Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Kabur


__ADS_3

Konser dengan konsep around the world sudah dimulai, pertama akan dimulai dari Osaka. Telah terjadi trobel pada pada tehnisi bagian panggung, seluruh artis sedang bersiap di ruang make up.


Mereka satu persatu sedang diriasi oleh ahli make up. "Ayo..." Icha begitu kaget ketika dirinya baru saja selesai dari kamar mandi dan ditarik oleh seseorang masuk kedalam sebuah ruangan khusus.


Oh ini mirip dengan hotel, atau sebuah tempat singgah untuk tamu tamu penting. "Kak Arka."


Dengan langkah tertatih, Icha mengikuti saja kemana suaminya itu akan membawanya. Dan disinilah mereka berada.


"Kakak mau apa?" belum sempat Icha bertanya lebih jauh, sudah mendapatkan serangan tiba tiba dari suaminya.


Ciuman ganas telah menyerangnya, bohong jika Icha tidak terkejut, tentu saja hal itu membuatnya terkejut, hingga terdiam beberapa saat.


Namun kepiawaian suaminya membuatnya begitu terhanyut, tangan Icha reflek ia kalungkan dileher suaminya.


Tangan Arka sebelah kiri menekan tengkuk leher Icha, dan yang kanan sudah meraba raba area favoritnya. Detik berikutnya seluruh pakaian keduanya sudah terlepas dari tubuh keduanya.


Icha melenguh, membuat Arka begitu semangat. Ini gila, bahkan Icha maunya disentuh lebih dari ini, kali ini ia mengaku kalah.


Belum juga pada kegiatan inti, hanya bermain main dengan jarinya saja sudah membuat nafas Icha tersengal, jari jari lincah Arka memang sangat piawai dalam hal ini, kadang berputar putar diarea inti, kadang pelang, bahkan kadang ia tus****.


Pelepasan telah terjadi untuk yang pertama, Arka menyeringai puas menatap wajah istrinya yang begitu menawan jika berada dibawah kendalinya.


"Kau membuatku gila Ar...Arkaaa." berteriak memanggil nama Arka saat pelepasan keduanya terjadi. Dibarengi Arka yang benihnya menyembur begitu banyak pada ladang yang siap ditanami.


Detik berikutnya Arka ambruk diatas tubuh semampai istrinya, lalu ia gulingkan disamping. "Aku sangat lelah sekali." Icha begitu kewalahan meladeni kegilaan suaminya.


Ahh kenapa juga Arka ada disana, bukankah ia sibuk dengan pekerjaannya, pekerjaan yang begitu menyita waktu, begitu pun sama dengan dirinya.


"Kakak kenapa ada disini, aku sedang akan konser, tapi kakak seperti penguntit tahu."


"Kau benar, aku memang menguntit istriku." tanpa dosa malah mengakui perbuatannya sendiri.


"Apaan," Icha memicingkan matanya menatap horor suaminya.


"Jadi kakak akan mengikutiku sampai aku keliling Dunia begitu?" tanya Icha begitu kesal.


"Tidak tahu,"


"Huuhhhh kakak tidak seharusnya mengikutiku terus menerus kemana pun aku pergi tahu."


"Aku tahu batasan, ada Megan dan ada Frans yang kakak kirim untukku."


"Aku rasa itu sudah cukup." Icha berbicara pada suaminya berapi api. Posisinya kini sudah berubah, dari tadi berbaring kini berubah menjadi duduk dan bersandar pada Dasboard tempat tidur.

__ADS_1


"Terserah padaku, lagian aku mengikuti istriku sendiri bukan mengikuti istri orang kan."


Arka memejamkan matanya, melirik istrinya sekilas, namun melihat tingkah istrinya itu membuatnya ingin melahapnya kembali.


Bagaimana tidak, air muka wajah Icha memang cemberut, tetapi melihat selimut yang dililitkan sebatas dada itu melorot membuat gejolak dalam diri Arka bangkit kembali. Senjata pamungkasnya itu sulit dikendalikan jika sedang bersama Icha.


Seolah tahu kapan waktunya bereaksi. "Jika kamu seperti itu terus, jangan salahkan aku jika aku melahapmu." Ancam Arka pada istrinya.


Awalnya Icha belum ngeh dengan apa yang dibicarakan oleh suaminya, Icha melihat dirinya sendiri, ternyata selimutnya melorot.


"Apaan sih kakak ini, ihhh mesum sekali." memegang selimutnya erat dan menaikkan sebatas dada lagi, lalu menatap wajah suaminya horor.


