Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Perayaan Diterima Magang


__ADS_3

Arka tersenyum simpul mengerjai gadis ini. Sangat menyenangkan batinnya. Selama ini hidupnya Arka bisa dibilang flat tetapi dengan semenjak kehadiran Icha yang jadi tetangganya itu jadi berwarna hidupnya. Sehari-hari yang mereka lakukan hanya berantem, berdebat habis itu baikan lagi berantem lagi dan suka lempar candaan.


Hingga ia bisa tersenyum seperti saat ini juga berkat kehadiran Icha di sisinya.


Detik berikutnya Icha membuka matanya terkejut melihat Arka yang berdiam diri di depannya masih dengan melilitkan handuk di pinggangnya itu. Deg...degg...detak jantung Icha bekerja semakin cepat kali ini. "Kenapa " tanya Arka yang mehanan senyumnya itu. Walaupun kau berdiri di depanku juga sepertinya aku tak berselera menyentuhmu lho" canda Arka


"Sana pergi jika tidak tepung ini akan melayang ke Arka lho" Ancam Icha lagi sambil memegangi tepung di depannya itu seolah siap ia lempar pada manusia paling jahil menurut Icha.


"Heh baiklah" Berlalu pergi ke kamar dan berganti pakaian. Tak berapa lama keluar lagi dengan menggunakan celana pendek dan kaos putih dan rambut yang sudah di sisir rapi menambah kesan macho sebagai cowok.


"Kau datang kemari mau memasak apa" Tanya Arka lagi yang masih tak mengerti apa yang ingin di lakukan oleh Icha di dapurnya itu


"Hehh tidak ada, aku hanya ingin berbagi kebahagiaan untuk hari ini bersama kak Arka kalau aku diterima magang di perusahaan impianku itu" Jelasnya pada Arka sambil memotong-motong sayuran ditangannya


Hari ini Icha akan memasak malatang yaitu makanan khas korea selatan yang ia sukai selama ia tinggal di sana. Adapun bahan-bahannya yang ia gunakan saat ini seperti jamur kancing, jamur enoki, sosis, daging kalengan, dan berbagai bumbu lainnya yang rasanya pedas. Tetapi berbeda kali ini karena Arka tak suka pedas makan ia membuat tanpa cabe dan hanya menggunakan saus tomat dan di campur bahan lainnya.


Selain itu ia juga memasak daging panggang yang dablur dengan bawang bombay, daun seledri, oregano, tomarry fres yang dimasukkan ke dalam oven dengan suhu rendah agar matang merata. Serta menyajikan minuman dua gelas jus buah segar.


"Ternyata ia memimpikan magang di perusahaan ku" Batin Arka


"Apa yang kau masak" tanya Arka yang sedang membuka ponselnya mengecek email masuk sambil berdiri di dekat Icha itu. "Kakak jangan banyak tanya, duduk saja sana" Perintah Icha


"Jika aku tidak mau" Tanya Arka itu


"Terserah kakak saja"


Arka akhirnya menunggu sambil menonton tv karena ia tadi di usir oleh Icha karena acara masaknya tak ingin di ganggu. Beberapa menit kemudian masakan sudah matang semua dan siap di sajikan dimeja. Icha menata dan menghias sebagus mungkin. Kemudian menyalakan lilin di meja makam itu menambah kesan romantis seperti acara makan malam sepasang kekasih saja.


"Kakak ayo sini, ini makanan sudah ready" Teriaknya dari arah meja makan sambil menata hidangannya itu


Arka tanpa menjawab langsung berjalan ke arah Icha, karena ia ingin tahu masakannya itu seperti apa. "Kenapa menyalakan lilin segala" Tanya Arka heran


"Tak ada hanya ingin saja" Jajawabnya asal

__ADS_1


"Hemm seperti makan malam romantis" Celetuk Arka


"Terserah kata kakak saja lah"


Icha mengambilkan makanan di piringnya dan juga piring Arka kemudian mempersilahkan Arka mencicipi masakannya.


"Ini kak ayo silahkan dicoba masakan ala chef Icha"


Kemudian Arka mengambil sesuap memasukan ke dalam mulutnya dan mengunyah pelan. Ia rasakan sejenak"Ehmm belajar dari mana kau memasak seperti ini" Arka bukannya memberikan penilaian tetapi malah bertanya


"Kasih nilai dulu kenapa" Ketus Icha. Padahal tadi ia sudah berharap kalau masakannya akan di puji oleh Arka. Tapi harapan tak sesuai kenyataan. Icha jadi cemberut karena mengharap pujian itu.


