Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Pergi Lagi


__ADS_3

Lalu terdengar seseorang membuka pintu sebelah, dan ternyata Yuju dan juga Hana.


"Hei kalian membicarakan apa?"


Seketika dua orang itu terdiam. Mereka menoleh satu sama lain.


"Tak ada, hanya obrolan biasa." Hyun.


"Icha sudah tertidur, kenapa kalian belum tidur?"Hana.


"Lha kalian ini juga kenapa malah menganggu kami," Hyun mencebik dan melirik Hana sekilas.


"Hahhh ingin rasanya jalan-jalan." Kata Hana.


"Ini malam hari, apa kamu tak tahu waktu, besuk saja kenapa, sudah sana sekarang kembalilah ke tempat kalian." Hyun mendorong Hana dan Yuju, akhirnya mereka kembali lagi ke kamarnya masing-masing.


Besuk adalah hari terakhir pengambilan gambar, setelah itu mereka boleh pulang untuk menghabiskan hari liburnya bersama keluarganya masing-masing.


Hyun dan Megan membersihkan diri, menyikat gigi dan juga mencuci muka untuk memakai make up malam sebelum tidur.


Pagi hari menyambut, hari ini Arka tak bisa menghadiri acara pemotretan terakhir Icha dan kawan-kawannya.


Dirinya harus pergi ke suatu tempat untuk acara meeting lanjutan dengan pemilik kebun teh yang menjadi spot pengambilan gambar untuk modelnya.


Selain itu juga dirinya harus menghadiri meeting penting dengan jajaran komisaris perusahaanya.


Tentu saja itu membuat Icha merasa bebas harinya, dirinya berencana akan bermain motor setelah pemotretan selesai dan di perbolehkan pulang. Megan dan juga yang lainnya juga akan pulang kampung.


Icha sudah menghubungi kakaknya mintak di jemput di bandara Hanedakuko Tokyo, disana sudah ada pesawat jemputan milik kakaknya.


Rencana sore hari setelah selesai semua pengambilan gambar terakhirnya. Dirinya akan langsung berpisah dengan ke empat teman-temannya.


"Aku akan bersiap pergi lebih dulu iya." Pamit Icha setelah selesai pemotretan itu.


"Ehmm iya, mari kita berpisah dan jangan ada air mata." Hana mulai dramanya.


"Sudahlah jangan berbicara seperti itu, nanti malah kamu sendiri yang ujung-ujungnya mewek kan." Yuju.


Mereka saling berpelukan satu sama lain, lalu menyeret kopernya masing-masing keluar dari penginapan. Icha sudah memesankan taksi untuk Megan. Berbeda dengan Yuju, Hyun dan juga Hana, mereka akan di jemput oleh keluarganya masing-masing.


"Kamu hati-hatilah, jika sudah sampai jangan lupa memberi kabar." Icha dan Megan cipika cipiki.


Lalu Megan memasuki mobil taksi yang sudah di pesankan Icha. Tak lama kemudian mobil jemputan Icha datang juga. Namun ternyata di dalam sana yang duduk di kursi sebelah pengemudi adalah asisten kakaknya. Sungguh sangat menyebalkan batin Icha tak sudi melihat wajahnya.


"Apa sudah tidak ada yang ketinggalan nona dengan barang anda."

__ADS_1


"Ada,"


"Anda bisa mengambilnya supaya taksinya putar balik."


"Tidak perlu, kamu tahu tidak, yang ketinggalan itu bekas tubuhku." Jawab Icha ketus.


Asisten kakaknya itu hanya menggeleng pelan, namun wajahnya datar tanpa ekspresi. Tidak ada raut ramah dan juga senyum di sana.


"Kamu tahu tidak asisten Ronald."


"Wajah sepertimu ini pantasnya ikut kontes tahan tawa,"


"Aku pastikan dirimu akan jadi pemenangnya."


Ucap Icha memberikan pendapatnya pada asisten Ronald, sedangkan sopir di sebelahnya itu hanya diam saja menyimak pembicaraan dua orang itu, sudah di pastikan jika sopir itu juga menahan tawanya.


"Kamu menertawai aku." Asisten Ronald melihat ke samping dengan tatapan tajamnya, siap menerkam seseorang.


"Maaf tuan." Jawabnya merasa tak enak.


