Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Matcha


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, tak terasa kini Icha sudah satu bulan berada di kota Ginseng, dirinya kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa, yaitu menjadi bintang idola gruop member K-pop, dengan Megan sebagai asisten pribadinya. Tentu saja kemana Icha pergi dirinya juga mengikutinya.


sejak saat itulah Icha sudah tak pernah lagi berjumpa dengan Arka, begitu juga sebaliknya, Arka sudah mencari Icha di negara Ginseng, tetapi identitasnya di rahasiakan, sehingga walaupun dirinya menyewa detektif sekalipun juga tak akan menemukan kemana perginya Icha.


Arka juga sempat melihat dar cctv di depan pintu keluar apartemennya, hingga di pintu masuk kantor kampusnya mengajar, ternyata terakhir kali Icha datang ke sana, akan menemuinya.


Tetapi Icha sudah berspekulasi sendiri ketika di dalam sana ada Yara saudara sepupunya. Mungkin dirinya mengira jika Yara yang berada di dalam ruangan itu adalah kekasih Arka.


Padahal dirinya baru terlambat beberapa jam saja mengejar Icha, tetapi begitu cepatnya informasi mengenai dirinya sudah di tutup.


Saat ini Arka berada di dalam ruangan kantornya, sambil melihat rekaman cctv di PC di depannya. Sepertinya dirinya telah merindukan sosok yang sangat ceria itu, siapa lagi jika buka Icha.


"Kemana lagi aku harus mencarimu, kenapa begitu cepat waktu berlalu, aku tak tahu apa yang aku rasakan saat ini." Gumam Arka sambil memegangi detak jantungnya sebelah kiri.


Arka berdiam diri sambil memejamkan matanya, tak lama asisten Alex datang, memberi tahu jika rapat akan di adakan sebentar lagi.


"Tuan sudah waktunya rapat." Alex.


Arka membuka matanya, melirik ke arah Alex. Tanpa banyak kata, dirinya mengambil jas yang menggantung di kursi kebesarannya, dan berjalan mengikuti langkah kaki Alex.


Arka mendengarkan apa yang di presentasikan oleh staf desainer produk dan pemasaran, walaupun kelihatannya terdiam, tetapi dirinya memahami apa yang mereka bicarakan.


Sepertinya hatinya tidak baik-baik saja. masih untung saja jika dirinya terdiam, jika Arka berbicara dan meneliti dokumen mereka, sudah pasti akan merevisi lagi..


"Bagaimana tuan, apa anda setuju dengan produk baru make up, yang bahan bakunya dari matcha terbaik yang di datangkan dari Indonesia?" Tanya salah satu pegawainya.


"Apakah ada efek sampingnya dengan produk keluaran terbaru dari ide kamu ini?" Tanya Arka serius.


"Berdasarkan uji coba lab, ini aman tuan, dan sudah di uji coba dengan kulit hewan beberapa kali dan tak mengalam reaksi apa pun."


"Tetapi kulit akan akan mengalami perubahan yang dangat cerah dalam waktu satu minggu."


"Baiklah jika begitu aku akan menghubungi pengusaha Matcha yang memiliki kualitas terbaik di Indonesia."


"Dari desain kemasan, apa sudah di siapkan?"


"Jika sudah, nanti kita bisa mencoba mengeluarkan lima ratus pcs dulu, jika laris di pasaran, maka produksi bisa di tambah bulan depannya."


"Baik tuan terimakasih, kami akan bekerja dengan keras untuk menyelesaikan proyek baru ini." Ucap salah satu karyawan perempuan bagian desain produk.


Arka hanya mengangguk setuju, setelah itu rapat di akhiri dan semua karyawan keluar dari ruangan yang serasa sehabis melakukan ujian sidang skripsi itu.


Arka berjalan mendahului Alex, dengan satu tangannya di masukkan ke dalam celananya, betapa sangat tampannya dirinya jika aura dinginnya ini keluar.


Bahkan banyak yang datang dari kalangan artis untuk menawarkan kencan satu malam dengannya, tetapi tak ada satu pun yang menarik perhatiannya.


"Alex, tolong kamu jadwalkan pertemuanku dengan tuan Kusuma."


Perintahnya pada Alex yang saat ini berjalan mendahului Alex.


