Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Mata Suciku Ternoda


__ADS_3

"Kak Arka benar-benar sangat perhatian walupun kadang bikin kesal" Gumamnya


"Sepertinya aku harus jaga jarak dengan kak Arka mulai saat ini"


Bukan apa-apa Icha ingin jaga jarak dengan Arka karena nanti pacar Arka akan marah padanya jika ia terlalu intens berinteraksi dengan Arka.


Jika pada situasi saat ini ia jadi kangen dengan teman-temanya di asrama seperti Yuju, Hana, Hyun "Bagaimana kabar mereka saat ini setelah aku tak ada disana cukup lama" Gumamnya


Malam sudah sangat larut namun Icha masih tak bisa memejamkan matanya. Tetapi ia paksa untuk tidur lebih awal seperi pesan Arka tadi"Kenapa aku jadi mengingat dosen itu cih" Gumamnya pada diri sendiri


Hingga menjelang tengah malam Icha baru bisa memejamkan matanya. Hari ini ia bangun lebih awal membersihkan diri. Berhubung belum ada panggilan dari pihak perusahaan kapan ia mulai magang ia berencana akan membersihkan apartemennya seperti menyapu, mengepel, membersihkan debu dan merapikan barang-barang lainnya.


***


Dilain unit apartemen Arka hari ini bangun langsung mandi dan membuat sarapan untuk dirinya sendiri dan juga Icha hanya simpel saja yang ia buat yaitu omlet sayur yang disajikan dengan saur manis kesukaan Icha. Tak lama ia memasak makanan itu Arka mengantarkan ke unit sebelah Tok..tok


Pintu apartemen diketuk olehnya dan Icha membuka dengan kaget ia mengira kalau Arka sudah pergi ke kampus pagi ini. "Eh kak Arka, aku kira sudah pergi ke kampus pagi ini" Tanyanya


"Kenapa" tanya Arka yang langsung menyrobot masuk melewati Icha yang berdiri di tengah pintu itu. Icha yang sempat bengong sebentar itu langsung tersadar


"Eh kaaaakk" Teriaknya sambil berlari menyusul Arka masuk ke dalam dimana Arka berada


"Apa"


"Apa yang kak Arka lakukan, main nyelonong aja huh"


"Ini sarapan untukmu, kau pasti belum membuat sarapan kan" Sambil menata piring di atas meja dan membuat segelas susu kesukaan Icha ketika sarapan di pagi hari


Icha yang saat itu akan marah langsung menguap seketika dan berganti menjadi senyuman secerah mentari "Eh kakak perhatian sekali hari ini tau saja jika aku sedang kelaparan" rayunya


"Jadi hanya hari ini saja aku perhatian padamu" Arka

__ADS_1


"Ehh bu..bukan. bukan begitu kak Arka jangan salah paham aku tadi sedang bercanda saja, kumohon mengertilah" Sambil mengatupkan kedua tangannya di dada .


"Hem ini makanlah" Arka setelah menyiapkan sarapan pagi untuk Icha itu ia bersiap-siap akan pergi ke kantor. Ya hari ini Arka bukan pergi ke kampus tetapi akan pergi ke kantornya dan mengecek segala sesuatu seperti file yang perlu di periksa dan di tanda tangani.


Arka sudah rapi dengan kemeja warna navy dan dasi bergaris serta jam tangan di tangannya yang menambah kesan wibawanya. Banyak perempuan di sana yang mendamba ketika melihatnya, karena selain fisik yang sempurna menurut kaum hawa tetapi juga kekayaan yang tiada habisnya tujuh turunan itu yang ia miliki. Namun semua itu lantas tak membuatnya menjadi pria brengsek pada umumnya. Ia pergi dengan mengendari kendaraanya sendiri kemanapun seperti saat ini menuju perjalanan menuju kantornya.


Selang satu jam lebih sampailah ia di kantor dan seluruh karyawan membungkuk memberikan hormat padanya. Ia hanya membalas sekilas. Begitulah Arka terlihat dingin jika diluar dan dengan orang-orang tertentu ia bisa bersikap hangat.


