
Frans kembali duduk bersebelahan dengan Megan. Baru kali ini Megan menurunkan gengsinya, hanya demi kelancaran hubungan bosnya. Jika tidak maka ogah untuk Megan harus berbasa-basi dengan lelaki angkuh seperti Frans.
"Menurutmu bagaimana? jika aku kembali ke atas dan mereka memberondong banyak pertanyaan kepadaku?"
"Ya kau pikirkan saja jawabannya, mulai dari sekarang. Sebelum kau beranjak dari sini "
"Apa-apaan, jawaban yang sangat tidak memuaskan." gumam Megan pelan dirinya melengos wajahnya memandang ke sembarang arah.
"Aku mendengarnya." kata Frans.
"Lalu Mau sampai kapan kau berada di sini? dan meminta aku menemanimu?"
"Kau bersabarlah sebentar bisa tidak, aku juga sedang memikirkan tindakanku setelah ini mau apa?" Megan malah membentak Frans dengan reflek.
"Kau membentakku?" Frans memicingkan matanya ke arah Megan. Tetapi melihat Frans demikian malah membuat nyali Megan menciut seketika.
"Ehmmm ya, maafkan aku, bukan maksudku untuk membentakmu. Kau jangan marah seperti inilah, mengertilah keadaanku sekarang berada di posisi yang sangat sulit." kata Megan. Kedua tangannya tidak sengaja memegang bahu Frans, untuk menenangkan Frans yang tadi akan marah karena bentakanya.
Frans terdiam melihat reaksi Megan. Sepertinya Megan sedang merayunya. Agar tidak marah padanya. Reaksi Frans malah ingin tertawa, padahal dirinya tadi hanya berpura-pura saja.
"Apa kau sedang merayuku?"
"Kau Jangan ke pede-an aku sedang tidak ingin berdebat denganmu."
"Baiklah aku akan pergi sekarang jika begitu." kata Frans. Dirinya bersiap akan berdiri, namun tangannya kembali lagi ditahan Megan.
Pandangan mata Frans tertuju pada tangan Megan. Yang menahannya, hal itu malah membuat jantung Megan berdetak lebih kencang dari biasanya.
" Ah baiklah, jika kau ingin pergi, pergi saja lah." kata Megan menjadi salah tingkah sendiri. Beberapa kali tangannya malah terasa gemetaran dan dingin, karena merasa grogi dengan orang yang mampu mengobrak-abrik isi hatinya.
__ADS_1
Di lantai atas kamar yang bersebelahan dengan Megan dan Icha. Lebih tepatnya kamar itu sekarang berisi tiga orang, yaitu Yuju, Hana dan juga Hyun. Mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Hyun sibuk mengunyah snacknya, dan juga Yuju. Sedangkan Hana sibuk berbalas pesan dengan Alex.
Sesekali ia tertawa sendiri l, ketika membalas pesan-pesan yang menurutnya lucu. Padahal itu biasa saja, jika dibicarakan orang yang tidak jatuh cinta. Hyun menyikut lengan yuju, untuk memperhatikan Hana yang terlihat aneh menurutnya. semula Yuju tidak menyadarinya.
Yuju mengikuti arah pandang Hyun. Dan benar saja jika Hana terlihat aneh dari biasanya. " Mungkinkah ia sedang memiliki pacar baru?" Yuju berbisik di telinga Hyun.
Hyun malah mengangkat bahunya tak tahu, dia sama sekali tidak tahu mengenai hal ini, apa mungkin dirinya yang tertinggal pikir Hyun.
"Aku juga tidak tahu." bisik Hyun pelan pada yuju.
Akhirnya kedua orang itu menyusun strategi, bagaimana supaya Hana mau menceritakan apa yang dialaminya kepada mereka berdua, untuk soal Megan dan Icha nanti saja mereka akan memberitahunya. Begitulah pikirnya.
"Ehhhmmm." Yuju berdehem dengan sangat keras, namun Hana masih asik dengan dunianya.
"Hyun... kau tahu, sepertinya di sini sedang ada yang jatuh cinta." ucap Yuju sangat keras, matanya melirik ke arah Hana.
"Ya biarkan saja lah, memang sudah waktunya juga punya pacar, eh tapi siapa yang sedang jatuh cinta." Hyun meladeni kekonyolan Yuju.
