
"Apa kamu sudah mencairkan hatimu kembali?" tanya Megan di telinga Icha.
"Apa maksud kamu?"
"Bukankah kemaren kamu marah pada Hana?"
"Marah soal apa?"
"Ck, kau ini, jangan pura pura tidak tahu lah." kesal Megan, melipat kedua tangannya di dadanya.
"Kata suami aku harus baik pada semua orang,"
"Dosen Arka bilang begitu?" tanya Megan memastikan.
Icha menganggukkan kepalanya, setelah dirinya selesai memotong motong buah buahan, kini beralih duduk di sofa fi dalam kamar hotel mereka.
"Apa itu artinya suami kamu sudah tahu jika Hana menyukai dosen Arka?" tanya Megan, mengangkat sebelah alisnya.
"Iya, kak Arka sudah tahu, bahkan sebelum aku menceritakan masalahku padanya." jawab Icha, lalu meneruskan kegiatan mengunyah buah buahan yang tadi ia potong potong.
"Oh so sweet sekali sih dosen Arka."
"Apaan, kenapa malah kamu yang ikut ikutan genit begini." kata Icha memicingkan matanya ke arah Megan.
"Jangan berprasangka buruk dulu nona, aku hanya mengagumi keromantisan suami kamu saja, tidak ada niatan yang lain,"
"Sumpah," kata Megan, mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
"Tidak boleh, kamu harus mencari pengagum lain selain suami aku."
"Hanya aku yang boleh mengaguminya tahu." kata Icha mencebik.
"Ck, pelit sekali, hanya dikagumi juga, "
"Hei kau pernah dengar cerita, kalau perselingkuhan itu juga berawal dari saling mengagumi, walaupun keduanya kadang kadang sudah memiliki pasangan masing masing." jelas Icha pada Megan.
"Iya iya, baiklah aku tak jadi mengagumi suami kamu nona, dia memang milikmu." jawab Megan. Lalu mengambil buah yang ada di meja.
"Ini punyaku, kau buat saja sana sendiri." Icha mengambil wadah buah itu, lalu mendekapnya seolah takut ada yang mengambil.
"Oh bosku sangat pelit soal makanan," kata Megan. Lalu dirinya bangkit, dan berjalan menuju dapur.
***
.
__ADS_1
.
.
Siang ini mereka ada pertemuan dengan para fans yang ada New York, sudah dua hari mereka tiba di New York. Dan mendapatkan undangan jumpa fans. Bertepatan dengan album kedua mereka yang baru saja diluncurkan.
Acaranya hanya singkat saja, memberikan tanda tangan pada album mereka, berfoto dan menyapa para fans. Ke empat member PinkV itu begitu memukau jika dilihat dilayar kaca.
"Istriku memang sangat cantik." puji Arka berbicara pada Alex.
"Jelas saja cantik, orang dia punyamu." jawab Alex.
"Hemmm, tapi hanya aku saja yang boleh memujinya." kata Arka. Matanya fokus menatap layar didepannya itu.
"Iya iya, tapi bagaimana jika ada lelaki lain diluar sana yang memuji kecantikan istrimu? secara dia kan selebriti, bahkan mendapatkan julukan selebriti global," bantah Alex. Melipat kedua kakinya dan juga tangannya.
"Itu beda lagi ceritanya, jika bisa aku akan menyuruhnya berhenti saja dari dunia hiburan, tetapi itu memang cita citanya dari dulu."
"Jadi aku tidak bisa melarangnya." kata Arka melemahkan suaranya.
"Hemmm iya, lalu apa kalian tidak ingin memiliki anak? atau jangan jangan kalian belum pernah berhubungan suami istri?" tanya Alex curiga, yang seketika saja buku catatan agenda melayang begitu saja di wajah Alex, tetapi dengan sigap Alex menangkapnya.
"Sembarangan saja bicaramu." bantah Arka.
"Jadi, sudah pernah, berapa kali?"
"Ah iya, aku tahu kenapa istrimu belum juga hamil, jangan jangan menggunakan alat kontrasepsi lagi." kata Alex menebak asal.
