Kisah Mentari

Kisah Mentari
Astagaaa


__ADS_3

❤❤❤


"Kamu, ini lelaki dewasa. Bunda nggak mau kamu jadi lelaki yang nggak bener. Nggak mau selang kamu bocor di mana aja. Kalo kamu udah nemuin yang menurut kamu pas, dan nyaman di hati. Bilang sama Bunda, bunda lamar langsung."


"Awas, main asal celup aja. Bunda nggak mau kamu ngerendahin apalagi mainin perempuan."


"Inget, Bunda perempuan, adik kamu perempuan, sama yang terakhir kamu punya keponakan perempuan. Jangan sampai semua yang kamu lakukan karma nya berimbas pada kita."


"Astaga ... " Bintang terlonjak kaget, matanya membola dan beringsut bangun dari tubuh Naya.


Bintang meraup wajahnya menetralisir rasa yang berkecamuk di kepala nya, saat kata-kata Bunda nya terngiang seperti berbisik di telinganya.


Naya heran melihat tingkah Bintang. Dia pun ikut bangun dan duduk di samping Bintang.


"Mas, kamu kenapa?"


Naya memegang pundak Bintang, sedikit mengelus nya. Bintang menoleh namun pandangan nya kembali ke arah dada Naya yang masih terpampang indah dengan kancing yang hampir terlepas semua.


"Aku, nggak bisa. Nay ...


" Aku, nggak mau ngerusak kamu, kita belum jelas. Bunda nyuruh kamu sama Altaf main ke rumah!"


Posisi Naya yang menempel di lengan Bintang, malah membuat lelaki itu semakin berhas*rat.


"Nay, sorry ... kalo aku terus dekat kamu gini. Nggak mungkin aku kuat, ini aja udah nyiksa banget." Bintang menggeser letak duduknya.


Naya tersenyum dan langsung menggerakkan tangannya mengancingkan kembali dress nya.


"Makasih, Mas. Aku udah takut ini terjadi, tapi aku nggak akan sanggup nahan, Mas." Katanya sambil mengambil hoodie milik Bintang. "Bersukur, Mas. Bisa ngerem sendiri." Senyumnya manis sambil menyerahkan pakaian Bintang yang dia punguti berserakan di dekat sofa.


Bintang menerima pakaiannya, lalu dia menundukkan pandangannya pada bagian bawah tubuhnya yang masih setia menegak bak gagang sapu. "Ini gimana ya? waktu itu aja aku semaleman sakit kepala." Dia meringis memandang wajah Naya yang menahan senyum.


"Mau gimana?" Naya berkata sambil tersenyum jahil.


"Ehmm ... kayak waktu di Anyer, boleh tuh." Ucapnya.


Naya tersenyum dan mendekatkan wajahnya semakin dekat dengan wajah Bintang, lalu tangannya mulai terulur.


Bintang mengerjap, jantungnya kembali berdegup kencang, tubuhnya merasa bergetar, dia sudah tidak tahan dan membayangkan apa yang akan Naya lakukan padanya.


Naya semakin dekat, Bintang menatap pergerakan jari jemari lentik Naya. "Nay ... " Katanya dengan suara yang sedikit serak, sedikit kecewa karena Naya tidak berhenti di bagian senjatanya, padahal sudah sangat dia harapkan akan di perlakukan lebih oleh Naya.


"Heum ... Apa?" Naya tertawa jahil. "Aku, cuma mau ngambil remot TV sebelah kamu, Mas." Dengan cepat dia mengambil remot yang memang berada si pinggir Bintang.


Bintang mendengus kesal, tubuhnya sudah tak karuan gelisah mengharapkan bisa melepaskan ketegangan di bawah sana, tapi tidak mungkin dia memintanya pada Naya. Dia sudah berkata bahwa dia tidak akan merusak perempuan di sebelahnya.


Naya menangkup wajah Bintang lalu memagut bibir kekasihnya itu. Sebelah tangannya terulur mengusap sesuatu yang menyembul hampir mengintip di karet pembatas kain pelapis itu.


Mata Bintang memejam, saat jari tangan Naya mencengkram lembut gagangnya. "Ehhhmmm ... Nay ... " Desa*an dan erangan terdengar dari balik decakan keduanya.


Tangan Bintang mencari sesuatu untuk dia jadikan pegangan saat dia akan mencapai puncak kenikmatannya.


