Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Pemotretan Hari Pertama


__ADS_3

Botol kosong itu di putar, di tunggu sampai berhenti, arah penunjuknya sampai pada siapa.


Pertama yang mendapatkan giliran memutar botol kosongnya adalah Yuju, dan arah penunjuknya berhenti pada Megan.


Yeahhh sorak mereka kala botol kosong itu berhenti pada Megan. "Siapa dulu ini yang mau bertanya." Yuju memberi pilihan.


"Baiklah aku saja yang bertanya." Kala simsuit di menangkan oleh Yuju lagi.


"Apakah kamu saat ini memiliki pacar?"


"Jawab jujur, sorak ramai-ramai mereka."


"Tidak, aku saat ini sedang jomblo, apa setelah ini kalian akan menertawanku?" Megan.


"Baiklah aku percaya, kalian semua bagaimana?"Tanya Yuju pada sahabat yang lainnya.


"Aku percaya,"Icha bersuara, di ikuti oleh Hana dan Hyun jika mereka percaya.


"Baiklah kita lanjutkan, sekarang giliran Megan yang memutar botolnya." Yuju mengarahkan botol kosong itu ke arah Megan.


Megan memulai lagi permainannya, arah penunjuk itu berhenti pada Hana. Seketika mereka berteriak heboh.


"Baiklah tenang semuanya, aku akan memberikan satu pertanyaan yang mudah untuk Hana."


"Hana, siapa nama pacar pertama kamu?"


"Aku tak pernah punya pacar." Jawab Hana mantap.


"Teman-teman apakah kalian percaya pada Hana?" Megan meminta pendapat pada teman yang lainnya.


"Aku tak percaya," celetuk Icha tiba-tiba.


"Aku juga tak percaya lho." Hyun ikut-ikutan.


"Yuju bagaiamana dengan kamu, apakah percaya?" Tanya Megan sekali lagi pada Yuju.


"Kalau aku sih sama dengan kalian, tak percaya juga."


"Baiklah minum saja kopi pahitnya." Mereke bersorak ramai-ramai, dengan terpaksa Hana meminum kopi hitam pahit tanpa gula itu, baru saja di sesap sedikit saja, Hana sudah menyemburkan kopinya.


"Pyuhhhh ini kopi apa jamu pahitan sih, rasanya lebih mirip dengan jamu pahitan." Hana berlari ke kamar mandi, mencari di mana letak wastafelnya berada.


Hahahaha...Tawa jahil teman-temannya yang tak ada akhlak itu. Kali ini yang ke tiga kalinya. Giliran Hana yang mendapatkan jatah memutar botol, yang ke tiga arah penunjuk kali ini berhenti ke Icha.


Seketika sorak ramai mereka heboh, berbagai pertanyaan sudah bersarang di benak mereka, namun yang mendapatkan jatah bertanya hanya Hana saja.


"Baiklah tenang semuanya, aku akan bertanya padanya, kalian harus mendengarkan aku."


"Icha sejak kapan kamu berhubungan dengan tuan Arka yang sangat tampan itu?"


"Sejak kuliah."


Mereka saling memandang satu sama lain, antara percaya dan tidak percaya.


"Kenapa?" Tanya Icha pada mereka heran.


"Aku merasa jika tuan Arka menyukaimu." Celetuk Hana tiba-tiba.


"Eh mana ada seperti itu."


"Tidak kok, mungkin perasaan kalian saja." Icha tak ada prasangka yang lain, dan menganggap semua omongan teman-temannya ini adalah omong kosong.


"Aku juga merasa seperti itu loh." Yuju.


"Hah terserah kalian saja deh kalau tak percaya, ayo mainnya mau lanjut apa tidak ini."


Mereka melanjutkan lagi permainan ini, tetapi setelah mendengarkan pendapat teman-temannya, Icha jadi tak bisa konsentrasi. Apa iya sih benar dengan apa yang di katakan mereka, tetapi kan kak Arka ini sudah punya kekasih. Batin Icha lagi.


Hingga hampir tengah malam mereka baru menyudahi permainannya ini.

__ADS_1


"Ini sudah tengah malam, kita lanjutkan besuk saja." Kata Icha memberikan pendapatnya.


"Iya benar kata Icha, karena besuk kita akan memulai kerja keras, oleh karena itu kita butuh tenaga ekstra." Yuju.