"Baik tuan, nanti akan saya atur ulang jadwal pertemuan anda dengan tuan kusuma." Kata Alex menyahut Arka dari belakangnya.


Sedangkan Arka hanya mengangguk paham, berlalu memasuki ruangannya.


Tuan Kusuma merupakan pemilik kebun Matcha terbaik di Indonesia, setelah tuan Yamaki dari negata Jepang.


Satu minggu lagi perkiraan dari saat ini untuk bertemu dengan kolega bisnisnya yang berasal dari indonesia itu.


Sedangkan di negara lain, Icha sedang berjalan-jalan mengelilingi mal dan berbelanja untuk keperluannya sehari-hari bersama ke tiga temannya di tambah Megan.

__ADS_1


Mereka sedang asyik memilih-milih bahan masakan apa saja yang akan di masak nanti. "Megan kamu ambillah yang kamu mau." Kata Yuju teman Icha.


"Ehmmm iya nanti aku akan memilih sendiri yang aku inginkan."


Karena semua teman Icha yang sangat baik padanya, sehingga dirinya betah, bekerja bersama Icha. Bahkan dirinya jadi tahu negara mana saja yang belum pernah di dikunjunginya, berkat tour keliling dunia mereka.


***


.


.


.


Hari yang di tentukan telah tiba, kali ini Arka akan pergi menemui tuan Kusuma, pengusaha asal indonesia, sebelumnya Arka sudah pernah mendengarnya nama tuan Kusuma dark temannya.


Kali ini dirinya sudah membuat janji temu, dan pertemuan kali ini akan di adakan di Malang, dimana tempat tinggal tuan Kusuma berada.


"Apa sudah siap semua?" Tanya Arka pada Alex yang saat ini sudah akan berangkat, dan di sana nanti sudah ada mobil jemputan dari orang suruhannya tuan Kusuma.


Dirinya akan menginap di salah satu Villa milik tuan Kusuma. Jadi tak perlu menyewa hotel selama dirinya berada di Malang nanti.


Arka tiba di Indonesia pada malam hari, artinya pertemuannya dengan tuan Kusuma pada besuk paginya, dan ketika sampai di Villa, sampai pada waktu tengah malam.


Tentu saja harus beristirahat terlebih dahulu dirinya, untuk memulihkan tenaganya buat esuk hari.


Villa yang mereka tempati ini berada di tengah-tengah, kebun Teh, dengan tanaman teh yang sangat luas, dan udara yang terasa sejuk, jika di malam hari akan ada banyak hiasan lampu-lampu yang terpasang di sekitar Villa.


Sehingga tak banyak yang ia lihat saat perjalanan Arka dan Alex saat tiba malam hari.


Arka dan Alex memasuki kamarnya masing-masing, sesuai arahan dari penjaga Villa tersebut.


Esuk harinya dirinya telah bangun lebih awal dan membersihkan diri, kemudian berjalan-jalan di sekitar Villa.


"Udaranya terasa sangat menenangkan." Saat ini dirinya berbicara pada Alex yang tadi menyusulnya dari belakang.


"Iya kamu benar sekali."


"Dan membuat pikiran menjadi tenang, setelah melihatnya."


Arka mengangguk setuju dengan pernyataan Alex.


"Aku dengar tuan Kusuma orangnya sangat ramah."


"Itu benar." Kata Alex menimpali.


"Jika begitu siapkan hadiah untuknya, untuk membalas semua kebaikannya ini." Arka.


"Baiklah, akan akur nanti hadiahnya." Alex menyetujui usulan bosnya sekaligus sahabatnya ini.


Setelah berbincang banyak Arka dan Alex bersiap akan menemui tuan Kusuma siang ini di cafe sekitar Villa.


"Selamat siang tuan." Tuan Kusuma menyapa mereka berdua.


"Ah iya, selamat siang juga tuan Kusuma."


"Apa tidur kalian semalam terasa nyenyak." Basa-basinya tuan Kusuma. Lalu mereka duduk dan Arka memulai maksud dari kedatangannya.


Ternyata di luar dugaan tuan kusuma, jika Arka ini masih sangat muda dan berbakat, tuan Kusuma jadi tidak menyangka.

