Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Tragedi Minuman


__ADS_3

"Ada apa kakak memanggilku lagi?"


"Duduklah dulu,"


Icha menuruti perintah kakaknya, mengambil posisi di sofa tunggal untuk mendudukkan tubuhnya.


"Katakan, dia sudah ku panggil." Devan menoleh pada Arka.


Sedangkan Icha menoleh orang-orang yang ada di depannya itu secara bergantian.


"Ehmmm saya mau berterimakasih karena kamu sudah membantu menyembuhkan dan memijat kaki Jen." ucapnya pelan.


"Ohh aku kirain mau ngomong apa tadi."


"Icha sopanlah sedikit pada teman kakak." Devan memberikan peringatan pada Icha.


"Iya kak Arka sama-sama, saya senang bisa membantu nona Megan." ucapnya dengan dipaksakan tersenyum.


Jenifer melirik mereka bergantian, sejak awal memang Jenifer sudah memiliki niat tidak baik, apa lagi dengan kakinya yang terkilir, ia malah semakin memanfaatkan situasi.


"Kakak Dev jangan salah paham, aku hanya tak mengerti saja tadi, kenapa kakak menghentikan aku di sini."


"Untuk tuan Arka, apa anda butuh sesuatu lagi?" tawarnya.


Jika di depan kakaknya, maka Icha harus profesional, memanggil dengan sebutan tuan, untuk menghargai jika Arka adalah kolega bisnisnya.


"Tidak..."jawab Arka singkat, tapi wajahnya menunjukkan ketidaksukaan kala mendengar dirinya di panggil tuan.


"Eh ehmm anu itu." Jenifer seolah memulai dramanya.


"Apa..., apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Arka pada Jenifer penuh perhatian.


"Aku rasa aku ingin meminum jus jambu biji merah." ungkap Jenifer menoleh pada Arka.


"Ehmmm baiklah, nanti aku akan meminta tolong pada pelayan di belakang." Arka.


"Tidak, ehmm tapi aku ingin jus jambu buatan nona Icha." kekehnya.


"Dia bukan pembantu disini, kau jangan melunjak." bentak Arka pada Jenifer.


"Ohh rupanya dia ingin bermain-main denganku, baiklah nona, akan aku ladeni." batin Icha sudah tahu pergerakan Jenifer sejak awal saat berada di kebun teh tempo hari, dirinya hanya berpura-pura terjatuh. Tapi ternyata keseleo beneran.


"Baiklah tuan Arka, tak apa, biar aku saja yang membuatkan jus jambunya." Icha bangkit dari duduknya. Pergi bagian pantry untuk melakukan apa yang diminta Jenifer tadi.


Arka yang tadinya mencegah Icha, kini dirinya ikut menyusul ke belakang.


"Ehmmm saya pamit dulu ke belakang." pamitnya pada semua orang.


Berjalan menyusul Icha kebelakang. "Kenapa kamu sendiri yang rela melakukan itu semua." suara bariton terdengar, kala Icha sedang serius mengupas buah jambunya.

__ADS_1


"Ehh tuan Arka." drama masih dilanjut.


"Coba katakan sekali lagi, kau bilang apa tadi?" tanya Arka semakin mendekat ke arah Icha.


"Tuan Arka, kenapa anda..." belum juga Icha menyelesaikan ucapannya, mulutnya sudah dibungkam oleh Arka, Icha yang mendapatkan serangan mendadak itu memukul dada Arka brutal.


"Ehmm... ehmmm ." erangnya tak terima.


"Kakak keterlaluan." buah jambu yang ada ditangannya itu ia gebrakan diatas meja pantry.


"Panggilan seperti itu lebih enak didengarkan."


"Apa, aku jadi tidak mood." omelnya.


"Kakak telah melecehkanku."


"Kalau begitu ayo menikah sekarang."


"Aku tidak mau menikah dengan orang yang belum selesai dengan masa lalunya."


"Apa maksud kamu?" tanya Arka mengambil buah jambu yang tadi di gebrakan Icha diatas meja, dan meneruskan mengupasnya.


"Apa kakak pikir aku tak tahu, jika Jenifer itu adalah mantan kekasih kakak dulu sewaktu SMA."


"Apa kakak masih mencintainya?" Icha berucap dengan berapi-api, tak dapat disela.


Sedangkan Arka dengan santainya meneruskan mengupas buah jambunya hingga hampir selesai.


"Apa kamu merasa cemburu?" Arka.


"Cemburu... mimpi saja kalau aku cemburu, aku hanya sedang kesal."


Padahal Arka sudah bisa menyimpulkan jika Icha seperti ini tandanya sedang terbakar api cemburu.


"Apa ada seseorang yang memberitahumu?" tanya Arka lagi.