Akhirnya permainan ini berakhir, dan mereka bersiap mencuci muka dan menggosok gigi sebelum tidur.


Posisi tidur mereka seperti kemaren, Icha satu ranjang dengan Megan, sedangkan Hyun di ranjang singel, sedangkan Hana dan Yuju di kamar sebelah yang terhubung langsung dengan mereka.


Sebelum tidur Icha membuka ponselnya, di sana dirinya melihat sosial medianya, tak ada berita sama sekali tentang Arka. Hanya ada berita dulu sewaktu Arka berkunjung ke Paris dan Jerman, berita itu pun bahkan sudah lama, semenjak kepergiannya dari London.


Icha jadi penasaran dengan kehidupan Arka sehari-hari, apakah sudah berganti kekasih atau masih berhubungan dengan kekasihnya yang dulu itu.


Megan dan Hyun mereka sudah memejamkan matanya lebih awal. Tetapi berbeda dengan dirinya, masih belum bisa memejamkan mata sama sekali.


Hingga dirinya mencoba membuka nomor lamanya, ternyata di sana banyak sekali pesan masuk dari dosen Arka.


Icha membaca dengan menarik sudut bibirnya yang membentuk sebuah senyuman tipis di sana.


Beberapa menit berlalu, terdengar di salah satu ponselnya, bunyi notifikasi masuk.


"Jangan tidur terlalu malam, jangan bermain ponsel sebelum tidur." Dan masih banyak lagi pesan lainnya di dalam chat itu.


"Memangnya kenapa?" Bantahnya.


"Masih belum tidur?"


"Kalau sudah tidur tidak akan balas pesan ini." Dengan diberi emoticon lidah keluar dan mata tertutup sebelah.


"Hemmm baiklah sekarang tidurlah jika besuk tak ingin bangunnya molor."


"Memangnya permen karet, bisa molor."


"Aku masih belum mengantuk."


Tak berselang lama bunyi lagi ponselnya, ternyata Arka sedang melakukan panggilan.


"Iya hallo." Icha menjawab datar.


"Iya, ehmmm kak apa aku boleh menanyakan sesuatu." Icha.


"Tanyakan saja, jika ada yang ingin kamu tanyakan." Arka.


"Tetapi ini pertanyaan yang berbeda, menyangkut hal pribadi kak Arka."


"Lalu kenapa dengan pribadiku?"


"Ichhh bukan, bukan begitu, maksud aku mau menanyakan ehmm itu,"


"Iya itu apa, bilang saja, kenapa jadi berputar-putar."


"Itu kak apa kakak masih menjalin hubungan dengan kekasih kakak?" Tanya Icha mengumpulkan keberaniannya.


"Kekasih, kekasih yang mana yang kamu maksud?" Arka bertanya balik pada Icha.


"Iya yang waktu itu, waktu di kampus aku mau pamit malah mendapati kakak sedang bermesraan dengan kekasih kakak itu lho."


Arka mengingat-ingat memorinya kembali ke masa dulu, dan ternyata saat itu yang berada di sana bukan kekasihnya melainkan. Setelah Arka ingat dirinya tersenyum, seketika ide jahilnya muncul.


"Kenapa memangnya, apa kamu cemburu?" Tanya Arka menahan tawanya. Padahal saat itu dirinya bersama Yara saudara sepupunya sendiri.


"Idihh siapa juga yang cemburu," padahal lain di mulut lain di hati, Icha sangat cemburu dalam hatinya, namun sekuat tenaga ia redam agar tak terlihat.


"Benarkah tak cemburu, padahal aku lagi berharap lho jika ada seseorang yang cemburu tadi." Kata Arka menggoda.


"Mana ada seperti itu, aku kan hanya menanyakan saja tadi." Katanya jutek.


"Baiklah-baiklah, besuk setelah kamu melakukan pemotretan aku ingin mengajak kalian makan siang "


"Iya dimana itu?" Tanya Icha antusias.

__ADS_1


"Besuk saja aku kasih tahu tempatnya."


"Yah kenapa malah main rahasia-rahasiaan, kan nanti aku jadi tidak bisa tidur." Kata Icha jujur.


"Sudahlah sekarang kamu tidurlah, besuk aku akan mengajakmu ke suatu tempat."


"Iya-iya, ya udah aku tutup ini."