"Cieh sok tahu sekali kamu ini." Icha


Jika adik bosnya yang berbicara dirinya seketika akan diam, tak menyahut dan tak meladeni, karena dirinya sudah biasa menghadapi adik bosnya yang sangat nakal ini.


"Sebaiknya anda tidur saja nona, takutnya nanti anda capek."


Ronald tak berniat menimpali dan tak juga menjawab, lebih baik dirinya memasang headset di kedua telinganya dari pada mendengarkan ocehan nona muda di belakangnya ini pikirnya.


"Benar-benar membuatku kesal saja." Gumam Icha pelan. Namun masih bisa di dengar dua orang yang duduk di depan ini.


Dalam perjalanan pulang kali ini Icha lupa tak mengabari Arka, hingga Arka setelah menyelesaikan meetingnya pergi ke tempat penginapan Icha dan teman-temannya, tetapi dirinya mendapatkan kabar dari pegawai hotel itu jika mereka telah check out beberapa jam yang lalu.


Arka menelpon pihak agensi Icha, menanyakan apakah mereka langsung balik ke asrama mereka atau pergi jalan-jalan.


Namun pihak Agensi juga memberitahukan jika mereka mendapatkan cuti satu bulan. Sehingga mereka pergi pulang kampung.


Oh Tuhan betapa bodohnya dirinya tak menanyakan alamat rumah Icha, hanya tahu tempat Agensinya saja.


Berulang kali Arka mengirim pesan dan juga panggilan kepada Icha, tetapi masih belum terhubung juga.


"Ya ada apa lagi."


"Sadap nomot ponsel yang telah ku kirimkan padamu." Perintah Arka pada Alex di dalam panggilan itu. Padahal Alex juga baru saja akan berendam sudah di direpotkan lagi oleh bosnya sekaligus sahabatnya itu.


"Baiklah tunggu aku selesai berendam dulu." Alex.

__ADS_1


Ini yang ke dua kalinya dirinya kehilangan jejak bocah nakal itu, awas saja nanti kalau ketemu tempatnya. Dirinya akan mengirimkan orangnya untuk mengikuti kemana pun ia pergi.


"Baru saja tak ketemu sehari, kamu sudah menghilang lagi." Gumam Arka mengamati foto dirinya dan juga Icha yang dijadikan wallpaper layar ponselnya.


Malam ini Arka akan bersiap-siap, karena diminta oleh orang tuanya pulang ke rumah utama.


Dalam perjalan tak henti-hentinya pikirannya di penuhi oleh Icha, jika tahu begini dirinya akan menyuruh seseorang mengikuti Icha lebih awal.


"Iya mom, aku sudah dalam perjalanan."


Sungguh tak sabaran sekali mamanya ini, meminta putra semata wayangnya pulang lebih cepat, ada kejutan apakah, pikir Arka.


Tint...tint....


Suara klakson mobil, penjaga pintu rumahnya telah memencet tombol otomatis pintu gerbang rumahnya.


"Selamat malam tuan muda, anda sudah ditunggu." Sapa penjaga pintu itu dengan ramah. Dirinya hanya mengangguk saja sebagai jawabannya.


Arka memarkirkan mobilnya terlebih dulu, dan berjalan masuk kerumah besarnya.


"Selama malam mom."


"Hei Son kamu sudah pulang."


Sapa mamanya, lalu memeluk anaknya dengan erat. "Mom jangan begini, aku tak bisa nafas."


"Baiklah-baiklah, bersihkan dulu dirimu, lalu kita makan malam bersama."


"Mommy ingin berbicara penting padamu."


Seketika itu Arka menjadi curiga dengan maksud mommynya mengenai pembicaraan penting.


Arka hanya mengangguk dan berlalu dari sana, hidangan makanan kesukaan Arka sudah tersaji di atas meja.


Tinggal menunggu Arka turun saja, "Mommy ini tak henti-henti menjodoh-jodohkan anaknya." Ujar Daddy nya.


"Sudahlah Dad, jangan ikut campur, nurut saja kenapa." Ketus nyonya Felix.


"Baiklah terserah mommy saja, jika ada apa-apa jangan libatkan daddy."


"Tak akan."


"Siapa yang mau kalian jodohkan." Tiba-tiba saja Arka mendengarkan sepotong pembicaraan mereka berdua.


dan

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2