Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Sahabat bukan Asisten


__ADS_3

Sejak pengambilan gambar untuk majalah terbaru Icha nanti yang mempromosikan perhiasan-perhiasan karya seniman terkenal Megan sama sekali tidak melihat senyum yang terbit dari bibir mungil Icha.


Megan sengaja memberi ruang untuk Icha, agar sahabatnya sekaligus bosnya itu bisa berfikir dan mendinginkan pikirannya sejenak. Walaupun diam diam Megan telah mencari tahu informasi penting mengenai hubungan mereka.


"Informasi apa yang kau dapatkan kali ini?" tanya Megan pada Frans, tangannya sigap mengambil camera yang Frans bawa.


Ya kali ini mereka sedang memiliki temu janji untuk membicarakan masalah ini. "Cihhh kau sangat tidak sabaran sekali nona." ejek Frans berdecih.


"Karena harus ada yang aku selamatkan." jawab Megan terlihat sangat ketus.


"Bosmu itu?" jawab Frans mengangkat sebelah alisnya.


"Hei dia itu istri majikanmu juga kalau kau lupa."


Frans menganggukkan kepalanya, terserahlah batinnya, walaupun Frans melayangkan banyak protes pun akan kalah jika berdebat dengan Megan.


"Jangan bilang kalau kau berada di pihak bosmu itu." kata Megan, salah satu jari telnjuknya menunjuk ke muka Frans. Membuat Frans mundur kebelakang.


Reaksi tak terduga dari Frans, bukannya menjawab malah mengangkat bahunya tak tahu.


"Oh aku tahu, sepertinya lelaki sepertimu tak bisa ku andalkan saat ini." ketus Megan. Melipat kedua tangannya dengan muka terlihat kesal.


"Lalu apa maumu nona?"


"Bahkan semua perintahmu sudah ku lakukan, padahal..." kata Frans menjeda ucapannya, membuat Megan menatap tajam lawannya. Seperti burung merpati yang siap memakan mangsannya.


"Padahal apa?"


"Jangan bilang, karena aku bukan bosmu."


"Yahhh tepat sekali nona yang anda ucapkan."


"Dasar pria ba****n, baiklah aku akan bertindak dengan tanganku sendiri kali ini."


"Hah jaga mulut anda nona, kau berbicara sangat pedas padaku seperti boncabe lever mematikan." jawab Frans dengan tatapan mengintimidasi.


Padahal dalam hati Megan sudah menduganya jika reaksi Frans akan demikian. Begitu Megan mengabaikan ucapan Frans baru saja dan membuka Camera yang berada di tangannya.


***


.


.

__ADS_1


"Apa jadwalku selanjutnya?" tanya Icha masih dengan mode santai, rebahan di sofa.


"Nanti malam akan ada pertemuan undangan dengan orang ternama di kota ini." jawab Megan.


"Ehmmm baiklah."


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Megan hati-hati.


Karena sejak tadi Megan masuk ke dalam kamar terlihat Icha seperti sedang melamun kan sesuatu. Terlihat Icha tidak menjawab pertanyaan Megan, tapi malah menutup pinselnya dan bangun dari rebahan santainya.


Lalu berjalan menuju balkon hotel bintang lima, melihat keindahan kota New York di sore hari, pandangannya terlihat kosong.


"Jika kau tak ingin menjawabnya, tak usah kau jawab,"


"Aku akan menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan mu nanti malam." jawab Megan, yang mengikuti langkah Icha menuju balkon.


Icha masih tak menjawab, dirinya berbalik arah, pandangan mantanya menatap Megan lekat. "Menurut mu aku berbuat apa?" tanya Icha pada Megan.


Sebenarnya Megan tahu apa arti dari pembicaraan ini, namun ia bersikap seperti orang yang tidak tahu apa-apa.


"Berbuat apa bagaimana yang kau maksud? aku sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan kamu ini kemana?"


Icha menarik nafas dalam, lalu mengeluarkan nya perlahan, sorot matanya mengisyaratkan akan penderitaan batinnya yang saat ini ia alami.


"Aku tahu kau marah, tapi tak seharusnya kau mengambil kebijakan yang yang nantinya akan membuatmu menyesal dikemudian hari."


Icha kembali terdiam, memikirkan masalahnya saat ini, dalam hati ia masih belum siap jika dirinya harus menyandang status jand* di usia muda.