"Aku tau sendiri, apa kakak tak tahu." seketika Icha membungkam mulutnya sendiri jika dirinya anak yang bisa membaca pikiran orang, dan itu merupakan kelebihan yang dia miliki.


"Tapi aku merasa seperti sedang ketahuan selingkuh, lalu istriku cemburu." Arka malah bergurau.


"Hahh sudahlah kakak jangan banyak bicara, ini semuanya kakak kupas, aku jadi malas membuatkan jus buah untuk mantan kekasih kakak yang sok cantik itu."


Icha berbalik dan dirinya duduk di kursi meja makan. Kepalanya bertumpu pada salah satu tangannya, dan mengerucutkan bibirnya lucu. Hal seperti inilah yang malah membuat Arka semakin gemas padanya.


"Baiklah nona, hari aku aku akan menjadi pelayanmu." Arka mengupas buah jambu satu keranjang sedang itu hingga selesai. Lalu mencuci dan memblendernya. Terakhir ia saring dan di sajikan di gelas yang memiliki kaki.


"Ini yang pertama kalinya aku sajikan untukmu istriku." menyodorkan segelas jus buah didepan Icha.


Icha yang tadinya sedang kesal, menarik sudut bibirnya tipis.Tanpa banyak bicara lagi ternyata Icha mengangkat gelas ditangannya dan menyesapnya perlahan.

__ADS_1


"Bagaimana nona jus buatan suami kamu?" canda Arka lagi.


"Ini sangat tidak enak, kurang gula, jadi buah jambunya terasa asam." padahal bukan itu yang Icha rasakan di lidahnya.


"Benarkah sangat tidak enak, baiklah coba aku cicipi dulu kalau begitu." Arka meminum jus jambu sisa dari yang diminum Icha tadi.


"Kau mengerjaiku nona?"


"Ini sangat pas di lidah," menoleh pada Icha gemas.


Icha mengambil langkah seribu untuk kabur dari hadapan Arka. "Huahahaha..... lari..." sifat bar-barnya muncul seketika.


Tapi terlambat, lengannya di tahan oleh Arka," Ehhh ehhh mau kemana?" menatap tajam Icha. Enak saja habis dikerjai malah mau ditinggal kabur, begitulah kira-kira pikiran Arka.


"Kakak... maafkan aku."


"Aku itu, ehmm anu, akan mencari Megan tadi, ada janji temu sama Megan." Icha berkilah mencari alasan. Namun ide bulusnya diketahui oleh Arka.


"Tak ada alasan, kalau tidak aku akan mengumumkan pada semua orang didepan jika kamu adalah calon istriku." ungkapnya.


"Ehh jangan dong kak,"


"Kakak ihh curang, selalu menggunakan ancaman." menepis tangan Arka, dan berjalan melewatinya, lalu mengambil nampan yang berisi gelas berkaki yang sudah terisi jus buah jambu merah itu.


"Kau mau apa, mau kemana?"


"Iya mau mengantarkan ini ke pacar masa lalu kakak lah,mau kemana lagi." ketusnya berjalan melewati Arka. Sampai Arka dibuat terbengong.


Detik berikutnya, Icha sudah berjalan keluar menyajikan minuman reques Megan itu, tapi ternyata Arka membuat untuk semuanya.


"Ini nona Jenifer jus buah jambunya, silahkan diminum."


"Wahhh...wah ternyata nona Icha sangat pengertian, membawakan kami juga." Raka.


"Ehmm iya, aku merasa juga harus berbagi pada tuan teman kakak semuanya, makanya aku membuatnya lebih dari satu." Icha menerbitkan senyum manisnya pada mereka semua.


Arka yang baru saja berjalan keluar mencibir dalam hati, namun juga senang karena telah membantu Icha, dan membuatnya senang.


"Tuan Arka silahkan duduk, ini saya juga membawakan untuk anda." ucapan Icha terdengar manis dan menjengkelkan.


Sedangkan Arka mengambil posisi duduk yang jauh dari Jenifer. Mengantisipasi jika Icha akan cemburu lagi. Misinya membuat Icha cemburu ternyata berhasil.


Arka tak membalas ucapan Icha, tapi hanya mengangguk sekilas. "Semoga tuan semuanya suka, termasuk anda nona Jenifer." Icha masih berdiri disana sambil memeluk nampan yang ada ditangannya.


"Wahh ternyata nona Icha sangat jago membuat minuman." puji Jenifer. Hal itu membuat Icha kesal. Pasalnya bukan dirinya yang membuatnya tapi Arka. Secara tidak langsung Arka lah yang patut mendapatkan pujian.


"Terimakasih nona Jen." mengulas senyum dan melirik Arka kesal.


dan

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2