Bintang lalu menatap dress Naya yang memang mudah untuk menelusup kan tangannya. Tangannya mencengkram bulatan padat yang tadi hampir dia kulum.


Naya kemudian mendongakkan kepalanya menerima sensasi remas*an tangan Bintang di dadanya.


Dengan cepat Bintang mengecupi leher jenjang Naya yang terpampang di depannya.


Gerakan tangan Naya semakin cepat di bawah sana, Hingga suara erangan Bintang menggema di kamar itu, sesuatu yang hangat menyembur di telapak tangan Naya yang masih menggenggam senjata Bintang.


"Argghhh, Nay kamu luar biasa." Bisiknya dengan suara parau masih di ceruk leher Naya.

__ADS_1


Naya bangkit ke kamar mandi, meninggalkan Bintang yang masih menyandarkan tubuhnya di sofa nafasnya masih terengah akibatnya aktivitas nya barusan.


"Masih, gitu aja? mandi gih!" titah Naya, yang baru keluar dari dalam kamar mandi.


Bintang membuka matanya, saat melihat Naya hanya memakai bathrobe putih, dan berjalan di depannya mengarah pada tas berisikan beberapa lembar baju.


Sesuatu itu kembali mengeras membayangkan sesuatu adegan erotis dengan objek wanita di depannya.


Bintang kembali meremat kuat miliknya yang kembali menegang, dia belum memakai pakaiannya kembali masih dengan si kain segitiga berwarna biru nya.


Mendekat ke arah Naya, dia peluk tubuh wanita itu dari belakang, tangannya meremat benda padat nan lembut milik Naya, bibirnya menciumi tengkuk kekasihnya.


Lalu Naya dia putar sehingga menghadap ke arahnya. Bibir itu kembali saling bertautan, keduanya sama-sama larut dalam decakan dan hisapan kecil antara mulut keduanya.


Bintang menekankan miliknya yang sudah on kembali, dia merasa malu sekaligus bangga pada Naya. Malu karena dia tidak tahan lama, bangga karena dengan cepatnya dia bisa kembali menghidupkan yang sudah tidur.


Naya terjerembab di atas kasur, hingga kasur empuk itu sedikit bergoyang, (padahal Naya kurus, apalagi aku yang bahenol🙄pasti mantul tuh dari kasur😜 kasur hotelnya kurang bagus🤔)


"Mas ... " Bisiknya, dia takut Altaf akan terganggu.


Bintang menulikan telinganya, dia terus menekankan gagangnya pada tubuh Naya, dia gerak-gerakan di sela paha Naya. Tangannya sibuk masuk ke dalam celah jubah mandi itu. Dan saat buncahan kenikmatan itu tiba, Bintang meraup puncak dada milik seorang ibu yang masih aktif menghasilkan asi. Bahkan asi nya sedikit keluar di dalam mulut Bintang, cepat Bintang menyusutnya dengan hoodie miliknya. Naya hanya mampu menjambak kecil rambut Bintang, saat dia merasakan ada denyutan di paha nya. "Lelaki itu kembali mencapai puncaknya." Batinnya.


Bintang terengah hanya dengan beberapa menit saja dia sudah dia kali mendapatkan pelepasan.


Dia bangun dari posisinya di atas Naya, pandangan mereka bertemu dan sebuah kecupan dia berikan pada wanita di bawahnya, "Makasih, ngasih bonus buat aku." Seringai mesum dari Bintang menyembunyikan rasa malunya terhadap Naya. Dia merasa tidak tangguh karena terlalu mudah mencapai kli*maks nya.


Lalu Naya mengusap pipi pria di depannya, "makasih juga, nggak minta yang lebih." ucapnya.


Mereka saling senyum dan kecupan- kecupan kecil Bintang daratkan di wajah Naya. Lalu dia beringsut dan berjalan ke arah kamar mandi.


*


*


Melakukan mobilnya di malamnya kota bandung, yang di guyur hujan gerimis, dia melihat sosok adiknya dengan lelaki yang dia hajar tadi sore.


"Kenapa dia bisa keluar?" alisnya mengernyit.


