
"Katakan siapa lelaki tampan tadi?" Hana.
Belum juga masuk rumah sudah dicecar pertanyaan, "Lelaki mana?"
Pasalnya tadi kakaknya membawa asistennya serta dalam jalan-jalan mereka kali ini.
"Jangan pura-pura tidak tahu, ayo ceritalah, apa kau sudah putus hubungan dengan tuan tampan yang kaya raya itu?"
"Baiklah, baiklah sekarang biarkan aku masuk rumah dulu dan kau, bantu aku membawa barang-barang ini semua." Icha menaruh barang-barang bawaannya ke tangan Hana. Lalu dirinya mengambil start berlari masuk ke dalam rumah.
"Hei kau mengerjaiku," Hana berteriak ke Icha.
"Sungguh aku terkena jebakan batman." Melangkahkan kakinya kesal karena membawa barang belanjaan Icha.
"Hey senyumlah jangan manyun seperti itu, mulutmu akan terlihat seperti burung hantu yang menakutkan jika seperti itu." Icha.
"Itu karena dirimu, ini makan tuh barang-barangmu." Menaruh kasar di atas meja makan besar.
"Baiklah nona terimakasih bantuannya." Icha setelah meminum jus di lemari pendingin, lalu duduk di sana dan mengeluarkan seluruh isinya di dalam masing-masing paper bag.
"Ini untukmu." Icha menyodorkan box malatang kesukaan Hana. Sedangkan Hana hanya diam saja dan masih dalam mode cemberut.
"Mau apa tidak, ini aku ambilkan mangkok, kau bisa memakannya langsung nona, karena ini aku belinya pake cinta pada sahabat."
Niat hati akan ngambek, tetapi tergoda juga ketika melirik ke arah mangkuk yang berisi malatang yang tadi dibeli Icha.
"Siapa yang bilang tidak mau, sini aku akan memakannya." Merebut mangkok Icha.
"Cielah aku pikir tidak mau tadi, padahal aku akan membaginya dengan Megan." Cibir Icha melirik kearah Hana.
"Apa sih kalian ini ribut-ribut membicarakan aku." Megan datang menghampiri mereka dan ikut bergabung disana.
"Ini nih yang habis berkencan bawa banyak oleh-oleh." Hana.
"Oh apa saja, coba aku ingin lihat."
Disana sudah berkumpul Yuju, Hyun, Megan dan juga Hana. Mereka semua mendapatkan bagiannya satu persatu dari hasil Icha jalan-jalan dengan Aksara tadi.
"Aku heran, kenapa dirimu selalu di dekati oleh lelaki tampan dan kaya?" Hyun.
"Bagi-bagi dong resepnya, " Hana menyahut saja.
"Kalian ingin tahu resepnya?" Icha.
__ADS_1
"Tentu saja, resep yang masuk akal dan tidak menyesatkan tentunya." Megan.
Padahal ide jahil Icha sudah muncul di isi kepalanya, kapan lagi kan bisa mengerjai mereka pikir Icha. "Resepnya adalah jika ada lelaki tampan dan kaya, maka kalian dekati perlahan."
"Itu namanya menyodorkan diri sendiri ke mereka dan akan terlihat menjadi perempuan murahan, lalu jatuhnya menyesatkan." Hana.
"Aku belum selesai bicara, dengarkan dulu kenapa kau ini."
"Baiklah teruskan jangan dengarkan Hana," Hyun.
Hana mencebik kesal, tetapi tak urung jua dirinya mendengarkan cerita Icha dengan seksama sambil makan malatang yang dibawakan Icha tadi. Yuju yang paling cuek diantara mereka. Megan sibuk memilah-milah pakaian.
"Jika lelaki itu jalan, maka pura-pura saja menabraknya, tetapi kalian sambil main ponsel, lalu mintak maaf, kalau perlu pura-pura keseleo." Sekuat tenaga Icha menahan agar senyumnya tak meledak. Ekspresi Hyun sangat serius mencerna kata-kata Icha.
"Supaya dapat bonus ditolong dan diangkat."
"Kalian ini mau saja di bodoh-bodohin Icha." Megan.
"Ehh tapi yang namanya usaha kan harus dicoba iya." Icha.
"Baiklah akan aku ingat-ingat tipsnya." Hyun.
"Sudahlah biarkan saja apa maunya mereka." Yuju.
