Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Pergi Menuju Makan Malam


__ADS_3

Sifatnya hampir sama jika soal berteriak seperti ini," ah bagaimana kabar anak itu". dalam hati Arka


Mereka makan siang bersama. Diselingi dengan obrolan-obrolan kecil, "Bagaimana usahamu selama ini son" tanya nyonya Felix.


"Lancar tak ada kendala" jawab Arka, biarpun ada masalah sekalipun tidak mungkin jika dirinya bercerita kepada orang tuanya, yang ada beban pikiran mereka semakin bertambah dan sebisa mungkin Arka akan mengatasinya sendiri.


"Lalu kapan kau kenalkan calon menantu untuk kami" nyonya Felix


"Ibu bersabarlah, jika waktunya nanti akan ku kenalkan pada kalian" Arka


"Iya tapi usaha juga, diperhatikan bibit, bebet dan bobot" celoteh nyonya Felix tak berujung


Sedangkan Arka diam tak menjawab usulan ibunya yang terakhir itu. Setelah selesai makan siang Arka pergi bersama ayahnya memancing di danau buatan yang tak jauh dari tempat tinggalnya di lanjut berkuda.


Sedangkan di tempat lain Icha saat ini sedang sibuk dengan pekerjaanya, "Bagaimana apa kamu sudah mengetahui siapa orangnya" tanya Mika pada Icha


Icha yang sedang mengecek file itu seketika terdiam dan teringan dua lelaki itu. Icha ragu untuk mengatakan yang sebenarnya sehingga ia menggelengkan kepalanya.


"Baiklah tak apa nanti jika bos sedang kemari akan aku beranikan melapor ini padanya, tetapi" ucapan Mika menggantung tak di diselesaikannya.


"Tetapi kenapa " tanya Icha penasaran


"Tetapi aku meminta satu hal padamu, kau harus temani aku dan bilang pada bos dengan menunjukkan bukti-bukti ini" permintaan Mika pada Icha


"Baiklah, aku akan menemanimu"


"Aku rasa sudah hampir satu bulan magang di sini, tapi tak pernah sekalipun melihat batang hidungnya si bos, kemana perginya" tanya Icha konyol


"Cek kau ini seperti tak tau saja, kalau kerjaan bos itu sangat banyak"


"Bos kita itu sangat kaya, dia memiliki beberapa perusahaan dibeberapa negara, memiliki kapal pesiar, resort, restauran dan masih banyak lagi" Mika


"Jika dihitung-hitung tak akan selesai sehari semalam saja"


"Benarkah, jadi bos kita itu sangat kaya raya, aduh aku jadi ingin memiliki suami sepertinya" Icha sambil membayangkan memiliki suami seperti yang dikatakan Mika barusan


"Bagaimana kalau bis kita berperut buncit dan sudah tua, apa kau mau meskipun dia sangat kaya" goda Mika


"Kau ini menghancurkan khayalanku saja" kesal Icha


"Kalau berkhayal jangan tinggi-tinggi nanti kalau jatuh sakit neng" Mika mengingatkan


"Biarkan saja, jika jatuh ya bangkit lagi" Icha menjawab tanpa beban.

__ADS_1


"Kau ini suka nonton drama kaki iya makanya suka berkhayal"


"Betul sekali kalau aku ini suka nonton drama" Icha mengakui apa yang di sukai, dirinya memang tipe anak yang periang dan terus terang, tetapi jika di sakiti ia juga tak segan-segan untuk membalasnya dua kali lipat.


"Oh iya sebentar lagi waktu makan siang, nanti aku akan traktir kamu" Icha selain ceria dan ada sisi ganasnya tetapi juga sangat baik hati, jika bersama teman yang baik hati padanya ia tak akan pernah perhitungan soal apapun, jika barang yang disukainya diminta temannya, pasti akan dikasihkan.


"Baiklah, biar ku tebak kalau kamu habis dapat transferan dari pacarmu iya" goda Mika


Icha semula bingung, pacar yang mana orang dirinya tak pernah punya pacar, Icha diam sejenak lalu setelah dirinya tersadar baru mengiyakan tebakan Mika. Biarlah dirinya berbohong, dari awal hanya mengerjai Mika malah di anggap serius hingga sekarang, jika sudah terlanjur berbohong ya berbohong saja sekalian pikirnya, soal ketahuan nanti biar urusan belakang.


