Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Rahasia Idol


__ADS_3

"Dasar manager yang sungguh kejam dengan artisnya."


"Aku mendengarnya nona." Megan tak sedikit pun melepaskan tangan Icha.


"Baiklah, lepaskan tanganku, bagaimana bisa aku berolahraga jika kau tak mau melepasnya."


"Hah, baiklah ayo kita mulai, ganti bajumu lebih dulu dalam hitungan sepuluh menit harus sudah selesai."


"Hei...hei aku bukan sedang menjalani pendidikan militer kan, tapi kenapa aku merasa sedang berada di asrama militer."


"Iyah anggap saja begitu."


Megan berbalik, untuk berganti pakaian kaos olahraga dengan potongan crop top, dan legging diatas lutut.


"Bocah itu selalu saja banyak alasan, mana suka makan banyak lagi, awas saja kalau dia mengerjaiku lagi." Megan melihat jam di pergelangan tangan kirinya, ini sudah lebih dari lima belas menit, tapi si target utama yang diajak berolahraga malah belum juga muncul.


Akhirnya setelah Megan berjalan mondar mandir kesana kemari tapi besti nya tidak muncul juga, Megan bergegas menyusulnya ditempat ganti baju.


"Huh.. aku rasanya ingin sekali menjewer telinganya." tangannya memperagakan sedang menjewer ke udara.


"Siapa yang ingin kau jewer?" tanya Icha yang tiba-tiba saja muncul dibalik tirai tempat ganti baju.


"Kamu, siapa lagi memangnya?"


"Kenapa lama sekali hanya berganti baju saja, aku bahkan hampir setengah jam menunggu kamu ganti baju tadi." omel Megan menggandeng tangan Icha, taku kabur-kaburan lagi.


"Ayo mulailah dengan melakukan pemanasan."


Megan memberi contoh lebih dulu dan ditirukan oleh Icha gerakan Megan, lalu dilanjut Yoga, kemudian dilanjutkan dengan olahraga Pilates.


Pilates sering diartikan olahraga yang sama, namun berbeda. Pilates adalah salah satu bentuk latihan ringan yang memiliki tujuan untuk memperkuat otot sekaligus meningkatkan keselarasan dan kelenturan postur tubuh. Gerakan Pilates cenderung menargetkan pada intinya.


Untuk melakukan olahraga atau senam Pilates, bisa menggunakan alat atau tanpa alat. Pada intinya, setiap gerakan Pilates melibatkan gerakan yang lambat dan tepat, serta sekaligus mengontrol nafas. Menurut beberapa ahli, Pilates adalah metode pelatihan seluruh tubuh yang dapat membantu melakukan aktivitas lebih baik. Dapat memperkuat dan juga menstabilkan tubuh yang menjadi fondasi, sehingga dapat bergerak secara efisien sekaligus memperbaiki postur, fleksibilitas, dan mobilitas.


Dalam satu sesi latihan Pilates, biasanya memakan waktu 45-60 menit. Meskipun gerakannya tergolong pelan dan tidak membutuhkan tempat yang luas seperti latihan cardio pada umumnya, olahraga Pilates ini memiliki dampak besar pada tubuh.


"Payah juga jadi Aktris global itu." keluh Icha mengelap keningnya yang bercucuran keringat.


"Iya semuanya butuh perjuangan, bukankah ini impian kamu?" tanya balik Megan lalu merenggangkan kakinya dan minum air mineral.


"Jalanmu masih panjang, sebentar lagi kamu akan melakukan Around The World."

__ADS_1


"Jadi kamu haru menjaga keseimbangan bentuk tubuhmu."


Mendengarkan penuturan Megan baru saja membuat Icha kembali pada impiannya kali ini yang ingin menjadi Aktris member idol K-Pop.


"Penonton akan kecewa jika melihat bentuk tubuhmu yang tidak terbentuk, jadi aku hanya bisa membantumu menemani olahraga dan juga mengontrol pola makanmu."


"Kau tau kan apa yang ada dalam tubuhmu itu adalah aset."


"Ehmmm iya kau benar, ini adalah impianku, tapi kenapa aku menikah lebih cepat dari yang aku perkirakan." Icha kembali mengelap keringatnya dengan handuk kecil yang ia dikalungkan dilehernya.


"Aku rasa itu tidak masalah, asal semuanya masih menjadi rahasia kamu, karena pihak agensi pasti akan menuntut kita,"


"Aku tahu jika suami kamu sangat kaya, mungkin bisa membayar pihak agensi jika mereka menuntut kita, tapi bukan hanya itu saja permasalahannya."


