Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Kedatangan Megan


__ADS_3

Malam hari sesuai janji Megan jika malam ini dirinya akan mengunjungi Icha di unit Apartemennya itu.


"Apa kamu langsung kemari sepulang kantor" tanya Icha pada Megan.


"Hemm iya, aku kan sudah janji" Megan


"Sana bersihkan dulu dirimu, kau bisa ganti baju yang ada di lemari itu" ucap Icha sambil menunjukkan dimana letak bajunya.


"Baiklah" Megan menjawab sambil memasuki kamar mandi yang berada di ruangan kamar Icha.


Sedangkan Icha dirinya menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Tak banyak yang ia masak untuk makan malam ini hanya omelette sayur dan dua gelas jus lemon Thea.


"Selesai" Icha sambil mengibaskan kedua tangannya. Karena menunggu Megan yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya, dirinya menelpon seseorang disana, yang lain adalah papanya, terlihat dalam vidio call itu papanya sedang berada di sebuah restauran, ketika kamera di arahkan pada dua orang didepannya, Icha agak sedikit terkejut.


Bukankah itu kak Arka. Begitulah batin Icha. Dirinya bercerita panjang lebar pada ayahnya malam itu, dan ketika Megan sudah menampakkan batang hidungnya langsung berpamitan pada ayahnya.


"Sudah selesai nyonya ratu mandinya" gurau Icha, sepertinya dirinya sudah terlalu capek menunggu Megan mandi yang tak kunjung keluar.


"Sudaaaah" Megan malah mengikuti omongan gilanya Icha itu sambil berlari ke arah meja makan, tetapi lucunya Icha masih menggunakan appron ditubuhnya.


"Tetapi lepas dulu appron di tubuhmu itu" Megan berkata sambil mencomot masakan buatan Icha.


"Ehhh enak saja, sana sana dulu cuci tanganmu" Icha reflek mendorong tubuh Megan ke arah wastafel.


"Cek kau ini sungguh terlalu, padahal aku baru saja mandi" kesal Megan, tetapi dirinya tetap mencuci tangannya walaupun diselingi omelan.


"Tetap saja aturannya cuci tangan dulu sebelum makan nyonya"


"Baiklah bibi"Megan


"Hei aku bukan bibimu" Icha melototkan matanya pada Megan.


Tetapi Megan hanya cuek saja berjalan menarik kursi memposisikan dirinya, dan siap menyantap hidangan buatan Icha itu.


Satu suap masuk ke mulutnya, "Masakanmu lumayan juga, belajar dari mana kamu" Megan


"Buat beginian aja semua orang juga bisalah, tak usah belajar dengan sungguh-sungguh" Icha


Megan menganggukkan kepalanya tanda setuju, "Benar juga iya" Megan

__ADS_1


"Aku ingin mendengar ceritamu, bagaimana bisa kau putus dengan pacarmu yang kau agung-agunkan itu" Icha


"Cek....tak ada yang istimewa membicarakan dirinya sekarang, sudahlah tak usah membahas dirinya, malas aku, lebih baik ceritakan saja bagaimana magangmu di perusahaan impianmu itu" Megan sambil mengunyah makanannya.


Megan niatnya datang ke tempat Icha ingin memulihkan rasa sakit hatinya dari penghianatan kekasihnya itu, sedangkan Icha butuh teman ngobrol, sejak Arka sibuk diluar dirinya jadi kesepian sehingga tak ada yang diajak berbicara lagi saat di apartemen.


"Baiklah aku akan bercerita, tapi aku mulai dari mana dulu iya, aku jadi bingung"


"Kau bisa memulainya saat menjabat sebagai sekretaris kemudian bertemu bos tampan dan langsung jatuh cinta seperti yang ada di drama-drama seperti itu" ucap Megan random.


"Itu mah khayalan kamu neng" Icha


"Lalu bagaimana cerita yang sebenarnya terjadi saat dirimu pertaman kali bekerja di sana"


"Apakah di sana banyak lelaki tampan, apakah bosnya sangat tampan dan penuh wibawa" Megan berbicara banyak pertanyaan yang bertubi-tubi yang dilontarkan pada Icha dengan sangat menggebu-gebu.


"Bukan, bahkan sampai sekarang pun aku masih berfikir jika bosnya itu sudah tua, berperut buncit dan sangat kaya" Icha mengkhayal yang tidak-tidak.


"Lha apa kamu belum pernah bertemu dengan bosnya" tanya Megan penasaran.


