesal Mentari menyebut belut listrik miliknya kecil.


"Kenapa kamu jadi marah?" godanya.


"Kamu kayak ngeraguin aku!" Dafa berucap dengan ketus.


"Mau aku liatin belut listrik aku?" Dafa sambil mencoba membuka resleting celananya.


"Nggak...." teriaknya sambil langsung turun dari mobil.


Dafa tertawa, "sebahagia ini aku Sun, padahal candaan kita ini kalo kata orang-orang candaan receh, tapi hati aku bahagia banget!" Dafa tersenyum sambil menuruni mobil mengejar langkah sang pujaan hati.


*


*


"Sun, kamu bahagia nggak?" tanyanya


"Belum sehari, kita belum saling tau kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan kamu udah ngeledek aku kebo!" Mentari memutar matanya jengah.


"Hahahaha... dan aku belut listrik!" bangganya.


"Itu mah kamu sendiri yang bilang, aku bilangnya kan nyamuk atau Lintah tukang hisap." cibirnya.


"Bayangin deh nyamuk sama lintah emang bisa nyeimbangin kebo?" Dafa makin terbahak.


Mentari tidak menimpali ucapan suaminya itu, dia melipat kedua tangannya dengan kesal.


"Tau ah..." ketusnya.


"lagi pacaran aja My sunshine, udah nikah kebo. dasar tukang gombal." dia tetap menampilkan wajah kesalnya.


Dafa makin mengeratkan rangkulannya, "Makin gemes aku sama kamu Sun!" bisiknya.


*


*


Mentari menggenggam tangan Dafa saat kedua kakaknya terlihat dan menatap kedatangan mereka.


"Abang... kak..."


Mentari menyalami kedua kakaknya mereka saling berpelukan dan mencium pipi seperti biasanya.

__ADS_1


"Ayah?" tanyanya lirih.


"Di dalem, keadaannya stabil. Cuma kecapean sama banyak pikiran, besok juga udah boleh pulang!" terang Langit.


"Kamu mau lihat ayah?" ajak Langit.


Mentari langsung mengangguk. lalu menoleh ke arah Dafa seolah meminta ijin. Dafa hanya mengangguk mengijinkan.


Setelah Mentari masuk Langit dan Bintang mendekat ke arah Dafa.


"Gede juga nyali lu ya!" Bintang berucap sinis.


"Rencananya kita mau buat perhitungan buat lu!" Ancam lelaki yang di cap playboy itu.


"Terserah kalian mau lakuin apa aja ke gue, bebas gue terima semua! Asal jangan pernah lu usik kebersamaan gue sama istri gue!" tantang Dafa.


"Yang lu bilang istri lu itu adik kita anj*ing!" Bintang sudah naik pitam.


"Bin..." Langit melerai adiknya yang akan melayangkan sebuah tinjuan.


"Mau di mana? tentuin tempatnya!" Dafa kembali menantang membuat ke dua orang yang kini sudah resmi menjadi kakak iparnya itu kembali emosi.


Bintang kembali tersulut emosi namun langsung langit tahan.


"Tunggu pelajaran dari kita!" bentaknya sambil berjalan karena langit menyeretnya pergi.


Dafa hanya tersenyum melihat kelakuan Bintang rivalnya sedari dulu.


Dia mengirimkan pesan pada sang istri kalau dia menunggu di mobil.


Mentari mengetahui bahwa keadaan suami dan kakak-kakaknya tidak akan mudah.


*


*


Sudah hampir jam sembilan namun ayahnya belum terbangun. saat akan beranjak, ayah membuka matanya lalu mereka saling memandang.


Langit dan Bintang yang duduk di sofa pun mendekat ke arah ranjang yang di tiduri ayahnya itu.


"Ayah... maafin Chaca." lirihnya sambil terisak.


"Pergi... ikuti suami kamu, sekarang tanggung jawab Ayah dan kedua kakak kamu sudah di pundak suami kamu. kamu sudah terlepas dari kami, itu yang kamu mau kan?" jawaban Ayah yang sedikit sinis malah menghujam jantung Mentari, dadanya perih dan sesak langsung.


"Ayah..."


"Pergi dek, ikuti dimana suami kamu berada!" ayah lalu membuang wajahnya ke arah lain.


Mentari meraung kencang sebelum pergi dia mengecup punggung tangan sang ayah.


"Ayah tetap cinta pertama Chaca, maafin semua kesalahan Chaca. Sampai kapanpun Chaca tetap sayang sama Ayah, Abang, dan kakak!" ucapnya lirih di tengah isakan dan derai air mata yang mengalir deras.


"Dek... panggil Langit.


"Biarin... biarin dia pergi, itu cita-citanya dari dulu, keluar dari kekangan kita!" ayah melarang Langit yang akan mengejar sang adik.


"Tapi yah..." kini Bintang pun ikut berbicara.


"Kita sudah tidak ada urusan lagi dengan dia, biarkan dia menjalani pilihan nya." tegasnya lalu sepersekian detik ayahnya kembali meringis memegang dadanya.


Dan kedua anak laki-lakinya, dengan sigap memanggil para medis untuk menangani ayah mereka.


bersambung ❤️❤️❤️


terimakasih yang sudah mampir dan baca🙏 semoga suka🤗 jangan lupa like dan komen kalian ya, aku tuh suka pengen ngobrol sama yg baca tapi kalo kalian cuma like doang kan susah ngobrol nya🤭🤭. maaf kalo feel nya belum dapet masih belajar kan🙈

__ADS_1


sehat dan bahagia selalu


__ADS_2