Kisah Mentari

Kisah Mentari
Kangen banget


__ADS_3

❤❤❤


"Daf... " Rijal segera menghampiri saat Dafa membuka matanya perlahan.


"Gue, dimana?" tanyanya, matanya memandang suasana di sekelilingnya.


"Rumah sakit, tadi lu pingsan. Nggak sadar?" Rijal mengambil botol air mineral dan membukanya memasukan sedotan ke dalamnya dan menyodorkan nya pada Dafa.


Dafa meminum air itu hingga habis setengahnya, dia masih merasa aneh. "Tadi perut gue sakit banget, tapi... " Dia melirik ke arah sahabat nya.


"Apa?" Rijal bertanya keningnya mengerut hingga lipatan dalam.


"Ck, tuh jidat apa gorden sih? berempel gitu." Dafa tertawa geli melihat raut wajah kesal Rijal.


"Buruan, napa lu? tapi kenapa?" tanyanya lagi tangannya memukul pundak Dafa dengan botol air mineral yang masih dia pegang.


"Tapi, sekarang ilang. Malah gue ngerasa plong, tenang gitu!" Jelasnya.


"Aneh... " Rijal menatap Dafa dengan kekehan kecil.


" Gue juga bingung!" Dafa menimpali.


Kedua orang itu masih bercakap-cakap sambil merencanakan penjemputan Mentari.


"Bokap gue?"


"Udah pulang tadi, dia titip lu. Pusing katanya." Jawab Rijal.


"Ngapain lu?" Saat dia melihat Dafa bangkit.


"Pulang lah. Ngapain gue di mari?" Dafa membuka baju pasiennya.


"Eh... panggil suster, ini bukain infus gue." Dafa mengangkat tangan nya menggoyangkan selang infus.


"Lu, ada pemeriksaan menyeluruh nanti jam 1, bokap lu yang nyuruh." Rijal mencoba menahan Dafa.


"Ck, gue nggak apa-apa. Asli ini sakit ilang, nggak ada sedikit pun." Terangnya.


"Buruan, gue mau pulang." Pintanya dengan wajah tak sabar.


Rijal pun memencet tombol emergency, dan melenggang ke luar, ke bagian administrasi. Dia sudah di beri kartu oleh Pak Harun untuk membayar biaya rumah sakit Dafa.


*


*


Kini mereka tengah berada di mobil, Rijal yang menyadari keheningan, menoleh ke arah Dafa.


"Napa lu? Pak Dafa Putra Harun S.H., M.H. Galau banget kayaknya." Sindirnya.


Dafa menarik nafasnya dan menghela nya dengan keras.


"Gue kangen, Bini. Duh... kangen banget, baru kali ini gue kangen ampe suka sesek dada ngilu, sakit-sakit gimana gitu!" Dafa menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobil.


"Kan, ada bini infal lu. Si Mrs gul-gul." Lalu Rijal tertawa terbahak-bahak membayangkan Dafa di pagi itu.

__ADS_1


Dafa meninju lengan Rijal yang tengah memegang kemudi mobil.


"Sialan, make di ungkit." Sungut nya.


Rijal masih saja tertawa


"Kayak ada yang kurang, yang kosong, sekaligus ada yang ngeganjel di hati nggak enak aja hidup gue nggak tenang, baru beberapa bulan hidup gue rapi ter organisir, tertata rapi. Eh... seketika jadi lajang lagi, tapi ada yang ganjel gitu nggak enak." Dafa meluapkan semua yang tengah dia rasakan.


"Apa yang nge ganjel? anu lu?" Lagi-lagi Rijal mampu membanting harga diri Dafa.


"Anjing, emang lu. Kagak perlu di perjelas anu gue emang suka ngeganjel di momen-momen gue kangen banget, atau tiba-tiba gue kebayang dia." Terangnya dengan berapi-api.


Lagi Rijal menanggapinya dengan tawa keras.


"Lah, Main ama tante Bio dong lu?"


"Kagak, kalo udah nyoba yang asli udah kagak enak lagi main solo." Jawabnya jujur.


"Tapi kadang nidurin dia lagi susah, ampe berjam-jam. Kadang ampe pegel paha gue, kalo nggak di mandiin gue bawa olahraga, baru dia mau ngerti."


"Ihh... ngeri gue kalo lu udah nyeritain adek lu. Kayak ngajak ngobrol benda bernyawa." Rijal bergidik.


"Lah... emang bernyawa kan? kalo nggak dia nggak akan bisa bangun. Lu kali yang nggak bisa bangun." Kini Dafa yang tertawa puas bisa membalas ledekan Rijal.


"Si anjir, gue normal kalo liat yang uhuyyy pasti ada pergerakan lah." Ucapnya bangga.


"Alah, belati lu mah lihat sapi semok juga pasti bangun." Lagi Dafa meledek nya.


"Belati keramat punya gue, asli ini tanpa penyubur tanpa obat cina, tanpa pengembang." Rijal terkikik geli dengan ucapannya.


Kedua sahabat yang saling menyayangi dan peduli itu kadang mereka bagai seorang musuh saling ledek, dengan kata-kata kasar dan menghina. Tentu tak pantas untuk beberapa orang yang menyaksikan.