"Tak perlu juga kamu tutup tutupi seperti itu, aku bahkan baru selesai merasakannya."


"Kamu juga kan." bisiknya ditelinga Icha, reflek Icha menonjok perut suaminya.


"Ahhhh sayang, ini namanya Kdrt tahu, kau bisa dilaporkan atas penganiayaan terhadap suami."


"Biarkan aku tak peduli." Bergegas turun dari tempat tidur dengan selimut melilit diseluruh tubuhnya.


"Kenapa kamu mengikutiku?" tanya Icha kesal.


"Siapa? aku kan juga mau membersihkan diri juga." jawab Arka tak mau kalah, padahal dalam otaknya ada rencana terselubung.


"Tidak, nanti aku juga akan ada rapat, aku tak mau terlambat."


"Iya sudah, bagaimana kalau kita mandi bareng."


"Kan menghemat waktu." Arka mengerling menatap wajah istrinya.


"Apaan, janji tak macam macam kan."


"Janji, tapi hanya satu macam saja." gumamnya pelan, Icha tidak jadi mandi bersamanya ketika mendengar gumaman Arka yang terakhir, namun terlambat tubuhnya sudah dibopong suaminya masuk ke dalam kamar mandi.


Dimasukkan kedalam Bathup dan mengisinya dengan air hangat, lalu memberikan aroma terapi, untuk merelaksasi pikiran, dan fisik agar tidak tegang.


Arka ikut masuk dan memposisikan dirinya dibelakang Icha, mulanya Icha akan menjauhkan tubuhnya, namun terlambat, Icha sudah lebih dulu ditangkap oleh suaminya.


Tangannya bermain main pada gunung kembar dan me***** dengan gemas, hingga libido keduanya bangkit lagi.


Terjadilah suara percikan air yang sangat ramai, untung saja ruangan kamar mandi ini kedap suara. Akibat pertempuran keduanya dengan posisi duduk. Icha berada diatas Arka membuat Icha limbung lebih dulu, mencapai pada puncaknya.


Arka akan membalas istrinya kali ini, yaitu memposisikan dirinya berdiri dan seluruh kekuatannya ia keluarkan. Percikan air yang saling bersahut sahutan itu mengiringi suara ******* mereka berdua. Teriakan mereka secara bersamaan begitu berisik jika ada yang mendengarnya.

__ADS_1


Icha benar benar habis tenaganya kali ini, padahal sore nanti dirinya harus konser. Dance membutuhkan tenaga ekstra. Tidak bisa instan. Karena jika tenaganya kurang akan mempengaruhi performnya nanti.


"Kak aku kesal kesal kesal." Icha menghentakkan kakinya, ketika keluar dari kamar mandi.


"Katakan, istriku kesal karena apa?"


"Aku capek aku tak punya tenaga lagi." rajuknya.


"Iya istirahatlah sayang."


"Kakak lupa iya jika nanti sore aku harus gladi bersih mengenai tempat, lalu malamnya aku perform."


"Lalu..."


"Lalu bagaimana bisa penampilanku nanti akan bagus seperti teman temanku."


"Fans akan kecewa padaku nanti."


Arka mendengarkan omelan istrinya, bahkan sedikit saja ia menjawab, makan akan dibalas tujuh puluh balasan dari mulut istrinya.


Tetapi jika dirinya diam saja, istrinya akan merasa kesal. "Aku akan meminta Fans untuk mengirimkan Vitamin kemari."


"Sini?" menarik kaki Icha dan menaruhnya diatas pangkuannya, lalu memijatnya dengan penuh perasaan.


"Ahhh begini kek dari tadi, aku kan sangat capek."


Saking enaknya hingga membuat sang empunya memejamkan matanya. "Sayang bangunlah ini Vitaminnya."


Mengguncang tubuh semampai istrinya, jika tidak istrinya akan terlambat dan mengomeli dirinya untuk kesalahan yang kedua kalinya.


"Apa lagi sih,"


"Sayang kamu nanti malam akan konser kan, ini minum Vitaminnya dulu,"


Mendengar kata konser membuat Icha gelagapan, bangun dari mata terpejamnya, lalu berlari akan keluar.


"Tunggu dulu ?"


"Apa lagi sih." saat tangan Icha sudah memegang handle pintu.


"Minum ini dulu, aku tidak mau penampilan istriku kurang sempurna nanti saat diatas panggung."


Oh so sweet sekali mereka berdua Tuhan, bolehkah aku iri pada Icha dan Arka.

__ADS_1


Bagaimana readernya pasangan kopel ini hihi


__ADS_2