"Kau tak usah cemberut seperti itu, bisa ku cium itu nanti jika kau tunjukan muka jelek mu itu" Arka dengan sengaja menggoda Icha


"Bukan apa-apa aku sedang kesal saja" Icha sambil memakan makanannya itu mengambil sesuap dan memasukkan ke dalam mulutnya


"Ini masakan terenak yang pernah ku makan" Sahut Arka lagi


Seketika Icha langsung mendongak dan menoleh ke arah Arka. "Kakak tak usah berlebihan jika ingin membuatku senang"


"Aku serius, kamu tahu tidak selama ini aku tak pernah makam masakan dari siapapun selain masakan bibi"


"Lha memangnya ibunya kak Arka kemana" Tanya Icha spontan


"Aku sudah tak punya ibu sejak lahir" Jawab Arka singkat


Icha jadi tak enak hati mengetahui hal mengejutkan itu. "Maafkan aku kak aku tidak tahu soal itu" Akhirnya Icha langsung melupakan soal pujian tadi.


"Hemm tak apa kau tak usah meminta maaf, wajar saja jika kamu bertanya, karena kamu juga perlu tahu tentangku" Jawab Arka penuh teka teki


"Maksud kaka" Tanya Icha


"Apa" Tanya Arka balik setelah ia tahu dengan ucapannya ketika ada yang salah langsung pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Kapan kau mulai masuk magang ke perusahaan itu" Tanya Arka mengalihkan pembicaraan dan pura-pura tak mengetahui apapun soal magangnya Icha. Padahal tadi siang dirinyalah yang membagi penempatan mahasiswa magang itu di bagian divisi apa saja.


"Besuk aku sudah mulai masuk magang, sepertinya kali ini akan menjadi sejarah dalam hidupku magang di perusahaan besar impianku selama ini"


"Aku jadi penasaran sama pemiliknya, apakah dia sangat tampan dengan tubuh yang gagah dan berwibawa, atau dia sudah kakek-kakek dengan perut buncit" Sambil menghayal


Seketika itu Arka yang sedang minum langsung menyemburkan minumannya didepan Icha dan Icha buru-buru mengambilkan tisu. "Kakak ini kenapa minum saja tidak hati-hati"


Saking terkejutnya Arka dengan khayalan Icha tadi bahwa dirinya dibilang aki-aki tua berperut buncit sampai menyemburkan minumannya. "Kenapa memangnya" Tanya Arka


"Jika dia masih muda dan sangat tampan, maka aku berharap bisa jadi pacarnya"


"Ahhhhh kak Akra aku pasti sudah gila" teriak Icha tiba-tiba


Arka diam saja mendengar celotehan Icha malam ini dam sesekali menimpali" Bagaiman jika sudah tua dan berperut buncit" Goda Arka dengan seringai di wajahnya


"Ya dihormati saja lah" Orang tua sudah tidak masuk daftar


" Kenapa begitu"


"Biasanya kaum perempuan itu yang di lihat kekayaan laki-laki bukan fisiknya" Tanya Arka lagi iseng


"Iya juga sih walaupun tak semua perempuan seperti itu, tetapi pengecualian untuk diriku, kalau aku ingin suami yang tampan, berwibawa, dingin diluar dan hangat di dalam, dan kaya raya" Jawab Icha jujur


"Maksud kamu apa dengan dingin diluar dan hangat di dalam" Tanya Arka tak mengerti


"Ihh kakak masak begitu saja tidak tahu sih, itu lho kalau sama istrinya itu sayang, perhatian tapi kalau diluar ketemu orang siapa saja itu tak banyak bicara, cuek dan terkesan dingin tak peduli dengan lingkungan sekitarnya, padahal aslinya hangat jika bersama istrinya saja" celoteh Icha lagi


Arka jadi berfikir kenapa yang disebutkan Icha tadi semua ada pada dirinya batinnya . Ah Arka jadi berbunga-bunga mendengar pujian dari Icha tadi. Rupanya Icha belum tahu siapa bos tempatnya ia magang nanti.


"Teruskan makanmu jangan kebanyakan berkhayal kalau tak ingin jatuh" Sahut Arka


"Ihh kak selalu begitu, mematahkan semangatku saja" Sambil meneruskan makannya yang tinggal sedikit lagi itu

__ADS_1


"Sepertinya ad harapan" batinnya


Bersambung


__ADS_2