
Icha duduk sebelahan dengan Arka hanya diam saja, bahkan untuk bernafas oun terasa sesak, bukan karena cemburu tetapi karena ia muak sekali melihat sepasang yang lelaki dan perempuan yang berada disebelahnya ini.
Rasanya jarum jam seperti diam ditempat tidak berputar pada porosnya. Jika bisa dipercepat Icha akan memutarnya sendiri agar segera berubah dan film yang mereka tonton cepat selesai.
Sesekali Icha melirik mereka, ia bisa menangkap jika Yara sedang menunjukkan kepemilikannya.
"Cih sungguh menjijikkan." Batin Icha bermonolog.
"Megan aku ijin kebelakang dulu iya." Icha berbisik pada Megan dan belum sempat Megan menjawab, Icha sudah lebih dulu jalan turun dari tempat duduknya.
"Oh Tuhan sial sekali hidupku kali ini, sudahlah tak usah kembali, lebih baik aku santai saja di cafe itu." Icha berbicara pelan pada dirinya sendiri, memesan sebuah minuman dan es krim untuk mengembalikan moodnya yang tadi sempat memburuk.
"Siapa ya?" Tanya Icha melihat lelaki yang tiba-tiba saja duduk didepannya.
"Heh, apa kau lupa nona, dulu kita pernah bertemu."
Icha tak menghiraukan lelaki itu,"Aku rasa aku tak pernah bertemu denganmu, dan jika kau tak ada keperluan lagi pergilah." Sambil memakan es krimnya yang baru saja datang diantar pelayan.
"Sabarlah nona jangan galak-galak, aku tak bermaksud lain, tetapi jika aku melihatmu aku seperti melihat wajah temanku."
"Kau jangan mengada-ada, aku tak suka di sama-samakan."
Detik berikutnya lelaki itu hanya diam saja, mengamati Icha makan es krimnya dengan serampangan. "Pelan-pelan nona tak akan ada yang merebutnya,"
"Ehmm ngomong-ngomong kemaren saat aku bertemu denganmu kau sedang makan es krim, dan saat ini makan es krim lagi."
"Aku berdoa semoga lambungmu tak bermasalah memakan banyak es krim setiap hari."
"Terimakasih doanya, tetapi jika tetap masih ingin disini diamlah." Bentak Icha galak.
Tak lama kemudian lelaki tersebut pamit padanya karena sudah dipanggil temannya, dan meninggalkan kartu nama diatas meja.
Setelah memakan es krimnya Icha duduk di sana beberapa menit sambil bermain ponsel sembari menunggu waktu penayangan film selesai, memang dirinya dari awal berniat tak akan kembali lagi ke sana.
"Hah aku rasa aku sudah terlalu lama disini."
"Baiklah aku akan menyusul mereka." Icha berdiri dari tempat duduknya, lalu mengambil tasnya yang berada di atas meja, ada yang menarik perhatiannya, yaitu sebuah kartu nama lelaki tampan tadi yang ditinggalkan untuknya. Tanpa berpikir panjang ia masukkan ke dalam tasnya.
"Hei bocah nakal, aku cari kemana-mana malah lagi asyik di sini, apa kau baru saja bertemu dengan pacar barumu?" Suara kencang Hana membuat orang yang berpapasan dengan mereka menoleh.
Arka dan Yara salah satunya menoleh ke arah mereka, "Cihh baru saja putus dari kakak, sudah kegatalan saja mantan kakak itu." Yara.
"Diamlah, jangan banyak bicara." Bentak Arka hingga membuat Yara menciut.
__ADS_1
Mendengar hal itu Arka membuat Arka terbakar api cemburu, lalu mengirim pesan pada seseorang. "Ikuti kemana saja gadis ini pergi."
Yara yang sangat ingin tahu berniat akan mengintip tetapi lebih dulu Arka memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jasnya.
***
.
.
Satu minggu sudah berlalu semenjak kejadian menonton film kemaren, Icha tidak pernah lagi kemana-mana sendiri. Kemana saja selalu ingin ditemani oleh Megan, bahkan ke kamar mandi saja dirinya harus menggiring Megan untuk mengantarnya.
Bukan apa-apa, Icha hanya berjaga-jaga saja jika bertemu dengan Yara atau siapa pun yang berhubungan dengan Arka, dirinya takut lepas kendali.