Icha menggeleng tanda dirinya belum pernah sekalipun melihat bosnya itu, sehingga muncul angan-angan yang buruk dalam pikirannya selama ini.


Sedangkan Icha hanya menggedikkan bahunya tak tahu kemana bosnya berada. "Sepertinya impianmu menjadi pacarnya bos tak akan terwujud" ledek Megan.


"Kau menyumpahiku" Icha


"Bu....bukan, kau jangan salah paham nona, maksud aku jika bosmi itu sudah sangat tua seperti yang kau sebutkan tadi apa langkah kamu selanjutnya" Megan berbicara tergagap karena tadi Icha telah memelototinya.


"Emang aku pikirin" Icha hanya cuek saja tak mau pusing memikirkan masalah ini, dirinya hanya ingin mencoba menggoda bosnya saja rencananya, tetapi tak sesuai yang ada di ekspektasinya, karena pada kenyataanya belum pernah bertemu bosnya.


****


Sedangkan Arka malam ini perjalanan pulang di antar oleh Alex, dirinya bersin-bersin di dalam mobil tak henti-hentinya.


"Sepertinya ada yang membicarakanmu" Alex


"Mana ada seperti itu" Arka


"Buktinya kau bersin-bersin terus"Alex

__ADS_1


"Aku tak tahu, mungkin hanya karena udara malam yang dingin saja" jelas Arka malam itu.


"Berapa hari lagi berada disini?" tanya Alex sambil fokus melihat depan dengan mengendalikan stir kemudi.


"Secepatnya akan aku selesaikan, paling cepat dua hari paling lama tiga hari mungkin" Arka


Sedangkan Alex menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Lalu apa langkah kamu selanjutnya" Alex


"Aku akan kembali ke kampus dulu, setelah itu baru melanjutkan menangani kasus itu" terangnya


"Hemm kalau saranku kau tak usah dulu datang ke perusahaan untuk saat ini, biarkan dulu musuh melakukan sesuai apa yang dia inginkan"


"Mungkin mereka akan mengira jika dirimu itu sedang lengah, padahal kau sedang memantau mereka dari jarak jauh, jika mereka mulai beraksi lagi dan terkumpul bukti, kau bisa menangkap mereka" Alex


"Hemmm iya sepertinya idemu masuk" apa perlu aku melakukan pengawasan tambahan, tanya Arka pada Alex dengan muka serius.


"Tidak, itu menurutku akan menambah kecurigaan mereka saja, biarkan begini dulu" Alex


"Hemm baiklah, biarkan saja mereka saat ini menikmati kemenangannya dulu, nanti jika waktunya tiba tak segan-segan aku menendangnya dari perusahaanku, kali ini aku tak akan bersikap baik hati lagi"


Alex terdiam mendengarkan Arka. Hingga tak terasa sudah sampai pada lobby apartemen, Arka turun dari mobil dan memasuki unit apartemennya.


Hari ini dirinya istirahat dengan tenang, membersihkan diri, berendam air hangat dengan ditetesi aromaterapi dan minum madu hangat untuk mengembalikan moodnya yang tegang karena banyaknya pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Selesai mandi dirinya membuka-buka laci di dalam ruangan walk in closet itudan menemukan selembar foto perempuan masa lalunya.


Arka mengambilnya dan berbicara sendiri dalam hatinya. Jiak dulu dirinya ditinggalkan karena tak sekaya pacarnya yang sekarang, sehingga ia begitu saja di campakkan ketika lagi sayang-sayangnya.


Karena rasa sakit hati itulah dirinya bertekad dengan sekuat tenanga membangun dan memperbesar perusahaan orang tuannya, ditangannya perusahaan itu berkembang pesat dan membuka cabang di berbagai negara.


"Sekarang menyimpan fotomu tak ada artinya lagi" kemudian Arka mengambil korek api dan membakarnya. Tak ada yang tersisa di hatinya selain rasa sakit hati yang mendarah daging.


Selesai berganti pakaian, Arka merebahkan tubuhnya di ranjang king size nya dan membuka kembali ponselnya. Tak sengaja jika dirinya melihat gambar Icha di sosial medianya, sepertinya Icha kedatangan teman baru dan menonton bersama. Batin Arka


Bibirnya tersenyum tipis dan terasa menghangat hanya melihat gambarnya saja. Ingin rasanya pekerjaannya ini cepat selesai dan kembali ke unit apartemennya di Oxford.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2