"Hei apa memangnya yang kalian bicarakan itu? siapa yang sedang jatuh cinta?" tanya Hana. karena sepertinya dirinya merasa tersindir, sehingga bertanya hal demikian pada mereka berdua.
"Sekarang aku mau tanya padamu, dan kau harus menjawabnya dengan jujur. Siapa orang yang sudah membuatmu jatuh cinta?" tanya Hyun langsung to the point.
"Pertanyaan apaan itu, siapa memangnya yang jatuh cinta?"
"Tapi kenapa aku merasa ada aura aura kamu sedang jatuh cinta. Jika melihat dari ekspresi wajahmu." Yuju ikutan menimpali.
"Aku hanya membalas pesan saja, bukan sedang jatuh cinta. Kau tahu itu." Hana.
"Iya biarkan saja lah kalau ada orang yang tidak mau mengaku ." kata Hyun.
__ADS_1
Tidak berapa lama, terdengar suara pintu dibuka dari luar. Menampakan Megan yang wajahnya sangat lelah dan kusut. Sontak mereka bertiga menoleh ke arah Megan yang baru saja muncul, setelah beberapa jam. Tetapi seperti dugaan Megan tadi, ketika saat di bawah dengan Frans. Mereka memberondong pertanyaan tentang di mana keberadaan Icha, Megan hanya menjawab kalau Icha masih ada perlu dengan Frans terkait urusan keluarganya, hanya itu jawaban yang menurutnya aman.
"Urusan apa memangnya?" tanya Hyun.
"Kau tidak perlu tahulah, aku saja tidak tahu dan tidak mau tahu, biarkan saja nanti kalau mereka bercerita ya kita dengarkan, kalau tidak ya tidak usah menanyakannya. Mungkin bisa saja itu privasi." kata Megan.
"Kau benar juga." kata Hana menimpali.
"Oh iya, aku dengar-dengar kedua Kakak Ica itu sangat tampan. Aku pernah melihatnya sekali, itupun sebentar dan sekilas. Apa kau pernah bertemu dengan kakaknya Icha? yang lebih jelas dan lebih lama." tanya Hana pada Megan.
"Tentu saja, kenapa memangnya?" kata Megan, menaikkan sebelah alisnya. Pastilah mereka ini sangat kepo terhadap kedua kakaknya Icha yang sangat tampan dan mempesona. menurut penilaian banyak wanita.
"Kapan-kapan kau harus mau membujuk Icha, supaya kedua kakaknya itu mau bertemu dengan kita-kita."
" Siapa tahu ada yang berjodoh dengan kita." kata Hana konyol.
"Aku tidak berminat, ini khusus untuk Hana saja ya." ucap Yuju.
"Hei kenapa kau berbicara seperti itu, apa kau tidak tahu latar belakang dari Icha itu, keluarganya itu sangat kaya raya, apalagi kedua kakaknya itu pengusaha kaya dan juga sangat tampan. Aku bahkan sampai takjub hanya mendengarnya saja." tak Hana berbicara panjang lebar tanpa jeda.
"Ya tapi aku tidak mau seperti dirimu, aku hanya mau hidup dengan orang yang aku cintai saja." Yuju.
"Baiklah kalau kamu tidak mau, buat aku saja. Siapa tahu salah satu diantaranya ada yang mau sama aku."
"Tapi masalahnya aku yang mau mereka, tapai salah satu diantaranya mau tidak ya sama aku." Hana malah bertanya-tanya sendiri.
"Hah Sudah sudah kalian jangan berdebat, aku pikir malah Hana sudah memiliki kekasihmu sendiri." kata Hyun.
Keempat gadis itu malah membicarakan hal-hal yang tidak berfaedah, terkait hal percintaan. Hana terus mendesak Megan, agar mau membujuk Icha untuk melakukan pertemuan khusus dengan salah satu dari kakaknya.
__ADS_1
Dalam hati Yuju tetaplah Arka tujuan utamanya. iya terus berdoa semoga Arka lah jodohnya. Yuju yang sangat ambisius terkait hal percintaan dan Icha dengan rahasia terkait suaminya, sedangkan Hana dan Hyun mereka sangat terbuka jika dalam hal percintaan terkait bagaimana tipenya.
"Cepat suruh Icha kemari, kau bilang padanya sekarang, jika nanti-nanti akan lupa." perintah Hana pada Megan.