Tapi percayalah itulah cara mereka semakin mengeratkan tali persaudaraan, saling membantu dan selalu ada di kala salah satu dari mereka membutuhkan. Karena jika bersama orang-orang yang sudah kita kenal dan satu frekuensi kata-kata tak berarti, karena kita sudah tau sifat mereka baik atau buruknya kita sudah hafal.


Yang terpenting adalah hati dan pemikiran yang kita sudah mengerti, maka kata-kata kasar atau jorok pun serasa biasa. Tak ada yang membuat hati sakit atau emosi karena memang watak yang sudah kita kenal. (Aku gitu🤭🤣🤣)


"Mau langsung pulang?" Rijal kembali meyakinkan.


"Iya, ngantuk banget gue. Semaleman sakit perut kagak bisa molor." Terangnya.


"Kangen banget kamu... Sun." Gumamnya sambil memandang pemandangan di luar jendela.


"Gimana rasanya kehilangan dia?" Rijal melirik sahabatnya itu yang tengah melankolis.


"Sakit, nyesek, kecewa sama diri sendiri. Kenapa se bego itu gue." Dafa menghela nafasnya yang berat dan menyesakkan.


"Pikiran gue inget dia mulu, apalagi akhir-akhir ini. Semoga dia sehat-sehat di sana."


"Amin." Rijal mengamini ucapan Dafa.


Mobil pun berhenti di depan rumah Dafa.


"Thanks ya!" Dafa menepuk bahu Rijal.


"Ok, eh... kapan lu mau jemput Tari? gue perlu ikut nggak? mau jadi saksi gue." Dia terkikik.

__ADS_1


"Ntar lah, mungkin minggu besok. Minggu ini gue padat, dari mulai ngurus-ngurus dokumen ijazah, mau ada rapat direksi di kantor bokap. Dan ampe besok lu jangan ganggu gue ya, mau molor. Membalas kemaren kagak bisa molor gue."


Rijal tertawa dan mengangguk, " Dah lah, gue ke cafe dulu. Di sana ada ortu gue lagi mantau usaha anaknya yang paling ganteng." Ucapnya narsis.


"Lah iya, dua adik lu cewek." Dafa menggerutu sambil keluar dari mobil. Rijal hanya tertawa melihat muka sebal Dafa. Kemudian melajukan mobil nya sambil membunyikan klakson.


*


*


Saat Dafa tengah membuka pagar tetangganya yang waktu itu menolong Mentari baru keluar dari rumahnya.


"Mas, gimana istrinya? nggak pernah keliatan! Sehat kan?" tanyanya berentet.


"Iya, baik Bu. Sedang istirahat di rumah orang tuanya." Jawabnya asal, mana tau dia istrinya ada di mana? Lah kakak-kakaknya juga lagi nyariin, pikirnya.


"Iya, pasti terpukul banget ya. Anak pertama kan?"


Tanyanya lagi.


Dafa mengangguk dengan wajah datarnya, " belum rejeki Bu." Jawabnya lagi tanpa ingin memperpanjang obrolan.


Si Ibu itu melihat baju Toga yang dafa dekap.


"Wah mas, habis di wisuda?" tanyanya lagi.


Dafa yang sudah setengah memasukan tubuhnya di antara pagar, kembali mendongakkan kepala nya.


"Iya, Bu. Saya permisi masuk, mau istirahat." jawabnya cepat lalu kembali menutup pagar.


"Usia berapa Mas, baru Wisuda?" Tanyanya mengintip dari celah pagar.


Dafa memejamkan matanya menahan kesal, tapi dia tidak bisa emosi karena teringat si Ibu itu yang menolong istrinya dulu.


"Usia saya mau 27 Bu, ini wisuda S2 saya." Dafa kembali menjawab tangannya sudah terkepal menahan emosi.


"Oh S2, saya kira... Maaf mas." jawabnya dengan canggung.


"Saya permisi Bu." Pamitnya lagi kemudian berjalan ke arah teras, membuka kunci dan langsung masuk.


"Laga, lu. Ngajak ngomong orang udah di dalam pagar, serasa kebun binatang kali. Dih gue binatang nya dong? gue yang di dalem pager." Dafa terkikik dengan ucapannya.


"Dasar, ibu-ibu gosip. Kamu jangan gitu ya, Sun." Ucapnya saat masuk kamar dan melihat foto Mentari yang bertengger di atas meja nakas.



"Aku kangen banget, Sun... sehat-sehat ya, tunggu aku jemput kamu, Kita harus sama-sama lagi." Dafa mengecup foto Mentari yang dia pegang.


Kemudian dia melenggang masuk kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya setelah memesan makanan secara online.


Bersambung ❤❤❤


Terimakasih yang sudah mampir 🙏🙏🙏, semoga suka ya sama obrolan receh Mas Dafa,🥰. dia masih melow🤭🤣🤣, jangan lupa like komennya ya🤭🤭, aku tuh mau tau tanggapan kalian soal cerita ini, apa yang harus di perbaiki( pasti banyak ya🙄🙄🤔) Tapi aku bebel suka males revisi sok iyes banget kan, otak kotor aku susah di bersihin😆🤣🤣. Tapi niat nya buat ngehibur kok. jangan yang berat2 Real life udah berat dan bikin mumet kita happy aja di dunia halu 🤭🤣🤣🤣.


pokoknya makasih banyak buat yang udah mampir apalagi yang like dan komen aku ***** basah kalo deket💋💋💋, Semoga kita semua dalam kebahagian dan sehat selalu ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2