Arka menggelengkan kepalanya mendengarkan Icha yang sepertinya sangat sensi itu. Masih sama seperti dulu, suka ngambek tiba-tiba dan baik tiba-tiba.


Icha kembali masuk ke tempat tidurnya, menutup pintu dan menaruh ponsel di meja nakas sebelahnya. Dirinya ngedumel tidak jelas.


Tak berapa lama juga dirinya sudah terlelap menyusul kedua teman-temannya itu terlelap ke alam mimpinya.


Pagi hari mereka bersiap, dan akan pergi ke suatu tempat untuk melakukan pemotretan di hari pertama. Semuanya sibuk dengan dirinya masing-masing. Begitupun Icha, dirinya menyiapkan apa saja yang perlu di bawa.


"Apa barang-barangmu sudah siap semua?" Tanya Megan pada Icha. Icha yang saat itu memasukkan barang-barangnya ke dalam tasnya.


"Sudah ayo." Icha membawa tasnya keluar, di sana Yuju, Hana dan Hyun sudah bersiap akan memasuki mobil rombongan mereka.


Baru saja Icha memasuki mobil rombongannya, dirinya mendapatkan pesan singkat.


"Apa sudah nyampai lokasi?" Seketika Icha ingin naik darah, membaca pesan singkat itu, yang benar saja di tanya sudah sampai lokasi, sementara mobilnya saja baru bersiap akan berangkat.


"Kami sudah on the way." Balas Icha singkat.


"Baiklah hati-hati di jalan."


"Hei Icha kamu sedang berbalas pesan dengan siapa?" jadi ingin tahu lho kita-kita." Hyun berteriak padanya.


"Sama orang, sudah ayo masuk." Icha mendorong Hyun masuk mobil duluan, barulah di susul okeh dirinya.


"Cielah kenapa main rahasia-rahasiaan sih." Hana membuka cemilannya dan memasukkan ke dalam mulutnya.


"Mana ada, aku hanya membalas orang yang sedang bertanya saja." Icha.


"Hemmm tapi kamu masih mempunyai hutang penjelasan pada kami." Cecar Hana menunjuk ke arah Icha.


"Iya nona, ternyata ingatanmu sangat kuat." Icha malah nyengir kuda. Seperti merasa tak bersalah.


"Iya lah, coba jelaskan pada kami, dimana awalnya kamu bertemu tuan Arka?" Tanya Hana yang sudah sangat penasaran.


"Ehmm dimana ya aku lupa, di saat pertama kali aku memasuki kampus kali iya, saat itu di isi olehnya dan dia menyebutku."


"Kemudian aku memperkenalkan namaku pada seluruh mahasiswa."


"Ohh ternyata tuan Arka itu seorang dosen." Hana.


"Iya, dan pertemuan berikutnya aku menjadi asisten dosennya sehari, tetapi juga di ajak jalan-jalan juga olehnya."


Mereka malah heboh mendengar pernyataan Icha. terutama Hana dan Hyun, sementara juga baru tahu jika di awal pertemuannya saja dirinya sudah di ajak jalan oleh dosen Arka.


"Hei kenapa kalian bukannya mendengarkan ceritaku, tetapi malah bersisik sendiri." Icha mengomel.


"Iya ayo lanjutkan ceritanya." Yuju.


"Ehhmm tetapi itu juga kalau tidak salah sih, soalnya aku juga lupa-lupa ingat."


"Iyahh kamu ini jangan-jangan hanya mengkhayal saja di ajak jalan oleh tuan Arka." Hana dengan spontan langsung berspekulasi sendiri.


"Haha padahal ceritamu ini sangat manis, seperti novel-novel yang pernah aku baca lho." Hyun.


"Ehh enak saja, jika di ajak jalan itu beneran tahu, bahkan kami makan malam romantis di suatu tempat." Icha menambahkan bumbu ceritanya, yang terdengar semakin dramatis.


"Iya, iya kalau begitu aku percaya sih, aku pastiin nih iya, jika dalam waktu dekat, Icha dan tuan Arka akan menjadi sepasang kekasih." Hana berbicara asal.


"Bagaimana menurut kamu, Yuju, Hyun dan Megan." Tanya Hana meminta pendapat mereka.


Sedangkan orang yang saat ini dibicarakan sedang bersin-bersin tak henti-hetinya.

__ADS_1


dan


Bersambung


__ADS_2