Megan nampaknya juga cuek akan hal ini, tetapi juga tidak mau temannya ini dicuci otaknya oleh Icha. Sungguh teman yang tak ada akhlaknya.
"Hah ada-ada saja yang ditanyakan mereka." Gumam Icha pelan.
Di siang hari seperti ini karena dirinya lelah, Icha berendam air hangat dan memejamkan matanya, lalu ingatannya muncul dosen Arka.
"Sungguh menyebalkan, dalam keadaan seperti ini masih saja muncul." Lirihnya.
Lalu kembali turun, menyusul mereka kembali."Hei teman-teman aku akan mentraktir kalian menonton hari ini."
"Hei kau sepertinya sangat bahagia hari ini." Hyun.
"Ehhm iya karena aku ingin mengajak kalian menonton film bagus."
"Baiklah, sekalian juga makan di restauran yang mewah." Hana.
"Kau ini dikasih hati minta jantung." Hyun.
"Sekalian kalau mau traktir itu, jangan setengah-setengah."
__ADS_1
"Sudahlah kalian ini jangan ribut, nanti aku akan mentraktir makan dan nonton."
"Dapat durian runtuh dari mana itu anak." Megan berbicara dengan Yuju, mereka saling berpandangan, pasalnya Icha masih mendapatkan hukuman dari kakaknya jika kartunya semua di sita, benarkah lelaki tampan tadi yang memberinya kartu ajaib.
Dalam benak Megan bersarang banyak pertanyaan. Tetapi nanti saja ia akan menanyakan hal ini pada Icha.
***
Sore hari telah tiba, mereka berangkat dengan satu mobil menuju mall, dan satu mobil lagi pengawal mereka.
Bagian antri tiket pengawalnya, juga membeli pop corn dan minuman.
Mereka berlima duduk di kursi tunggu dipinggir kaca letaknya. "Ehh lihat-lihat, bukankah itu tuan Arka." Hyun menoel Hana disebelahnya dan menunjuk kearah Arka yang digandeng oleh Yara.
"Ehmm iya benar, aku rasa aku tak salah lihat, cepat sekali dia mendapatkan pengganti Icha."
Karena antrian tiket sangat banyak sehingga ruangan itu menjadi berisik, ketika Hana dan Hyun sedang mengobrol pun tidak begitu kedengaran.
"Wajar saja banyak wanita yang mau, dia kaya dan tampan." Hana.
"Tetapi tidak begitu juga, setia juga dibutuhkan, rasanya aku ingin menonjok mukanya saja." Hyun.
"Jika begitu aku tarik kata-kataku kemaren, aku tak jadi mengaguminya." Hyun berbicara dengan mengepalkan kedua tangannya sedang memperagakan ingin menonjok seseorang di depannya.
"Tetapi tidak seperti ini juga ekspresi kamu, nanti bisa kena muka aku." Hana menjauhkan mukanya dari sana.
"Kenapa sih kalian ini berisik sekali." Megan.
"Tidak ada, aku hanya ingin berlatih menonjok seseorang saja." Hyun lalu menurunkan tangannya.
Icha menoleh ke arah mereka, tetapi pandangannya tak sengaja melihat Yara yang menggandeng tangan Arka. Yara menautkan tangannya di lengan Arka. Seketika detak jantungnya berdebar kencang, seperti tak bisa diajak kompromi. Mendadak tangannya menjadi dingin. Bukan cemburu yang ia rasakan, tetapi getaran di hatinya masih ada sepertinya.
Lalu pandangannya segera ia alihkan ke yang lain, Yara yang lebih dulu mengetahui keberadaan Icha menjadi lebih intens komunikasi dengan Arka.
"Sungguh membuatku muak." Icha berbicara pelan hampir tak terdengar.
"Ayo kita masuk." Megan.
Mereka memasuki studio, Hyun yang berjalan perlahan dibelakang tidak sengaja menabrak seseorang, bukan tidak sengaja tetapi malah sengaja,"Kau..." ucap lelaki itu mengambilkan tas Hyun yang terjatuh.
"Hati-hati jika berjalan nona." Ucap lelaki tampan itu datar.
"Ehhmm iya maafkan aku, lain kali aku akan hati-hati." Hyun sambil mengambil tas yang disodorkan padanya.
__ADS_1
Sedangkan Icha dan kawan-kawannya lebih dulu berada di dalam. Sial sekali tempat duduk Icha bersebelahan dengan Arka. Hal itu menimbulkan kecanggungan diantara mereka. dan
Bersambung