Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Strategi


__ADS_3

"Membicarakan hal penting apa?" tanya Arka yang mengikuti Alex.


"Bagaimana caranya mendekati perempuan seperti Hana teman istrimu itu?" tanya Alex.


"Ck, cemen sekali kamu, katanya kamu bisa menaklukannya." ejek Arka.


"Iya, tapi juga butuh strategi dodol." kata Alex melempar botol minuman kosong ke arah Arka. Dengan gercep langsung ditangkap Arka.


"Hah aku pikir kamu sudah Suhunya." Arka menahan tawanya.


"Jika ingin ketawa iya ketawa saja, tak usah kamu tahan tahan begitu." Alex memicingkan matanya.


"Ehhhmmm siapa juga yang ingin ketawa, aku hanya sedang memikirkan bagaimana caranya menyusun strategi yang pas saja." bantah Arka.


"Kau dekati saja istriku, tapi harus ijin aku dulu." kata Arka lagi.


"Ck, kau ini, lah ini namanya apa kalau bukan ijin." Alex.


"Hemm iya, maksud aku besuk besuk, jadi setiap kali mau mendekati istriku kau harus ijin aku dulu."


"Tapi ingat misimu adalah teman istriku, siapa itu namanya yang kau incar."


"Hemmm iya, memang aku diam diam sudah menjadi pengagum rahasianya."


"Ck, rupanya kamu jadi Pink Panda."


"Aku sangat menyukai penampilannya, apa lagi ketika Rap dimulai, huh rasanya pengen aku karungin lalu aku bawa pulang saja."


"Hei dia manusia bukan barang, ada ada saja dikarungin."


"Hanya perumpamaan,"


"Hemm iya, jangan sampai beneran dikarungin." kata Arka.


Lalu pembicaraan mereka berlanjut, menyusun strategi yang pas, dan misi misi Alex yamg pertama, kedua dan seterusnya. Pembahasan mereka kurang lebih sekita satu jam. Lalu setelah semuanya sudah dirasa selesai. Alex kembali lagi ke kamarnya, yang ada di sebelahnya kamar Arka.


Lain tempat lain kegiatan, Hana, Hyun, dan juga Yuju baru saja kembali dari kegiatannya. Megan entahlah anak itu juga suka keluyuran sendiri.


Untung saja Icha kembali ke kamar hotel mereka sebelum mereka kembali, kalau tidak sudah pasti akan mendapatkan berbagai pertanyaan yang bertubi tubi.


"Kalian baru datang?" tanya Icha.


"Oh my baby, maafkan kami meninggalkan dirimu sendirian, ini kita bawakan oleh oleh kesukaanmu." kata Hana memeluk Icha sayang.


Lalu menaruh paper bag berisi makanan khas daerah setempat. "Apa ini?" tanya Icha penasaran.


"Buka saja."

__ADS_1


"Hah ini takoyaki, sepertinya enak." kata Icha, lalu tanpa permisi melahapnya, dirinya sudah kelaparan sepertinya habis bercinta perlu butuh isi energi yang lebih banyak.


"Ini juga masih ada lagi." kata Hyun.


Menaruh aneka jajanan Starbuck seperti Smoked beef mushroom panini, peanut butter panini, Almond Croissant dan masih banyak lagi, tidak juga ketinggalan aneka minuman yang mereka beli, ada Coco Brownies Frappuccino, Manggo Chunk Cream Farppuccino, Birthday cream frappuccino, dan masih banyak lagi.


"Kalian ini tahu saja cara menyenangkan hati orang lain " celetuk Icha, dirinya tidak masalah ditinggal lama lama, asalkan kembali dengan membawa banyak makanan serta minuman seperti ini.


Icha mencicipi satu persatu, hingga membuatnya kenyang. "Megan mana?"


"Aku tidak melihatnya." tanya Hyun yang bru saja mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Ada di dipantry, sedang memasak." jawab Icha.


Hotel yang mereka sewa ini kualitas premium, sehingga fasilitasnya lengkap, ada pantry juga jika ingin memasak sesuatu, ada ruangan santai seperti ruangan keluarga, ditambah balkon kamar yang view nya begitu indah.


"Ini sudah banyak makanan, ngapain juga anak itu memasak." kata Yuju.


"Sudahlah, biarkan saja, seleranya orang beda beda juga kan." kata Hana.