Dia melihat Mentari dan suaminya itu, keluar dari pelataran parkir salah satu supermarket ber brand dunia. Kaca mobilnya terbuka karena sedang membayar parkir di pintu keluar. Jadi dengan jelas Bintang dapat melihat adiknya itu tengah memeluk Helen, keponakan kesayangannya itu ada di luar rumah malam-malam seperti ini. Bintang geram dan bermaksud mengikuti mobil yang di kendarai Suami dari adiknya itu.


Hingga mobil itu masuk ke dalam halaman butik milik Mentari. Dan sudah hampir setengah jam adiknya belum juga keluar dari dalam butik itu.


Bintang sebenarnya malu dan sudah sedikit melembutkan hatinya menerima Dafa, setelah nasihat dan kata-kata Abangnya meresap di hatinya.


Namun sepertinya untuk membuat jalan Dafa mudah kembali membawa adiknya, belum sepenuhnya dia ikhlaskan.


Bintang memarkirkan mobilnya di luar halaman butik, dia berjalan melewati pos satpam. " Mentari belum keluar ya, Pak?" tanyanya.


"Belum, ada yang mau di ambil katanya." jawab pria berseragam keamanan itu.


Bintang masuk ke dalam butik yang gelap, hanya bagian depan yang menampilkan beberapa manekin saja yang berlampu.


Bintang berjalan ke arah ruangan Mentari, namun saat melewati kamar Helen dia mendengar suara-suara aneh. "Gilaa, nggak segampang itu fulgoso ... Enak aja, lu mau dapet enak dari adek gue yang udah lu sakitin dan sia-siain." Gerutunya dalam hati.




"Sekarang ya!" pintanya pada sangat istri.


__ADS_1


Mentari hanya mengangguk malu, saat melihat ke tubuhnya tinggal pakaian dalamnya saja. "kapan ini pada lepas?" tanyanya heran pada Dafa.



"Lah, nggak sadar? pasti saking enaknya ya? baru start itu, kamu udah amnesia. " Dafa terkikik melihat raut malu Mentari.



Lalu mereka kembali saling memagut, dan lembaran kain penutup terakhir sudah lepas dari tubuh mereka.



Saat Dafa memasukkan senjatanya pada tubuh sang istri yang sangat dia rindukan itu, keduanya saling memejam penuh kenikmatan, Dafa mendongak kan kepalanya dan mulut nya yang sedikit terbuka mengerang nikmat, sementara Mentari memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya saat merasakan bagian tubuhnya terasa penuh saat milik Suaminya itu masuk sempurna di dalam tubuhnya.



Lalu Dafa memundurkan nya dan kembali menghujam kan nya masuk lebih dalam, Mentari hanya mampu mencengkram lengan Dafa yang bertumpu di kedua sisi tubuhnya.



"Chaaa ... Chacha, lu di mana?" Suara menggelegar terdengar di luar ruangan itu.



Sontak Mentari dan Dafa saling pandang dengan bola mata sama-sama melotot, seakan tak percaya apa yang mereka dengar. Dafa menghentikan gerakan nya namun masih menenggelamkan miliknya di celah paha milik istrinya.



"Chaaa ... " Lagi-lagi suara itu terdengar. Dan semakin dekat ruangan itu.



Astagaaa ...



**Bersambung ❤❤❤**



**Terimakasih yang sudah mampir🙏🙏, semoga suka😘😘, Ini cuma cerita seru-seruan ya.. tidak ada niatan buat merendahkan atau menjelekkan suatu profesi 🙏🙏, cuma buat rame2 aja🥰🥰**



**Jangan lupa komen dan like nya😘😘😘**



**Sehat dan bahagia selalu buat kita semua❤**



**Terimakasih juga buat teman-teman yang sudah mampir 🙏🙏, jika suka tinggal kan jejak ya, dan boleh share ke temen-temen nya yg lain🥰🥰**



Katanya cerita ini bagus lain dari pada yang lain, (dih geer🙄🙄) tapi katanya kenapa masih sepi🤔. (nggak percaya ya ada yg muji gitu? gih scroll kolom komentar 🤭).



Maka dari itu, **semoga karya Ittii yang baik hati dan tidak sombong segera meledak dan banyak yang** **tersesat baca Aminnnn** 🤲🤲dan menemukan kegilaan yang bikin keram anu eh... keram perut gitu, yuk kuyyyy pada share dong, bilang ada cerita lucu, imut, gemesin di sini🤣🤣😜😜

__ADS_1


__ADS_2