Apa kata orang nanti, walaupun hanya segelintir orang yang tahu tentang pernikahan nya, tapi sepertinya ia akan menyalahkan dirinya sendiri.


"Aku akan mendukung apa pun yang menjadi keputusan mu nanti, tapi tolong cari tahu dulu duduk permasalahannya dari semua ini apa?" kata Megan.


"Perceraian tidak di benarkan, tapi jika itu menjadi jalan satu-satunya jika suatu hubungan sudah tidak bisa lagi dipertahankan, maka aku akan memihak padamu."


"Lagi pula kamu cantik, sempurna dari segi apa pun, banyak wanita-wanita diluar sana yang menginginkan posisimu saat ini, banyak funboy mu dalam dunia maya maupun nyata." kata Megan.


"Baiklah, sepertinya kau sudah harus bersiap, citra baikmu akan tercoreng jika kau datang terlambat di acara nyonya Shulwhasoo nanti."


Malam hari, acara pertemuan makan malam yang diadakan nyonya Shulwhasoo dan suaminya di adakan di gedung mewah khusus pertemuan, malam ini Icha begitu cantik nan anggun bak putri kerajaan, menggunakan gaun panjang berwarna hitam, dengan riasan flawles, rambut yang di ikat separuh di hias pita khas korea selatan.


Begitu turun dari mobil mewah, aura bintangnya begitu terpancar, Icha di gandeng oleh seseorang lelaki khusus utusan dari nyonya Shulwhasoo. Gaun panjang menjuntai yang ia angkat menambah kesan aura kerajaan terpancar.


Lampu blitz kanan kiri membuatnya silau, para pencari berita memenuhui jalannya hingga para pengawal harus mencari jalan untuknya.

__ADS_1


Di ikuti Megan yang membawakan barang-barang yang ia butuhkan nanti. Senyum menawan dari sudut bibirnya membuat para Fandom begitu begitu mengagumi dirinya.


"Dia Icahhku, bagaikan putri kerajaan."


"Jelas, siapa dulu, aku tidak salah memilih bias selama ini."


"Biasku yang satu ini memang selalu cantik bagaikan Dewi angin."


"Ahhhh aku ingin menangis melihat kecantikan biasku kali ini,"


"Yah dia bagaikan putri kerjaaan."


Begitulah komentar-komentar positif para fandom yang mengaku biasnya sejak PinkV debut, Fandom yang dimiliki Icha tidak hanya dari Korsel saja, tetapi dari seluruh Dunia.


Dalam hitungan detik saja banyak notifikasi tentang berita Icha makan malam bareng nyonya Shulwhasoo. Berita menjadi trending nomor satu di berbagai sosial media.


***


.


.


"Dia ada makan malam." lirih Arka begitu dirinya melihat notifikasi di ponsel pintarnya.


"Kau berbicara apa, aku tidak dengar." kata Alex.


"Tidak." Arka menggeleng pelan.


"Waawwww idolaku sedang berada di acara pertemuan besar, dia bagaikan putri kerajaan menggunakan pita khas seperti ini."


Arka yang semula sedang serius dengan dokumen yang ada di depannya, begitu sigap dan menajamkan pendengarannya kala Alex menyebut tentang pita khas k


Korea Selatan. Reflek tangan Arka merebut ponsel pintar milik Alex.


Benar saja yang di maksud idolanya itu ternyata istrinya, hal itu menyulut emosi Arka. Hingga reflek melempar ponsel Arka ke tembok menyebabkan suara benturan itu membuat ponsel Alex tak berbentuk.


"Hei kau sudah gila." teriak Alex pada Arka.


"Kau yang gila, sejak kapan istriku menjadi idolamu." teriak Alex.


Dalam hati Alex, inilah saatnya ia menguji sahabatnya itu, manakah perempuan yang di cintainya. Apakah Icha istrinya atau selingkuhannya.


"Hah, apa kau lupa jika dia itu wanita yang sangat cantik, pintar dan berbakat, aku rasa wajar saja jika banyak lelaki yang mengidolakan nya," kata Alex begitu santai, walaupun ia harus rela kehilangan ponsel kesayangannya.

__ADS_1


"Tapi bukan istri sahabatmu." bantah Arka berapi-api


__ADS_2