"Nanti malam ada meeting bersama Ceo WG nich," Ujar Yuju yang datang dari kamarnya dan ikut bergabung bersama mereka. "Iya aku udah tahu." Icha.
"Kamu sensi amat non?" Hyun.
"Ehmm iya kabarnya nanti Ceo WG akan membawa ikut serta salah satu kolega bisnisnya dalam rapat kali ini, kan jadi lama nanti."Icha.
"Benarkah, siapa? Tampan tidak?" Hyun.
"Kau ini bisa tidak berbicara yang serius dulu." Hana mencibir.
"Iya aku juga serius nona, siapa tahu mimpi ini jadi kenyataan."
"Sudahlah kalian ini selalu saja, yang aku pikirkan jika rapatnya lama aku akan sangat bosan berada disana." Icha.
"Iya kau benar, apa lagi yang akan kita bahas nanti." Hana.
"Iya banyaklah, seperti jadwal touring diberbagai negara, dan lagu apa saja yang bakal kita nyanyikan." Yuju.
"Ehmm iya kalau begitu kita harus pergi ke salon dulu untuk perawatan." Hyun.
"Kalian ini kan artis, jika repot ya tinggal panggil saja lah pihak salon kecantikan kemari." Megan.
"Ehmm kau benar, kali ini kita menggunakan saran dari Megan." Yuju memberikan pendapatnya.
Setengah hari ini digunakan mereka untuk melakukan perawatan kecantikan dengan memanggil pihak salon ke rumah mereka. Malam harinya mereka telah bersiap untuk pergi meeting dengan Ceo WG.
Persiapan kali ini yamg paling heboh adalah Hyun dan Hana, mereka ini bagaikan Tom and Jarry, selalu saja berdebat soal hal-hal kecil. Seperti saat ini.
"Sudahlah poni anti badaimu sudah oke, ngapain bercermin terus menerus." Hyun.
__ADS_1
"Itu terserah padaku, aku ingin tampil sempurna makanya terus bercermin." Hana.
"Iya kau bawa saja cermin besar itu dan masukkan ke dalam tasmu."
"Ck... yang benar saja kau ini." Icha melirik mereka.
"Sudahlah ayo, jika kalian ini ribut terus kapan berangkatnya? yang ada nanti kita akan terlambat datang ke sana." Yuju.
"Iya itu karena temanmu yang satu itu." Hyun menunjuk ke arah Hana.
"Kenapa dengan diriku." Hana.
"Hyun Hana," Panggil Yuju halus tetapi penuh penekanan. Hingga membuat kedua perempuan manis itu terdiam seketika.
"Baiklah ayo, " Hyun.
Sudah ada mobil jemputan untuk mereka pergi ke gedung WG entertainmen. Megan dan juga pengawal mereka juga selalu mengikuti kemana pun mereka pergi. Bahkan saat jalan-jalan pun juga ikut serta.
Ini adalah bagian dari tugas pengawal, memastikan keamanan para member girl group band. Apa lagi mereka ini sudah memiliki nama besar, masing-masing member sudah menjadi brand ambasador produk kelas dunia yang berasal dari Paris.
Di dalam mobil Hana tak henti-hentinya membenahi poni anti badainya, Hyun sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Yuju bercerita dengan Icha dan Megan.
"Sungguh berkat dirimu aku jadi tahu dunia artis K-Pop." Megan.
"Menurutmu bagaimana?" Icha sambil memakan permen coklatnya.
"Sangat sibuk, banyak dipuja fans dan jalan-jalan ke berbagai negara, dikawal pengawal handal tentunya itu yang membuatku takjub." Megan.
"Kau juga bisa jika mau." Icha.
"Tidak, aku menjadi pengikut kamu saja sudah cukup,"
"Ehmm iya, tapi apa kau tak bosan." Yuju.
"Man bisa bosan, punya bos baik seperti dirinya, walaupun kadang menyebalkan." Megan tertawa renyah.
Hingga mobil mereka membawa ke sebuah gedung pencakar langit bertingkat,"Sudah sampai, ayo." Yuju.
Mereka turun dari sana banyak fans yang menunggu dan memberikan hadiah pada mereka, Jalan ke lima perempuan itu beriringan hingga memasuki sebuah ruangan meeting.
Pintu di buka oleh pengawal, Icha yang pertama kali masuk pandangannya menjadi tak biasa setelah melihat seseorang disana.
dan
__ADS_1
Bersambung
Like dan komennya dong biar aku semangat