"Apa jadwalku hari ini" Tanyanya pada Alex asistennya itu


"Jadwal anda hari ini mengecek proposal, pertemuan dengan dua klien dan mengecek mahasiswa yang akan di terima magang di sini tuan, setelah itu malamnya anda ada perjamuan makan malam bersama tuan Aldo pengusaha asal Rusia itu tuan " Alex menjelaskan panjang lebar dengan seksama Arka juga mendengarkan penjelasan dari Alex itu


"Hem baiklah" Jawabnya


"Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu"


"Baik saya permisi tuan"


Setelah Alex keluar dari ruangannya Arka memulai membuka laptopnya mengecek email masuk dan di lanjutkan membuka file yang ada di atas meja dengan setumpuk nama-nama calon mahasiswa yang akan magang di kantornya nanti.


Satu nama yang mengalihkan perhatiannya yaitu Arumaysa Araya Caheyoung "Icha" gumamnya


Arka telah memilah-milah mana saja yang diterima magang dan di bagian apa saja nantinya mahasiswa itu akan di tempatkan. Setelah daftar nama mana saja yang akan ia pilih sebagai calon mahasiswa magang itu sudah di tentukan penempatannya kini ia kembalikan lagi pada bagian divisi humas untuk menghubungi mahasiswa-mahasiswa tersebut.


***


Dilain tempat Icha yang sedang rebahan selesai membersihkan seluruh ruangan unit apartemennya ini ia menonton drama kesukaannya sambil sesekali membuka ponselnya itu.


Tring....tanda notifikasi masuk telah di terima, Icha segera membuka ponselnya dan ternyata notifikasi itu tentang email pemberitahuan bahwa pengajuan magangnya telah di terima. Dengan girangnya ia sepertinya harus merayakan keberhasilan kecil ini. Bagaimana tidak perusahaan besar itu adalah impian semua mahasiswa untuk bisa magang di sana, syukur-syukur bisa diterima menjadi karyawan tetap di sana itu merupakan suatu berkah bagi yang beruntung.


"Hah aku diterima, ini merupakan suatu keberuntungan bagiku" zgumamnya dalam hati

__ADS_1


"Aku akan merayakan bersama kak Arka"


Malam hari selepas menyelesaikan semuanya Icha langsung saja pergi ke unit apartemennya Arka dan langsung menuju dapur. Ada perbedaan kali ini jika biasanya dalam rangka merayakan sesuatu hal dengan acara makan biasanya Icha akan mengundang Arka ke tempatnya begitupun sebaliknya.


Tetapi kali ini tidak Icha langsung masuk dan nyelonong saja ke dapur milik Arka itu ia tak peduli jika nanti pemiliknya marah atau berteriak pokoknya masa bodoh dengan semua itu. Icha mai menggunakan Appron ditubuhnya dan mulai beraksi dengan peralatan dapur itu sebelumnya bahan-bahan makanan ia bawa dari dapurnya ke dapur Arka.


"Oke kita mulai sekarang aksinya" Berbicara pada dirinya sendiri saking senangnya hingga lupa jika ia akan menjauhi Arka


Untuk kali ini biarlah besok-besok mana tau apa yang akan terjadi. Ketika Arka yang selesai mandi hanya menggunakan handuk dililitkan di tubuhnya samar-samar ia mendengar suara berisik dari dapurnya itu. Dengan rasa penasaran akhirnya ia membuka pintu kamarnya dan alangkah terkejutnya Icha yang melihatnya dengan penampilan seperti itu"Aahhhhhhhh mataku yang suci ternoda"


"Hei kau jangan berisik"


"Ada apa denganmu" Tanya Arka tak bersalah


"Kak Arka sana masuk pakai baju, mataku telah ternodai dengan pemandangan tak seharusnya ku lihat" Icha dengan berteriak sambil menutup matanya


Seketika muncul ide jahil Arka, ia berjalan mendekat dan posisi mereka saat ini Arka berdiri didepan Icha sambil pura-pura bertanya sesuatu


"Icha kenapa denganmu"


"Ahhh kak Arka kenapa malah mendekat, sana menjauhlah" tak berani membuka matanya


"Aku hanya bertanya kenapa dengan dirimu"


"Pokoknya sana pakai baju dulu baru bertanya" Icha


Arka tersenyum simpul mengerjai gadis ini. Sangat menyenangkan batinnya. Selama ini hidupnya Arka bisa dibilang flat tetapi dengan semenjak kehadiran Icha yang jadi tetangganya itu jadi berwarna hidupnya. Sehari-hari yang mereka lakukan hanya berantem, berdebat habis itu baikan lagi berantem lagi dan suka lempar candaan.


Hingga ia bisa tersenyum seperti saat ini.


Detik berikutnya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2