Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Makan siang


__ADS_3

"Tetapi kau jangan ceroboh, semua harus penuh perhitungan dan hati-hati"


"Jangan sampai mereka curiga" Devan mengingatkan lagi


"Aku tahu"Arka


Arka menerawang langkah selanjutnya yang akan ia ambil untuk masalahnya kali ini. Akhirnya mereka dilanjutkan mengobrol banyak hal dan di akhiri dengan salam perpisahan sebagai seorang sahabat.


"Habis ini kau akan kemana" Tanya Arka pada sahabatnya itu


"Aku akan pergi ke suatu tempat" Jawabnya


Kemudian mereka berpisah dan pergi ke tempat tujuan masing-masing.


Siang hari di kantor Arka, Icha mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Karena kasus kejadian itu belum diketahui oleh bos mereka menurut Icha dan Mika sehingga mereka meneliti lebih awal keuangan itu.


"Aku rasa ini bukan jumlah yang sedikit" Icha


"Benarkah" Mika


"Iya lihatlah ini sepertinya datanya di retas seseorang" Jelas Icha


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi" Gumam Mika lagi


"Iya ini bisa saja terjadi, kemungkinan besar yang melakukan ini adalah orang dalam sendiri dan ada kerjasama dengan hacker yang bisa meretas data-data ini"


Mika pikirannya jadi menerawang siapakah orang yang berlaku curang itu. "Bagaimana kita melaporkan ini pada bos"


"Iya makanya ini kita cek ulang aja lagi, setelah itu baru kita melapor ke bos" Usul Icha


"Baiklah aku ikut kamu saja"


Akhirnya hari ini mereka mengecek ulang data-data laporan masuk dan keluar itu. Sampai tak terasa hingga waktunya makan siang tiba.


"Ayo keluar cari makan dulu lah waktunya makan juga" Ajak Icha pada Mika


"Sebentar, ini aku akan menyelesaikan sedikit lagi" Jawab Mika itu.


"Baiklah aku akan menunggumu"


Mika meneruskan pekerjaannya yang sedikit lagi selesai itu. Icha menunggu Mika sambil membuka sosial medianya dan menscroll ke atas dan kebawah. Kemudian memposting kegiatannya hari ini.


Sedangkan di lain tempat Arka setelah bertemu sahabatnya itu kembali lagi ke kampus. Setelah mengoreksi tugas-tugas mahasiswanya ia kemudian menelpon seseorang yang tak lain adalah asistennya itu "Hallo, iya tuan" Alex di seberang telepon


"Aku ada perlu bicara denganmu"


"Dua hari lagi persiapkan penerbaganmu ke Oxford" Arka ada perlu bicara dengan Alex mengenai hal ini


Saat ini Alex sedang menangani usaha Arka yang berada di Tokyo untuk menghadiri pertemuan dengan klien. Memang Alex adalah orang ke dua setelah dirinya untuk menangani kasus-kasus berat yang menyangkut perusahaan tetapi tak urung juga sebelum mendapatkan perintah darinya.


"Baiklah"


Telepon itu di tutup sepihak olehnya dan ketika mau menutup teleponnya ia membuka ruang status di sana Icha sedang menunggu temannya. Segera ia membuka MecBooknya dan melihat Icha saat ini sedang berjalan keluar.

__ADS_1


Kemana mereka akan pergi" Batinnya karena Icha dan Mika berjalan keluar kantor dan menyebrang jalan.


Padahal Icha saat ini sedang mencari makan yang sudah ia tahan dari tadi. Mereka terlambat makan hingga beberapa jam.


"Kau terlambat makan" Begitulah isi chat Arka pada Icha


Icha yang baru saja duduk mendengar bunyi notifikasi di ponselnya segera membuka. Namun setelah membaca pesan itu ia hanya membacanya dan memasukkan ponselnya kembali ke saku jasnya.


"Balas pesanku"


Bunyi notifikasi kedua kembali berdering. Icha tetap saja tak menghiraukannya. Hingga dering telepon masuk di ponselnya barulah Icha mengangkat.


"Kak Arka, ngapain orang ini menggangguku" Bukanya mengangkat tetapi malah di silent dengan mode getar


Mika dan Icha memposisikan duduk di pinggir jendela kaca dengan View jalanan kota. "Kau mau pesan apa" Tanya Mika


"Samakan saja dengan dirimu"


"Baiklah" Jawab Mika dan kemudian pelayan mencatat pesanan mereka.