__ADS_1


"Baiklah semuanya bisa di atur, aku tak masalah soal harga, yang terpenting adalah keseriusan tuan Arka dan juga tuan Alex." Kata tuan Kusuma serius.


Siang itu banyak sekali yang mereka bicarakan mengenai Matcha terbaik dan berkualitas, bahkan Arka dan Alex di ajak terjun langsung mengelilingi kebun teh hijau itu.


Dirinya jadi tertarik untuk membuat aneka olahan minuman dari Matcha ini. Tetapi nanti setelah produk make up nya ini berhasil.


Tuan Kusuma juga menunjukkan tempat-tempat di sekita Villa, di sana ada aula untuk pertemuan para pengusaha, jika mereka sedang mengadakan pertemuan. Lalu mereka tertarik jika suatu hari nanti mengadakan pertemuan dengan para pengusaha-pengusaha, sepertinya ini tempat yang sangat cocok buat mereka.


Karena di sini fasilitasnya sudah lengkap, area cafe untuk urusan makan,area buat joging, taman , dan area gym.


"Baiklah tuan Kusuma, jika nanti kami ada pertemuan organisasi pengusaha muda, kami akan menyewa tempat anda di sini." Kata Arka antusias.


Tuan kusuma mengangguk setuju, dan memberikan sambutan yang sangat baik.


"Maaf tuan, bolehkah saya menanyakan sesuatu hal pribadi tentang anda." Tanya tuan Kusuma pada Arka.


Arka tak menjawab langsung, tetapi dirinya menganggukkan kepalanya setuju.


"Apakah anda sudah berkeluarga tuan Arka dan tuan Alex, mengingat kalian ini sepertinya masih sangat muda?" Tanya tuan Kusuma penasaran.


"Oh kalau itu saya belum memikirkannya tuan." Jawab Arka sambil tersenyum, entah mengapa dirinya malah mengingat Icha Saat ini.


Alex pun menjawab tak jauh berbeda dengan Arka. Tuan Kusuma mengangguk paham. Namun sangat penasaran, hal apa yang membuat mereka ini belum menikah.


"Apakah ada hal lain yang membuat anda tuan Arka untuk menunda berkeluarga?" Tanya tuan Kusuma.


"Saya rasa tidak tuan, hanya saja belum ada yang cocok, mungkin jika suatu hari nanti menemukan yang cocok dan kami menikah, anda adalah orang pertama yang akan kami undang." Candanya pada tuan Kusuma.


"Baiklah, kabar bahagia ini semoga saja segera datang." Taun Kusuma.


Tuan Kusuma sangat kagum terhadap kepribadian Arka yang sangat rendah hati, tampan dan di usia mudanya sudah sukses dengan bisnisnya.


"Baiklah saya tinggalkan dulu, silahkan tuan Alex dan tuan Arka bisa beristirahat atau menikmati udara di sini." Pamitnya pada mereka, karena masih ada hal lain yang harus di dikerjakannya.


Arka dan Alex mengangguk hormat, dan tuan Kusuma berlalu dari sana.


"Setelah dari sini segera adakan pertemuan rapat dengan divisi bagian pemasaran, untuk mencari model yang akan kita pakai buat endorse produk baru kita." Kata Arka yang saat ini berada di cafe sambil menikmati secangkir kopi dan membuka MecBooknya untuk mengecek email masuk.


"Baiklah akan aku atur nanti." Jika mereka sedang berdua, pembicaraan mereka tak ada atasan dan bawahan, berbeda dengan saat di kantor.


"Apakah kamu ada pilihan, model apa yang kamu inginkan?" Tanya Alex pada Arka.


"Kalau itu terserah padamu, kamu bisa mendiskusikan pada mereka."


"Tapi aku ingin model terkenal, yang bisa mempengaruhi masyarakat luas, supaya tertarik buat menggunakan produk kita."


"Itu sama saja memiliki pilihan, katanya tadi terserah." Batin Alex gemas.


"Bagaimana kalau menggunakan model asal Korea yang saat ini sedang di gemari anak muda, seperti penyanyi K-Pop asal Korea misalnya." Alex setengah bertanya, setengah berpendapat.


.


.


dan


Berambung


Like, komen, dan share iya

__ADS_1


__ADS_2