
Arka telah melihat satu persatu kegiatan Icha hari ini apa saja dan mengamati dengan seksama namun belum ada keberanian untuk chat terlebih dahulu.
Hari telah berganti hari, kerjasama Arka dan tuan Gunawan pun berjalan lancar tentang pembangunan proyek baru anak cabang perusahaanya itu.
Icha juga melakoni kegiatannya sehari-hari. Selama ini Icha sekolah menjadi bintang K-Pop di negara Korea itu. Ia telah berhasil dan sukses menjadi bintang besar.
Dulu saat Icha sebelum sekolah dan melakukan masa training di Korea ini ia telah sekolah di sekolahan umum. Karena ia sering pindah-pindah sekolah terakhir kali menetap di Australia yang mengikuti bisnis Daddy nya saat itu. Disekolah itulah Icha sering dibully oleh teman-teman sebayanya. Icha dikata-katain orang gila hanya karena dirinya menolong orang sakit dengan caranya dan menjadi anak indigo selain itu Icha juga bisa membaca pikiran orang lain.
Karena kemampuannya ini ia di sebut keluarganya sebagai cahaya dalam hidup keluargannya. Namun di samping itu hidupnya tak semulus yang orang lain kira ia telah cemooh teman-temannya dan dijauhi. Kala itu setiap kali ia pulang sekolah ia merasa down tak tak bersemangat melakukan apa-apa semakin hari tubuhnya semakin kurus Mommy nya yang mengamati anak nya tak seperti biasanya yang banyak bicara itu jadi bersedih.
Akhirnya bercerita dengan tuan Indrarwan Daddynya Icha itu. Kala itu sang kakak yang tak sengaja lewat itu telah mendengar percakapan ayah ibunya jadi ikut bersedih. Sang kakak pun menghibur adik perempuan satu-satunya itu dan mengajaknya berkeliling ke tempat-tempat wisata kemanapun adiknya mau itu.
Setiap pagi ketika akan berangkat sekolah Icha seperti kehilangan semangat hidupnya. Sang ayah kala itu mengamati putri kesayangannya itu jadi meneteskan air matanya. Akhirnya dengan segala bujuk rayuannya sang Daddy Icha mau bersekolah lagi, guru yang ada disekolah itu juga telah di mintai bantuan supaya jika ada murid yang suka mengejek dan merendahkan teman lainnya dapat tindakan atau minimal teguran dari sang guru.
Tetapi semua itu tak membuahkan hasil sama sekali. Icha semakin hari semakin bertambah kurus. Ia tak mau melakukan kegiatan apa pun.
Akhirnya dengan segala pertimbangan Daddy nya dan Mommy nya serta kedua kakak laki-lakinya Icha telah diputuskan untuk belajar Home schooling saja.
Dikala rasa sedih yang begitu mendalam inilah ia hanya mempunyai satu teman laki-laki yang bernama Andre. Andre ini tetangga dekat rumahnya hanya berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.
Setiap hari ia bermain dan belajar bersama Andre. Andre memiliki hobby balap motor, berkuda dan trail di pegunungan. Andre juga suka berpetualangan ke alam bebas. Disinilah hobby Icha yang mengikuti jejak Andre.
Namun takdir berkata lain, kala itu ada perjalanan bisnis pak Indrarwan ke hotel bintang lima kemudian pak Indrarwan telah melihat brosur-brosur yang disebarkan oleh orang-orang tertentu yang berada di hotel itu, saat itu pak Indrarwan sedang menikmati makan siangnya di restauran hotel itu dan tak sengaja membaca brosur itu.
Kemudian dengan bersemangat pak Indrarwan telah menawarkan putrinya jika ingin bersekolah musik maka pak Indrarwan akan mendaftarkan.
__ADS_1
***
Berbagai pertimbangan telah di diskusikan bersama keluarga dengan berbagai diskusi tentang bagaimana Icha ke depannya nanti. Akhirnya keluarga mereka setuju Icha sekolah di Korea dan semua keluarganya turut mendukung. Karena Icha memiliki bakat alami tentang persoalan musik.
"Icha apa kau setuju nak jika Daddy mendaftarkan kamu disekolah musik nak" Percakapan ayah dan anak kala itu
"Hemm aku setuju saja Daddy, tetapi aku juga tak yakin kalau aku akan lolos dalam tesnya" Icha
"Kau harus jadi anak yang percaya diri nak, tunjukkan pada teman-temanmu bahwa kau kini bisa bangkit melebihi mereka"
Icha terdiam sejenak, mencerna setiap ucapan Daddy nya itu, akhirnya dengan tekat yang bulat ia harus bangkit dari keterpurukan ini dan menunjukkan pada orang-orang yang dulu telah membully nya.
"Baik Daddy jika begitu daftarkan saja, tugasku aku akan berlatih dengan rajin" Icha memang mewarisi bakat musik ini dari Daddy nya dan Mommy nya tak dapat dipungkiri jika buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Hari berikutnya Icha telah di daftarkan di sekolah musik itu dengan peserta dari berbagai negara dan yang datang pun tak sedikit. Ada ribuan peserta yang telah mendaftar.
***
Sore hari Icha duduk di teras belakang rumahnya dan memberi makan kelinci dengan perasaan tak menentu. Ia masih anak-anak dan masih belia tapi katena kelebihan yang bisa melihat makhluk lain itu sehingga membuat dirinya tak punya teman.
Terkadang Icha juga tak suka dengan dirinya yang seperti ini. Ia ingin seperti anak-anak yang lainnya yang memiliki banyak teman dan bermain serra belajar bersama.
Hari ini ia akan pergi ke rumah temenya Andre ia akan melakukan banyak hal bersama Andre sebelum nanti ia pergi ke Korea untuk belajar.
Tok...tok
__ADS_1
"Hallo tante Nella" sapa Icha pada Mommy nya Andre itu
"Wah hari ini tante kedatangan tamu istimewa, ayo sini masuk sayang" ajak tante Nella sambil menggandeng memasuki rumah itu
"Apa Andre nya ada dirumah tante" tanya Icha malu-malu pada Andre
"Wahh sayang Andre kalau jam segini masih disekolah apa lagi hari ini hari selasa biasanya ia akan ikut latihan bermain bola" Jelas tante Nella pada Icha itu
"Bagaimana kalau kamu membantu tante membuat kue dulu sambil menunggu Andre" Ajak tante Nella pada Icha yang kala itu seperti kecewa mendengar jika Andre tak ada dirumah. Ia seperti ingin menangis
Tante Nella yang mengerti raut wajah sedih teman anaknya itu langsung menghiburnya dengan mengajak membuat kue kesukaan Andre.
Tetapi yang ditunggu Andre tak kunjung pulang hingga sore menjelang. Akhirnya Icha berpamitan pada tante Nella untuk pulang dengan menaiki sepedanya di komplek perumahan mereka.
"Tante kenapa Andre tak kunjung pulang" Tanya Icha
"Tante juga tidak tahu nak, biasanya juga ia tak sampai jam segini kalau latihan bermain bola"
"Ya sudah tante ini kan sudah sore , aku mau pamit pulang dulu iya, nanti aku titip salam jika Andre pulang"
"Kapan hari aku akan bermain lagi kesini dengan Andre tante"
"Baiklah nak takutnya nanti kamu dicari orang tuamu, nanti akan tante sampaikan salam nya pada anak nakal itu"
"Baik tante aku pamit dulu da tante" Icha melambaikan tangannya. Mommy nya Andre tersenyum dan ikut melambaikan tangannya juga pada Icha
__ADS_1
"Gadis kecil ini imut sekali" Batin Mommy Andre
Bersambung