"Memangnya apa yang dia masak?" tanya Hyun.


"Katanya mau membuat puding, dan kue macaron, dan juga tanghulu requestan aku." kata Icha menyengir kuda.


"Dasar bos tidak punya akhlak, ingin makan tapi malas masak." kata Hyun lagi.


"Yah kan sekalian juga." ucap Icha lalu tertawa nyaring.


"Aku masih disini, kenapa kalian membicarakanku." kata Megan dengan membawa nampan yang isinya penuh dengan makanan.


"Wauuuu Megan memang yang terbaik kalau soal masak memasak." puni Hyun, memelototkan matanya.


"Halah bilang saja jika kamu juga ingin kan." kata Hana.


Melihat kue Macaron warna warni, Tanghulu yang kelihatannya menggoda matanya, serta puding fla. Membuatnya hasrat ingin mencicipinya sangat tinggi.


"Megan kau dari dulu memang pandai memasak, bolehkan aku mencicipinya?" tanya Hana, setelah memuji malah dirinya ingin mencicipi.


"Iya silahkan saja kalian makan,"


"Baiklah makasih iya, kamu memang sangat baik hati." puji Hana.


"Iya totalannya belakangan iya." kata Megan.


"Iya aku akan menilai semua makananmu ini." kata Hana lagi.


"Tunggu dulu, ini Tanghulu aku yang request tahu." ucap Icha, tangannya sudah mengangkat manisan satu piring penuh itu.

__ADS_1


"Hei itu sangat banyak, mana habis kamu makan itu semua." teriak Hyun.


"Warna Tanghulunya cantik cantik begini, aku juga mau dong nyicipinnya." kata Yuju yang sedari tadi dirinya bermain ponsel sekali menoleh tergoda juga.


"Sebentar aku duluan yang ambil." kata Icha.


Megan memang sangat terampil dalam kemampuan membuat kue, kalau Icha lebih ke makanan western, begitu juga dengan Hana dan Yuju, berbeda dengan Hyun, Hyun lebih suka membuat makanan Korea asli, karena Hyun memang basicnya orang Korea.


"Kita disini makan enak enak begini, tidak kebayang kalau kita hidup di Korea Utara." celetuk Hana.


"Jangan nyinyir, nanti kamu bisa menjadi netizen yang julid loh." kata Icha.


"Aku hany melihat faktanya saja, disana semuanya diatur, padahal jaman sudah begitu modern begini kan." kata Hana.


"Iya juga sih, tapi aku no komen saja deh." kata Hyun.


"Hemmm aku jali ini seperti melihat surga makanan, mana habis kita makan sebanyak ini semua." kata Icha.


"Makanmu kan banyak, kamu habiskan semua juga tidak apa apa kok." kata Megan.


"Nanti kalau aku makan semua kamu tidak kebagian bagaimana?" tanya Icha seolah olah dirinya sedih.


"Aku bisa memasak untuk diriku sendiri." bantah Megan.


"Aku penasaran, dari mana kamu mendapatkan bahan bahan ini semua?" tanya Yuju, mulutnya juga masih sibuk dengan kegiatan mengunyah.


"Kamu ini bagaimana sih, kalau apa apa sekarang serba canggih begini, ya tinggal pencet pencet ponsel doang kan tinggal datang kemari kan bahannya."


"Lagian aku juga belanjanya lewat aplikasi online yang kebetulan di supermarket hotel menyediakan bahan bahan ini semua." kata Megan.


"Oh iya setelah ini kalian harus istirahat total, karena untuk persiapan konser selanjutnya." kata Megan lagi mengingatkan.


"Ah iya kau memang sangat perhatian, pantas saja Icha tak mau jauh darimu." kata Hyun.


"Kalian lebai." jawab Icha, setelah selesai mengunyah kegiatan makanannya.


"Tapi benar kan apa yang kami bicarakan." Hyun.


"Jangan memujinya terus menerus, nanti bisa membuatnya berada diatas angin." kata Icha lagi.


"Terbang dong berarti, jan diatas angin, berarti kebawa angin." Hyun.


"Yahh kalau anginnya badai tornado." Icha.


Lalu mereka menghabiskan makanan yang dibuat Megan, dan Starbucks yang dibeli mereka tadi dihabiskan Icha. Si paling kuat makan.


Hingga membuatnya kekenyangan tak bisa nafas dannn

__ADS_1


__ADS_2