"Ini menyangkut banyak orang, menyangkut ketiga member lainnya, karir mereka yang di korbankan, akan terkena dampak dari semuanya,"


"Soal pernikahan dan jodoh kamu, aku tidak menyalahkanmu, jika suami kamu sudah meminta haknya, maka kamu harus menggunakan alat kontrasepsi terlebih dahulu, apa kamu mengerti."


"Ehmmm iya, aku lupa belum membelinya."


"Ck, dasar kau ini."


"Baiklah, aku akan pergi sendiri untuk membelinya, sepertinya tidak jauh dari sini ada apotik." ucap Icha bangkit dari duduknya.


"Baiklah, tunggu aku membersihkan diri dulu kalau begitu iya."


"Tentu saja, aku juga mau mandi tahu." Megan memisahkan diri dari Icha.


"Oh Tuhan kenapa aku bisa sampai lupa, baiklah kamu tidak boleh lupa lagi Icha." gumam Icha menyemangati dirinya sendiri.


Lalu mandi dan segera berganti pakaian menggunakan celana panjang berwarna hitam, dan atasan crop top tetapi berlengan panjang, tidak lupa juga topi berwarna hitam ia sematkan diatas kepalanya dan bersepatu.


"Udaranya sangat dingin, kenapa kamu menggunakan pakaian macam itu?" Megan.


"Lagi ingin, sudahlah ayo, nanti kita tidak jadi pergi atau akan berdebat soal pakaian." Icha menarik lengan Megan.


"Tunggu-tunggu, aku tidak mau naik motor lagi," Megan menghentikan langkah kaki Icha.


"Baiklah naik mobil ayo."


Kini Icha menggunakan salah satu mobil milik tuan Kusuma yang terparkir di garasi. "Apa kamu mampu menggunakan mobil jenis ini?" tanya Megan tak yakin.

__ADS_1


"Mampu lah, aku pernah menggunakannya, sudah ayo..., masuklah."


Jalanan pada sore itu tidak begitu ramai seperti waktu mereka tersesat, "Nanti kalau sudah selesai langsung pulang iya."


"Tentu saja, memangnya mau kemana lagi?" tanya Icha matanya masih fokus menatap jalanan.


"Aku tak mau ajak keliling tak jelas dan akhirnya malah nyasar."


"Hahaha..., kau ini masih ingat saja."


"Jelas ingat, soalnya kalau malam kelihatan sangat sepi dan seram, mana cuacanya dingin sekali." Megan begidik ngeri ketika mengingatnya kembali.


"Ini masih siang, kau tak usah jadi penakut seperti itu, eh Meg ngomong-ngomong beli alat kontrasepsi yang seperti apa?"


"Iya mana aku tahu, aku juga belum menikah kan."


"Oh iya lupa, tapi iya siapa tahu saja kamu pernah memakainya ketika sedang bersama kekasihmu."


"Jangan lagi kau bahas yang tidak-tidak, dia berselingkuh karena salah satunya ingin meminta itu." kesal Megan.


"Hah iya iya sekarang aku paham, kalau kamu itu ternyata cewek yang polos dan alim."


"Kau tak usah mencibirku, kayak kamu ini cewek nakal sering ganti-ganti laki aja."


"Hah jangan sampai jabang bayi amit-amit." tangan Icha mengetuk kepalanya sendiri dan setir mobilnya.


Mereka berhenti di apotik yang tidak terlalu besar itu, ketika sudah sampai mereka menggunakan masker, agar tak ada orang yang mengenalinya. Bahkan Icha tanya ini dan itu, efek samping dan juga penggunaan jangka panjang, akhirnya ia memutuskan untuk memilih yang bentuknya pil.


"Kamu tidak boleh lupa meminumnya, atau siniin." Megan menengadahkan tangannya meminta pil nya pada Icha.


"Ini..., mau buat apa kamu?" tanya Icha menyerahkan pil ditangan Megan.


"Biar aku saja yang bawa, aku jadi khawatir kamu lupa jika kamu yang bawa."


"Baiklah, tapi kamu harus selalu bersamaku iya."


"Tentu saja nona, dimana ada kamu pasti ada aku." Megan memasuki mobil Icha di bagian penumpang.


Sore itu mereka langsung kembali lagi ke Villa, dan Icha mengikuti perintah Megan lebar.


"Apa aku harus setiap hari meminum beginian?" tanya Icha merebahkan dirinya diatas ranjang king size di kamarnya.

__ADS_1


"Tentu saja, kamu jangan konyol, memang semua ada resikonya."


"Iya juga."


__ADS_2