Tiba waktunya makan siang di restauran Icha dan Mika telah memilih menu favorit mereka, sambil menunggu pesanannya datang Icha membuka ponsel, tak disangka jika ia telah membaca berita gosip yang lewat di beranda sosial medianya.


Di sana diberitakan jika Arka pergi keluar negeri hanya untuk menemui kekasihnya, seketika Icha terdiam pikirannya melanglang buana tak karuan.


"Jadi kak Arka pergi menemui kekasihnya" batin Icha


Ia menggelengkan kepalanya, sepertinya ada yang salah dengan isi kepalanya ini, "Kau kenapa" hingga suara Mika mendominasi lamunan Icha


"Jika kangen kekasihmu yang telpon aja langsung, tak usah melamun begitu" Mika


Icha yang semula terdiam tak tahan jika ia tak ketawa, "Apa sih kamu ini" Icha


"Gimana sih rasanya punya pacar orang kaya gitu" tanya Mika menjadi-jadi


"Cek kau ini mau pamer atau apa" Mika


"Lha katanya, iya aku jawab dong, lalu salah aku dimana" Icha sambil menggedikan bahunya tak tahu.


"Ya ya baiklah, semoga keberuntunganmu menular padaku nona"


Icha hanya melirik Mika sekilas, lalh pesanan mereka datang, "Cha kapan hari jika libur main ke rumahku kenapa" pinta Mika


"Memangnya di mana rumahmu" tanya Icha


"Tak jauh dari sini, hanya beberapa kilo meter saja dari sini"


"Baiklah, tapi aku juga tak janji" sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya


"Kamu tinggal sendiri atau bersama siapa"


"Aku disini tinggal sendirian, aku merantau pergi ke kota bersekolah hingga perguruan tinggi sampai aku mendapatkan pekerjaan seperti sekarang ini" Mika


"Kalau aku dengar ceritamu, sepertinya penuh perjuangan lika liki jalan hidupmu" Icha

__ADS_1


Pantas saja anak ini sangat polos tak tahu menahu soal pacaran, begitulah batin Icha. Padahal dirinya pacaran sekali saja juga belum pernah.


Makan siang berakhir dan kembali ke rutinitasnya masing-masing. Mereka meneruskan pekerjaanya hingga tiba waktunya pulang.


"Kau bawa kendaraan sendiri" tanya Icha pada Mika


"Hemm iya, itu mobilku" tunjuknya


"Iyahh padahal aku ingin mengantarmu"


"Baiklah besuk jemput aku dirumahku kalau begitu" tawar Mika


"Baiklah, aku pulang duluan ya bye" merek berpisah mengendarai mobilnya masing-masing.


***


Malam harinya Arka ada janji makan malam dengan tuan Gunawan, Arka dan Alex akan menjamu tuan gunawan di restauran ternama di kota Tokyo.


Alex menjemput bosnya di rumah tuan Felix ayahnya Arka, dulu ayahnya Alex juga menjadi tangan kanan tuan Felix hingga sekarang diteruskan anaknya.


"Apa semuanya sudah siap" tanya Arka pada Alex, bagaimana tidak Arka menginginkan semuanya ini dengan sempurna, ia tak ingin melihat kesalahan apa pun sedikit saja.


"Semuanya sudah siap, sesuai permintaanmu"


Arka mengangguk tanda mengerti, dalam perjalanan pikiran Arka menerawang ingin kembali ke kota Oxford, di sana suasana hatinya lebih baik di bandingkan ia berada di sini.


"Bagaimana perkembangan penyelidikan "


"Sesuai dugaanmu" Alex


Arka menoleh pada Alex, "Maksud kamu"


Alex mengangguk tanda mengiyakan apa yang mau dibicarakan bosnya itu.


Seketika tangan Arka mengepal, giginya bergemlutuk, rahangnya tampak mengeras menaham amarah.


"Jangan perlihatkan sekarang"Alex yang mengamati bosnya penuh emosi itu


"Tapi nanti saja saat semua bukti-bukti sudah terkumpul" pinta Alex


dan


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2