"Siapa yang menghubungimu, kenapa tidak kau angkat" Tanya Mika itu


"Tidak penting, orang iseng kali" Jawab Icha asal


Ternyata ketenangan itu tak berlangsung lama. Bunyi telepon itu entah ke berapa kali baru Icha angkat.


"Iya hallo" Kesalnya


"Tidak" Jawab Icha berbohong.


"Kau tak bisa membohongiku, kenapa bisa makan terlambat" Mode dingin Arka keluar


"Tidak apa-apa tadi hanya banyak kerjaan saja dan menyelesaikan pekerjaanku yang tinggal sedikit lagi selesai"


"Cek kau ini selalu saja"


"Besuk jangan diulang lagi, jika terus-terusan seperti itu kau bisa sakit"


"Kalau sakit ya tinggal pergi ke dokter, begitu saja kok di bikin repot" Gumamnya pelan


"Kau bilang apa, aku tak dengar"


"Tidak ada, aku tak bilang apa-apa" Kilahnya


"Sepertinya ada yang sedang membantahku tadi" Sindirnya halus namun penuh penekanan


"Heh kakak jangan terlalu mengkhawatirkan aku, aku akan baik-baik saja"


"Iya tapi jangan di biasakan, apa kau mengerti" Terangnya gemas


"Iya bawel, sudah seperti mamaku saja bawelnya"


"Sayangi tubuhmu jika kau tak ingin sakit, aku tak mau itu terjadi, karena kau tetanggaku aku takut kau merepotkanku ketika kau sakit nanti"

__ADS_1


"Tidak akan"


"Sudah iya aku mau makan by" Teleponnya di tutup sepihak oleh Icha. Ia sangat kesal dengan Arka yang sangat cerewet itu.


Tak lama pesanan mereka datang. Pelayan itu menyajikan di meja. "Siapa yang menelponmu" Tanya Mika


"Itu temanku"


"Temanmu, tetapi apa masalahnya, kenapa kau terlihat sangat kesal"


"Iya jelas aku sangat kesal karena dia sangat cerewet"


"Hemmm cerewet dalam bentuk apa" Tanya Mika penuh penasaran


"Aku tak boleh makan telat, dia menasehatiku seperti anak kecil" adunya


Seketika Mika tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Icha itu."Hey tidak ada yang lucu, kenapa kamu malah tertawa" Omelnya


" Iya temanmu itu cowok" tebak Mika.


"Iya, kenapa kamu tahu" Icha


"Itu artinya temen kamu itu menyukaimu" Jelas Mika pada Icha. Sejenak Icha terdiam benarkah Arka menyukainya, rasanya sangat tidak mungkin. Memang selama ini ia mengenal Arka sangat cerewet sekali padanya. Tetapi banyak bicara yang ditunjukan Arka hanya padanya saja atau pada orang-orang tertentu.


Tidak semua orang memdapatkan kesempatan berbicara banyak padanya. Mungkin bisa di bilang Icha sangat beruntung dalam hal ini. Tetapi ia juga masih tidak mengetahui jati diri Arka yang senarnya bagaimana. Seperti apa keluarganya dan berasal dari mana Icha masih belum tau banyak soal Arka.


"Aku tak tau banyak tentangnya, begitupun juga sebaliknya" Sahut Icha lagi


"Aku rasa memang dia laki-laki yang sangat cerewet yang pernah aku temui setelah kakakku"


"Hemm kau punya kakak juga"


"Iya tetapi kakakku tinggal di negara lain"


"Memangnya kau berasal dari mana" Tanya Mika


"Aku suka berpindah-pindah negara" Jawab Icha


"Cek kau ini, aku bertanya serius"


"Iya memang benar yang aku ceritakan ini, aku suka berpindah-pindah negara, dari negara satu ke negara lainnya"


"Tetapi orang tuaku tinggal di Australia hingga saat ini"


"Lalu apa alasanmu berada di negara ini"


"Ini adalah impianku sejak dulu sekolah dan magang di perusahaan ternama ini"


"Bisa dibilang impianmu tercapai"


"Kau benar" Icha membenarkan ucapan Mika itu


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2