Seketika Arka terdiam, memikirkan ucapan Alex baru saja. Ini sudah lima bulan sejak pernikahannya kemaren dengan Icha. Tetapi tak ada tanda tanda kalau istrinya itu hamil. Tetapi ia sama sekali tidak tidak pernah melihat jika istrinya itu menggunakan alat kontrasepsi.
"Hana memang sangat murah senyum, lihatlah itu, dia menyapa para fans." ucap Alex, beralih ke layar di depannya.
Alex berbicara panjang lebar, tapi sama sekali Arka tak mendengarnya. "Hei apa kamu sedang melamun, ada apa dengan dirimu?" tanya Alex melempar Arka dengan cemilan di depannya, yang mengenai wajah Arka tepat.
"Sialan kau ini."
"Salah siapa kau tak mendengarku." kata Alex membela diri.
"Kau bicara apa tadi?" ulang Arka.
"Tidak ada, itu istrimu lihatnya banyak fans lelaki yang meminta foto pada istrimu." kata Alex menunjuk layar televisi yang sangat lebar itu.
Lalu pandangan mata Arka beralih ke layar televisi, dan benar saja jika istrinya itu begitu terkenal dikalangan lelaki.
"Kau harus sabar, sabar menahan cemburumu maksudku." ledek Alex pada Arka.
__ADS_1
"Hanya meminta foto saja, seharusnya kamu tidak begitu pelit kan." kata Alex menenangkan Arka.
"Ehmm iya benar apa katamu, eh itu perempuan yang sukai juga terkenal dikalangan lelaki, mereka begitu berebut." kata Arka menunjukkan pada Alex.
"Ahh iya, wajar saja, dia kan sangat cantik." jawab Alex.
Memang mereka berempat memiliki banyak penggemar dan juga fans. Begitu acara selesai, Hana ada janji temu dengan Alex untuk endorse produk baru di perusahaannya.
"Habis mau kemana kamu?" tanya Yuju pada Hana.
"Aku ada janji temu dengan tuan Alex, aku pergi dulu iya, bye byeee." pamit Hana pada mereka.
"Ih mau kemana anak itu?" tanya Hyun.
"Ada janji temu dia dengan seseorang," jawab Yuju.
"Seseorang siapa? biasanya anak itu tidak main rahasia rahasiaan deh." jawab Megan menimpali.
"Sudahlah jangan terlalu banyak ingin tahu, atau umurmu akan menjadi pendek, karena mengurus orang lain." kata Icha menyenggol lengan Megan.
"Ah yang benar saja kau ini."
Tanpa menjawab pertanyaan Megan, Icha menarik lengan Megan dan membawanya pergi dari sana. "Kita mau pergi berkencan dulu ya, bye." tangan Icha melambai pada Hyun dan Yuju.
"Hei kalian, mengapa tak mengajakku." teriak Hyun.
"Nanti saja aku akan mengajak kalian." balas Icha berteriak pada Yuju dan Megan, Icha malah memberikan kiss bye pada mereka.
"Ada apa dengan mereka?" kini giliran Hyun yang bertanya pada Yuju. Mereka saling pandang.
"Entahlah, apa mungkin mereka punya misi rahasia." kata Yuju mengangkat bahunya tak tahu.
"Hah bisa jadi begitu." jawab Hyun. Lalu mereka tertawa bersama.
"Baiklah ayo kita berkencan sendiri." kata Hyun menarik tangan Yuju.
"Apaan, aku masih normal tahu."
"Hanya makan saja, memangnya apa yang mau kita lakukan." teriak Hyun pada Yuju.
Ke empat member PinkV itu berpisah dengan urusannya masing masing. "Jadi kau mengajakku kemari hanya mau menguntit suami kamu?" tanya Megan tak percaya.
"Sstttt diamlah kamu, nanti kita bisa ketahuan." kata Icha berbisik pada Megan, memelototkan matanya.
"Baiklah baiklah, tidak usah berekspresi seperti itu, aku jadi takut tahu." kata Megan, menutup mulutnya kembali. Seolah olah dirinya beneran takut dengan ekspresi Icha.
__ADS_1
"Lihatlah itu disana, tidak ada suami kamu." kata Megan menunjuk ke arah pertemuan dimana Hana dan juga Alex berada.
"Ayo kita pergi dari sini, sebelum ketahuan." kata Megan.